Skandal Homoseksual di Bandung

Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem)

Kasus pencabulan bukanlah suatu hal baru di Indonesia. Pada masa kolonial, kejadian tersebut turut dianggap sebagai suatu aib. Suatu kisah menarik mengenai itu diungkap dalam buku “Vaarwel, Tot Betere Tijden: Documentatie over de ondergang van Ned-Indie” yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Djambatan dengan judul “Selamat Tinggal, Sampai Jumpa Pada Masa yang Lebih Baik” karangan B.J. Bijkerk.

Ceritanya pada suatu malam, seorang pelajar Hogere Burger School (setingkat SMA) berteriak-teriak dan gugup sekali datang ke kantor polisi. Ia melaporkan telah diserang oleh seorang Eropa yang ingin melakukan hubungan seks dengannya.

Beberapa waktu kemudian, skandal seks itu terbongkar setelah polisi menangkap basah seorang pejabat tinggi Eropa di sebuah hotel Tionghoa di Bandung. Saat ditangkap, ia tengah melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang bocah pribumi (Terwijl deze ontucht pleegt met een Inlands jongetje). Sang pelaku segera dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Polisi kemudian menghubungi Residen Priangan dan Gubernur Jawa Barat yang kemudian menjatuhkan skorsing terhadap pejabat tersebut.

Sang pejabat lantas menanggalkan jabatannya dan atas kemauan sendiri naik kapal meninggalkan Hindia Belanda. Namun ketika kapal tersebut singgah di Makassar, pejabat tersebut diringkus polisi dan dibawa ke Batavia. Atas perintah jaksa agung, sang pejabat kemudian diganjar hukuman penjara selama satu setengah tahun di Sukamiskin.

Setelah itu, Gubernur Jenderal Tjarda van Stackenborgh Stachouwer memerintahkan razia besar-besaran terhadap pelaku Homoseksual. Terjadilah seorang direktur sekolah MULO di Bandung melakukan bunuh diri dengan membuka keran gas di rumahnya karena takut ditangkap polisi dan malu terhadap keluarganya atas perbuatannya. Sang direktur ini terkenal pula sebagai penulis buku kanak-kanak terkemuka sekaligus organisator tonil (drama) untuk remaja. Di lingkungan masyarakat Bandung dia dikenal sebagai orang terpandang… Siapa sangka ternyata dia homoseksual. Siapakah namanya tidak disebutkan dalam buku karangan Bijkerk…

5921_10207059144611583_1335001387785258445_n

 

Tautan asli: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10207059144611583&set=a.1311775149011.2041323.1069614412

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s