Catatan Perjalanan: Bandros Bandung

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

“…the way to see London is from the top of a ‘bus” – William Ewart Gladstone

Saya selalu bertanya – tanya pada diri sendiri mengenai alasan pemakaian nama Bandros untuk bus wisata Bandung. Apakah nama Bandros diambil dari nama makanan tradisional khas Bandung? Atau karena Bandros hanya singkatan yang cukup unik dan mudah diingat oleh konsumen?

Sesaat saya teringat konsep branding suatu produk. Jika kita memakai sudut pandang pemasaran, branding adalah poin terpenting dalam memperkenalkan suatu produk. Tujuan branding yakni mendapatkan perhatian dan loyalitas konsumen. Pemilihan brand name suatu produk haruslah sesuai dengan kriteria. Kriteria tersebut adalah mudah diingat, unik, dan kreatif. Nah, apakah branding Bandros ini sudah cukup tepat? Mungkin jawabannya tidak akan didapatkan pada waktu dekat ini.

Bandros saat tahun baru 2014

Sebelum lebih jauh membahas konsep branding Bandros, kita belum mengetahui permukaan luar mengenai Bandros. Bandros adalah singkatan dari Bandung Tour on the Bus. Bus yang dipakai Bandros memakai konsep double decker dimana terdiri dari dua dek. Bandros sendiri diperkenalkan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil kepada warga Bandung pada awal tahun baru.

Walaupun konsep bis yang dipakai Bandros memiliki tujuan sebagai angkutan publik, Bandros sendiri memiliki tujuan yang sangat unik. Tujuan awal dari Bandros adalah sebagai pengantar para wisatawan ke tempat wisata di Bandung. Tujuan Bandros ini memanfaatkan dek teratas dari bis. Berdasarkan observasi William Ewart Gladstone, cara terbaik menikmati kota adalah dengan berada di atas bis. Oleh karena itu, tujuan Bandros sebagai pengantar para wisatawan sangat tepat karena para wisatawan bisa melihat Bandung dari atas bis Bandros.

Sayang seribu sayang, rute Bandros sekarang ini masih tergolong pendek. Rute Bandros saat itu Taman Pustaka – Gedung Sate – Dago – kembali ke Taman Pustaka.

Walaupun rute Bandros yang tergolong pendek, kita akan menemukan kebahagiaan saat memakai Bandros. Kebahagiaan ini tidak hanya dialami penumpang Bandros. Kebahagiaan ini juga dialami oleh warga Bandung yang berada di rute Bandros. Kenapa tidak? Bis Bandros yang tergolong unik untuk warga Bandung menjadikan Bandros sebagai atraksi menyenangkan di sore hari. Jika kita melihat baik – baik Bandros yang melewati rute nya, kita akan menemukan warga Bandung yang melambaikan tangan kepada penumpang Bandros.

Penggiat Komunitas Aleut di Bandros

Sebagai penutup tulisan yang mulai tidak jelas ini, saya sebagai warga Bandung sangat berharap Bandros bisa lebih banyak dan lebih panjang jangkauannya. Mungkin tidak dalam waktu dekat ini, tapi lebih baik berharap bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s