Apa Buah Kecintaanku?

Oleh : Ayu ‘Kuke’ Wulandari

Penegasan, bukan pencerahan ^_^ itu yang terlahir setelah mendengar jawaban Tante Lottie (Charlotte Clayton Maramis) atas pertanyaan BR tentang sebentuk rasa cinta yang tumbuh justru teruntuk tanah yang bukanlah tanah kelahirannya sendiri. Kok bisa? Karena apa? Macam apa? Indonesia??

Dua generasi Jurnalis ^_^

Tante Lottie mencintai tanah air kita ini (baca:  Indonesia) melalui pusaran proses berkesinambungan yang tak mudah dan sama sekali tak pernah diniatkan untuk dihadapi, bukan hanya karena cintanya pada Om Anton semata. Berawal dari tumbuhnya empati Sang Ayah yang seorang Nakhoda, terus memenuhi tumbuh kembang pikir dari waktu ke waktu, dan tak berakhir begitu saja meski kisah romantis bersama Sang Suami (Anton Jann Maramis yang asli Manado) harus dilipat dalam kenang karena Om Anton telah lebih dulu berpulang pada 7 April 1999.

Charlotte & Anton Maramis, 18 Januari 1947 *sumber: http://ozip-magazine.com

Sebagai wujud cintanya, bersama Om Anton, Tante Lottie pun menyiapkan warisan berharga untuk generasi muda berkeadaan khusus (baca: keterbatasan penglihatan) berupa sekolah khusus di Manado, Manado School for the Blind. Bukan hanya sekedar menyediakan uang (ketika merayakan ulang tahun perkawinan dengan Om Anton di Manado, beliau berdua memilih tidak menerima kado, melainkan uang sebagai bentuk donasi) dan gedung, tapi juga menyediakan tenaga pendidik dan menyiapkan beberapa generasi muda berkeadaan khusus pilihan dengan mengirimkan mereka ke sekolah khusus pula di Australia. Sekolah tersebut sudah menghasilkan ^_^ maka berkeadaan khusus tak lagi menjadi batasan, berkontribusi bagi hidup dan bangsa ini pun tak lagi hanya bagiannya orang-orang normal.

Dan wujud kecintaan pula namanya jika hingga 2007 Tante Lottie masih terus meninggalkan jejak berupa buku-buku yang tak menanggalkan nama Indonesia.

Echoes Book One: Australia and Indonesia (The story of Anton Maramis and those Australians who assisted in Indonesia’s struggle for independence 1942 – 1949) *sumber: http://www.myspace.com/charlotte.maramis
Echoes Book Two: My Years in Indonesia 1949-1962 *sumber: http://www.myspace.com/charlotte.maramis
Life’s Way (yang memuat sosok Fred Wong) *sumber: http://www.myspace.com/charlotte.maramis

Kalau dipikir-pikir, beruntung sekali Indonesia dicintai sedalam itu oleh Tante Lottie, bisa menginspirasi beliau melahirkan ragam kontribusi yang semata-mata bukan untuk kepentingannya sendiri. Jika mau menelusuri lagi, aku yakin hanya akan ditemukan lebih dari satu Tante Lottie – Tante Lottie lain; mereka yang termasuk dalam kategori ‘orang-orang yang bisa mengintepretasikan kecintaannya dalam bentuk manfaat’.

Lalu, bagaimana dengan aku? Apa buah kecintaanku? Meski aku berani bilang betapa aku mencintai tanah ini, fasih menyanyikan lagu nasional yang kalah populer dengan tembang pop minim kunci nada, apa yang sudah aku berikan padanya? Ya, bukan pada tanahnya itu sendiri, melainkan pada mereka yang tumbuh-&-akan-tumbuh di tanah ini? Apa cukup dengan perjalanan-perjalananku dan geliat berbagi hasil tangkapan dari kamera di media praktis? Apa cukup dengan tulisan-tulisan yang mutunya masih jauh dari awang-awang? Apa cukup dengan menjejali materi Kalkulus, lalu memusingkan dengan seluk-beluk lika-liku pengembangan Software, dan mengakhirinya dengan deretan dongeng Biner? Apa itu yang dibutuhkan?

Lalu bagaimana dengan kamu? Apa buah kecintaanmu pada tanah ini? Sekedar kalimat, “Aku cinta Indonesia” dengan ragam tingkat kehebohan di mulut lalu terpatri di kaus dan status? Sekedar protes kanan-kiri-depan-belakang-atas-bawah mengatasnamakan geliat resah rakyat demi meruahnya segala macam ulah para petinggi?

Aku sendiri belum tahu apa buah kecintaanku yang nyata menguatkan tanah yang terancam dirapuhkan anak-anaknya sendiri dari dalam ^_^ bisa jadi butuh lain orang untuk mengetahuinya. Tapi seperti kataku di awal, keberadaan Tante Lottie bukan lagi sekedar memberikan pencerahan melainkan penegasan jauh di dasar hati. Penegasan untuk tak menanggalkan kecintaan akan tanah ini, pun bukan sekedar menyimpan cinta tanpa wajah ~_~ meski mungkin.. caraku sederhana..

***

bacaan menarik tentang Tante Lottie ada di sini http://ozip-magazine.com/?p=922 dan di sini juga loh  http://www.smh.com.au/opinion/politics/love-in-the-face-of-prejudice-20100423-tj1e.html?skin=text-only ^_^ myspace-nya juga ada http://www.myspace.com/charlotte.maramis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s