Kisah Dua Rumah di Cimahi & Kiprah Penghuninya

Kisah Dua Rumah di Cimahi

Cerita ini saya mulai dari salah seorang kawan SMA saya yang namanya diawali dengan huruf R. Mudah menduga huruf tersebut menandakan gelar dari kalangan bangsawan. Kadang kawan-kawan SMA dulu berkelakar menyebut huruf R itu kependekan dari Rojali. Nah R ini beberapa waktu lalu, di grup whatsapp SMA, bercerita tentang latar belakang keluarganya. Dalam ceritanya terselip kisah sebuah rumah yang bersejarah.

Menak Sumedang

Kakek Buyut kawan saya ini adalah seorang Patih Sumedang, namanya Hardjawinata. Hardjawinata memiliki banyak anak, dua di antaranya adalah Rangga Hardjadibrata dan Hardjakusumah. Rangga Hardjadibrata kemudian menjadi Wedana Cimalaka, Sumedang. Beliau adalah kakek kawan SMA saya itu. Sedangkan Demang Hardjakusumah kemudian menjadi wedana di Cimahi. Nama Hardjakusumah diabadikan menjadi nama jalan di depan kompleks kantor pemerintahan kota Cimahi.

Demang Hardjakusumah adalah ayah dari Dajat Hardjakusumah, tokoh pers yang pernah lama menjabat sebagai Kepala Kantor Berita Antara Bandung pada tahun 1960-an. Mungkin banyak yang tidak akrab dengan nama Dajat Hardjakusumah, namun pasti banyak orang mengenal kelompok musik Bimbo yang lagu-lagunya sering diputar pada masa bulan Ramadhan. Dajat Hardjakusumah adalah ayah dari para personil Bimbo, yaitu Acil, Syam, Jaka, dan Iin Parlina.

WhatsApp Image 2020-04-18 at 15.37.05

Foto Keluarga Rangga Hardjadibrata | Koleksi Keluarga

Demang Hardjakusumah

Demang Hardjakusumah memiliki banyak aset berupa tanah dan rumah. Menurut penuturan teman saya, setidaknya ada 7 buah rumah, 5 rumah di Bandung dan 2 rumah di Cimahi. Sepertinya salah satu rumah yang dimiliki oleh Demang Hardjakusumah di Bandung adalah rumah keluarga Dajat Hardjakusumah yang terletak di Jl. Sultan Agung.

Dua rumah milik Demang Hardjakusumah di Cimahi letaknya berdekatan, jaraknya hanya terpisah oleh satu rumah lain. Dua rumah ini sempat bermasalah dalam status kepemilikannya. Untuk membantu menyelesaikan masalah sengketanya, keluarga Hardjakusumah kemudian meminta bantuan kepada keluarga Hardjadibrata dan permasalahannya dapat diselesaikan oleh ayah (anak Hardjadibrata) kawan SMA saya.

Salah satu rumah di Cimahi ini, yang terletak di persimpangan Jalan Raya Barat dengan Jalan Cihanjuang, kemudian ditempati oleh keluarga kawan SMA saya itu. Dulu kawan-kawan SMA sering datang bermain ke rumah yang gaya bangunannya masih bergaya kolonial itu. Sekali waktu setelah lulus SMA, kami sempat berkumpul lagi dan mengadakan acara buka bersama di rumah itu. Kemudian hari, rumah tua itu dijual kepada sebuah bank milik pemerintah provinsi Jawa Barat yang merubuhkan bangunannya dan menjadikan lahannya sebagai tempat parkir kendaraan.

WhatsApp Image 2020-04-18 at 15.37.29

Enter a caption

Dokter Sanitioso dan Dewi Sartika

Satu rumah lain milik Hardjakusumah di Cimahi yang letaknya hanya terpaut satu rumah itu, kemudian ditempati oleh keluarga dokter Sanitioso. Dokter ini punya keterkaitan cerita dengan beberapa tokoh pelaku sejarah.

Dokter Sanitioso adalah dokter yang merawat Raden Dewi Sartika di rumah sakit Cineam, Tasikmalaya. Pada saat itu tokoh pendidikan perempuan tersebut sedang dalam pengungsian akibat peristiwa Bandung Lautan Api pada tahun 1946. Bandung Lautan Api membuat banyak orang Bandung dan sekitarnya terpaksa mengungsi, terutama ke wilayah selatan. Tak terkecuali Dewi Sartika yang mula-mula mengungsi ke Ciparay, kemudian ke Garut, dan akhirnya sampai ke Cineam di Tasikmalaya. Ketika berada dalam pengungsian di Cineam, Dewi Sartika mengalami sakit keras hingga kemudian tutup usia pada tanggal  11 September 1948. Kisah ini diceritakan dalam buku biografi Dewi Sartika yang ditulis oleh Rochiati Wiriaatmadja.

Dokter Sanitioso dan Didi Kartasasmita

Selain terkait dengan tokoh sejarah Raden Dewi Sartika, dokter Sanitioso juga memiliki hubungan keluarga dengan Mayor Jenderal Raden Didi Kartasasmita, seorang tokoh sejarah di bidang militer. Didi Kartasasmita bersama dengan dua orang rekannya sesama bekas perwira KNIL adalah yang menghimpun dukungan para mantan perwira KNIL untuk memilih berada di barisan Republik Indonesia.

Didi Kartasasmita kerap singgah di rumah doker Sanitioso. Tentu saja, karena seperti yang ditulis oleh Tatang Sumarsono dalam buku biografi Didi Kartasasmita yang berjudul “Didi Kartasasmita; Pengabdian bagi Kemerdekaan”, dokter Sanitioso menikah dengan Kartiah, adik bungsu Didi Kartasasmita,

Pada masa pendudukan Jepang, dokter Sanitioso masih tinggal di Jalan Cicendo, tak jauh dari Gedung Pakuan, dan bekerja di sebuah rumah sakit di Cimahi. Di rumahnya, menumpang tiga orang anak Didi Kartasasmita yang ketika itu baru dibebaskan dari tahanan militer di Ambon.

Pada saat dalam perjalanan mengumpulkan tanda tangan maklumat untuk dukungan dari para mantan perwira KNIL setelah Kemerdekaan RI, Didi Kartasasmita sering mengingap di rumah dokter Sanitioso di Cicendo sambil menengok ketiga anak yang dititipkan kepaka adik iparnya itu.

Kepindahan dokter Sanitioso ke Cimahi sepertinya baru terjadi setalah masa Perang Kemerdekaan. Saat terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api keluarga Sanitioso ikut mengungsi ke Cineam yang merupakan kampung istrinya. Di pengungsian inilah dokter Sanitioso kemudian ikut merawat Dewi Sartika hingga wafat. Selepas pengungsian, dokter Sanitioso menjabat sebagai kepala Rumah Sakit Cibabat.

Buku biografi Didi Kartasasmita menceritakan bahwa selepas dari tahanan tentara NICA di Jakarta pada tahun 1947, Didi Kartasasmita  memilih untuk menemui Istri dan anaknya-anaknya yang tinggal bersama keluarga dokter Sanitioso di Cimahi.

Selepas dokter Sanitioso wafat beberapa tahun lalu, rumah itu diserahkan kepada pemiliknya yaitu ayah kawan saya. Rumah ini kemudian dijual kepada bank yang sama, dan bangunannya dihancurkan juga untuk (lagi-lagi) dijadikan lahan parkir kendaraan.

Ditulis Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

2 pemikiran pada “Kisah Dua Rumah di Cimahi & Kiprah Penghuninya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s