Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Fadly Badjuri, kakek berusia 108 tahun itu tengah membakar rokok kreteknya yang pertama. Sementara Abdul Fatah, anaknya yang bungsu sedang sibuk melayani pembeli. Tak lama kemudian Abdul Fatah masuk ke dalam rumah dan menyuguhkan minuman mineral dalam gelas, “sama bapak mah ngobrol aja ya.” Kemudian dia keluar lagi sebab ada … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Madrawi – Kisah Keluarga dan Tanah Harapan
Soekarno
Gedung Merdeka
Pada penutupan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955, Presiden Sukarno memberikan nama baru bagi gedung Societeit Concordia, yaitu Gedung Merdeka. Sudah satu minggu sejak tanggal 18 April, Societeit Concordia dijadikan tempat konferensi negara-negara Asia-Afrika. Semangat menuju kemerdekaan bangsa-bangsa adalah hasil utama konferensi ini yang dituangkan dalam The Final Communique of the Asian-African Conference, salah … Lanjutkan membaca Gedung Merdeka
#PojokKAA2015: Penasaran Sepanjang KAA 1955
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Kebiasaan warga Bandung adalah mengikuti apa yang sedang terkini di Bandung. Mulai dari Tebing Keraton hingga sinetron Preman Pensiun diikuti oleh orang Bandung. Akhir - akhir ini, hal yang terkini di Bandung adalah semarak Konferensi Asia Afrika. Semarak Konferensi Asia Afrika menyedot banyak warga Bandung untuk ikut serta atau hanya memantau. Tapi, seperti kita … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Penasaran Sepanjang KAA 1955
#PojokKAA2015: Sel Soekarno di Banceuy Juga Ikut Berbenah
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Ada hal menarik pada saat saya berkunjung ke Jl. Banceuy pada hari Rabu kemarin. Di sekitar Bekas Sel Penjara Soekarno, terlihat tengah berlangsung proyek perbaikan. Pada saat bertanya kepada salah satu pekerja untuk menanyakan proyek apa yang sedang berlangsung, saya lansgung diarahkan untuk bertemu Pak Ahmad, petugas penjaga situs ini. … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Sel Soekarno di Banceuy Juga Ikut Berbenah
Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 1
Untuk sementara pasangan Sukarno-Inggit tinggal di rumah orang tua Inggit di Javaveemweg. Setelah itu mereka berpindah-pindah tempat tinggal ke beberapa lokasi di dalam kota Bandung. Awalnya ke Gg. Djaksa di sebelah selatan Regentsweg (sekarang Jl. Dewi Sartika), lalu ke Gedong Dalapan di Poengkoerweg (Jl. Pungkur), kemudian ke Regentsweg 22, sebelum akhirnya menetap di sebuah rumah panggung di Astanaanjarweg.