HOS Tjokroaminoto

Oleh @bagusreza Haji Oemar Said Tjokroaminoto, sang Raja Tanpa Mahkota. Ia dilahirkan di Madiun pada 16 Agustus 1882. Menanggalkan gelar kebangsawanan Raden Mas dan menggantinya dengan Haji Oemar Said. Mengundurkan diri sebagai pegawai juru tulis di Madiun yang sangat pro-kolonial dan kemudian melarikan diri ke Semarang menjadi buruh angkut pelabuhan, tempat Ia dapat merasakan penderitaan … Lanjutkan membaca HOS Tjokroaminoto

Achdiat Karta Mihardja

Meskipun “Atheis” bukanlah satu-satunya karya yang Achdiat tulis, namun dari novel inilah ia dikenal luas sebagai sastrawan hingga mendapatkan banyak penghargaan.

Becak

Saya rasa ada peran pemerintah terhadap majunya becak sebagai moda transportasi wisata di Yogyakarta, dapat saya lihat di Jalan Malioboro, aparat hukum berdampingan dengan tukang becak dan delman di samping jalan.

Sosrokartono

Darussalam sering juga digunakan sebagai tempat berkumpul tokoh-tokoh pergerakan seperti Soekarno, dan Abdoel Rachim, kelak akan jadi mertua Mohamad Hatta. Partai Nasional Indonesia dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisastie juga sering menggunakan gedung ini sebagai tempat pertemuan.

Tiga Serangkai di Kota Bandung

Bagi mereka, Bandung bukanlah Garden of Allah, atau Parijs van Java. Bandung bagi mereka bukanlah gemerlap kamar bola dan pusat perbelanjaan, bukan pula bangunan Art-Deco.

Upit Sarimanah

Bagi warga Bandung baheula, lagu ini bisa jadi pengobat rindu suasana yang nyaman tentram pada masa itu, dapat juga mengembalikan kenangan saat udara masih begitu segar, sungai Ci Kapundung masih sangat jernih, dan di mana-mana dapat bertemu mojang Bandung yang cantik molek.

#InfoAleut Ngaleut Kendan (31/01/2016)

#InfoAleut Hari Minggu (31/01/2016), kita akan Ngaleut Kendan. Dalam kegiaan ini, Aleutians akan momotoran menyusuri beberapa jejak kerajaan yang dulu pernah berdiri di daerah timur Bandung Raya. Bagi Aleutians yang tertarik untuk bergabung, konfirmasikan kehadiranmu ke nomor 0896-8095-4394 (SMS/WA) dan langsung saja kumpul di Kedai Preanger (Jl. Solontongan 20-D) pukul 07.00 WIB. Untuk Aleutians yang … Lanjutkan membaca #InfoAleut Ngaleut Kendan (31/01/2016)

Pasir Junghuhn

Di bawah, sebuah rumah tua yang tersambung dengan rumah dinas bergaya kolonial masih berdiri, namun tanpa penghuni. Warga pikir saya mau uji nyali di sana. Tidak. Saya jalan2 saja, lihat2 masa lalu.

Gedung Kuning, Ciparay

Gedung Kuning di sebelah Pasar Ciparay. Sepulang roadtrip keliling Jawa Barat bagian timur beberapa waktu lalu, saya dkk turun lewat Garut dan Majalaya (jalur Monteng), terakhir mampir di lokasi ini untuk membeli minuman sebelum lanjut pulang ke Buahbatu. Lalu kemarin ada roadtrip lagi keliling beberapa perkebunan di sebelah selatan Bandung, mulai dari wilayah Pangalengan sampai … Lanjutkan membaca Gedung Kuning, Ciparay

Villa Isola

Villa Isola dulu dikenal dengan nama Villa Beretty. Dominic Willem Beretty, pemilik awal villa ini, adalah seorang miliuner berkebangsaan Italia pendiri Kantor Berita Aneta. Villa ini merupakan rancangan C.P. Wolff Schoemaker yang bergaya art deco. Villa ini selesai dibangun pada tahun 1933. Pada tahun 1936, villa ini dibeli oleh Hotel Savoy Homann dan namanya diganti … Lanjutkan membaca Villa Isola

Menara Pemancar Radio Malabar

Menara pemancar ini merupakan bagian dari sisa kejayaan Radio Malabar. Radio ini didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1917 dan kemudian diresmikan pada tahun 1923. Radio ini pula yang pertama kali bisa menghubungkan saluran komunikasi antara Hindia Belanda dengan Belanda yang berjarak 12.000 km. Dari 13 menara yang pernah ada di kawasan Universitas Telkom … Lanjutkan membaca Menara Pemancar Radio Malabar

Lapangan Tanah Air

Hatta dan Sjahrir menumpang pesawat Catalina ke Surabaya, lalu menyambung dengan kereta api ke Jakarta, esoknya dilanjutkan dengan pengawalan ketat Polisi Hindia Belanda ke Sukabumi. Di sini Hatta dan Sjahrir menempati sebuah rumah inspektur polisi buatan tahun 1926, letaknya di dalam komplek Sekolah Polisi Sukabumi.