Ngaleut Blok Tempe

Oleh: Angie Rengganis (@angiesputed) Kegiatan Ngaleut pada hari Minggu (6/11/2016) dimulai dengan berkumpul di depan Pasar Ulekan Pagarsih Bandung. Setelah berkumpul, kami berjalan kaki menyusuri babakan Tarogong. Sebuah pemukiman padat yang dialiri aliran sungai di kanal Babakan Tarogong di sepanjang jalannya. Minggu pagi ini terlihat pemadangan sedikit berbeda dengan pasar tumpah di sekitar pinggir kanal. … Lanjutkan membaca Ngaleut Blok Tempe

Rasia Bandoeng: Skandal Terlarang 100 Tahun Silam

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Liefde Is Bliend” artinya cinta itu buta, entah sudah berapa banyak film dan buku yang mengambil tema tersebut. Demi cinta, Romeo bahkan berani menenggak racun karena ingin menyusul Juliet yang berpura-pura mati demi dirinya. Tak perlu jauh-jauh datang ke Verona untuk menelusuri kisah cinta buta yang melegenda itu, karena Bandung pun … Lanjutkan membaca Rasia Bandoeng: Skandal Terlarang 100 Tahun Silam

Menelusuri Kampung Dobi: Menakar Cadangan Air Kota Bandung

Oleh: Willy Akhdes (@willygeologist) Masalah kekurangan pasokan air bersih Kota Bandung telah lama mencuat dalam beberapa tahun ke belakang. Pada tahun 2015, beberapa kecamatan mengalami kelangkaan air bersih yang sangat parah. Masyarakat mendapati bak-bak penampungan air mereka kosong dan sumber mata air berhenti mengalirkan salah satu kebutuhan primer mereka. Berubahnya fungsi ekologi pada beberapa kawasan … Lanjutkan membaca Menelusuri Kampung Dobi: Menakar Cadangan Air Kota Bandung

Melacak Jejak Kampung Dobi Bersama Aleut dan Ingatan Tentang Mata Air di Cipaku

Oleh: Nurul Ulu (@bandungdiary) Dobi yang saya tahu adalah peri di film Harry Potter. Kalau Dobi di Bandung apa artinya? Karena Penasaran saya daftar jadi peserta Ngaleut pada hari minggu 2 Oktober 2016. Judul acara jalan-jalan Komunitas Aleut hari itu adalah melacak jejak Kampung Dobi di Bandung. Kampung Dobi merupakan salah satu yang tertua. Dobinya … Lanjutkan membaca Melacak Jejak Kampung Dobi Bersama Aleut dan Ingatan Tentang Mata Air di Cipaku

Finding Dobi: Menapaki Jejak Legenda Kampung Dobi di Bandung

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Sekarang sumber air sudekat, beta sonde pernah terlambat lagi” Begitu bunyi kalimat populer dari sebuah iklan air mineral beberapa tahun silam.  Kalimat itu sepertinya mencerminkan perjalanan saya dan kawan-kawan di hari minggu lalu (2/10). Sebuah poster bertuliskan “Ngaleut Kampung Dobi” yang diedarkan Komunitas Aleut di dunia maya jumat siang, cukup kuat … Lanjutkan membaca Finding Dobi: Menapaki Jejak Legenda Kampung Dobi di Bandung

Serupa tapi Tak Sama: Dhobi Ghat (Mumbai) & Kampung Dobi (Bandung)

Oleh: Gina Azriana (@GiNa_AzriaNa_Na) Mencuci merupakan suatu kegiatan yang sederhana Mencuci dapat dilakukan di rumah atau di tempat terbuka seperti di kali atau di sungai. Siapa menyangka, dari kegiatan mencuci tersebut justru dimanfaatkan sebagian orang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Adalah Dhobi Ghat, salah satu tempat mencuci terbuka di Mumbai, India. Dhobi Ghat, Mumbai, India. Tempat … Lanjutkan membaca Serupa tapi Tak Sama: Dhobi Ghat (Mumbai) & Kampung Dobi (Bandung)

Bandung

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Saya menyadari betul kalau kemarin Bandung berulang tahun yang ke-206. Mungkin karena terlalu antusias, saya sampai melakukan “takbiran” dengan cara memutar lagu-lagu bertema Bandung pada malam sesaat sebelum pergantian hari menuju tanggal 25 September. Bagi sebagian orang hal demikian bisa dikatakan kegiatan yang lebay, terlalu, segitunya atau apapun itu. Namun … Lanjutkan membaca Bandung

Catatan Perjalanan: Ngaleut Cikapundung Kolot

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Kami mulai berjalan beriringan menuju Cikapundung Kolot Saya tak mengenal betul nama-nama sungai di kawasan Bandung, hanya beberapa saja. Sungai Citarum dan Cikapundung salah duanya. Sungai Ci Tarum tentu saja saya kenal ketika guru (entah SD atau SMP) yang menyebutkan sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat. Kedua, Sungai Ci Kapundung, … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Cikapundung Kolot

Surat Untuk Alina yang Ditulis Dari Ranca Bayawak

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Alina sayang… Ketiadaan alamat membuat semua surat untukmu tak memiliki tempat. Anggaplah kamu telah menjadi semesta, tidakkah siang itu kamu melihatku tengah berdiri di atap masjid itu? Burung-burung kuntul dan blekok beterbangan dan hinggap di rumpun-rumpun bambu. Kepak mereka begitu menawan, membawa kabar jutaan mil jarak tempuh yang telah dilalui. … Lanjutkan membaca Surat Untuk Alina yang Ditulis Dari Ranca Bayawak

Pertemuan Senja Itu, Bersama Pak Wen

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) "Panggil aja Wen, Pak Wen. Hehe." jelasnya sembari tertawa kecil saat kutanya namanya. Bapak penjual rujak tumbuk ini mulai memotong buah-buahan yang dia ambil dari kotak. Di depan Kedai Preanger, Jl. Solontongan 20-D, inilah aku bertemu dengan seseorang yang kutetapkan layak menjadi sosok mulia KNB. Terima kasih pada Pak Ridwan yang … Lanjutkan membaca Pertemuan Senja Itu, Bersama Pak Wen

Stasiun (Barat) Bandung

Oleh: Frans Ari Prasetyo Stasiun Bandung memiliki cerita panjang terkait sejarah transportasi, heritage, hingga mobilitas dan kehidupan warga di sekitarnya sejak era kolonial hingga sekarang ini. Stasiun Bandung sejak awal diresmikan 17 Mei 1884 lalu mengalami perluasan pada tahun 1909 melalui kerja arsitek  bernama FJA Cousin. Pada awalnya, Stasiun Bandung ini hanya memiliki satu pintu … Lanjutkan membaca Stasiun (Barat) Bandung

Dilema Si Pemain Rana

Oleh: Nurul Fatimah (@fatnurulll) Baterai sudah full charged. Memori card sudah diformat. Setengah tujuh masih dua menit lagi. Tapi di luar, motor sudah menderu. Siap dikebut sepagi itu. Kami bertemu di Solontongan. Di sebuah kedai di ujung pertigaan. Sudah sekian orang duduk berbincang sambil menunggu yang lain datang. Pagi itu, setelah sehari sebelumnya Bandung diguyur hujan, … Lanjutkan membaca Dilema Si Pemain Rana

Mendaki Dengan Flat Shoes dan Jaket Tipis: (Gagal) Hunting Milky Way di Gunung Putri, Lembang

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) Sampai sekarang masih terbayang di dalam benak, betapa menyenangkannya tidur di atas rerumputan sambil memandang langit bertaburan bintang. Untuk orang sepertiku yang notabene orang kota asli, hal tersebut merupakan sesuatu yang langka. Sampai umur segini pun, kegiatan tersebut masih menjadi impian kecilku. Terlihat sederhana, namun sulit sekali dilakukan. Setelah gagal menikmati … Lanjutkan membaca Mendaki Dengan Flat Shoes dan Jaket Tipis: (Gagal) Hunting Milky Way di Gunung Putri, Lembang

Kicauan Burung di Kampung Blekok

Oleh: Hendi Abdurahman Burung-burung di Kampung Blekok yang hendak bersiap mencari makan Kampung Ranca Bayawak atau yang sekarang saya kenal dengan nama Kampung Blekok adalah nama daerah yang berada di Bandung Timur, tepatnya di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage. Saya harus sedikit berhati-hati melafalkan nama kampung ini. Jauhi ngomong Kampung Blekok ketika kamu sedang mengunyah … Lanjutkan membaca Kicauan Burung di Kampung Blekok

Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung

Oleh: Anggi Aldila Besta Kawanan burung Kuntul di Kampung Ranca Bayawak, Kampung ini juga terkenal dengan sebutan Kampung Blekok . foto doc Komunitas Aleut Mendengar kata "blekok", pasti ingatan kita sebagai urang Sunda tertuju pada sebuah umpatan kekesalan terhadap seseorang. Padahal, belum tentu mereka yang mengumpat itu tahu apa itu blekok. Jenis burung yang lebih tenar dengan nama Belibis ini … Lanjutkan membaca Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung