Tulisan ini adalah hasil “Kelas Menulis” yang merupakan bagian dari kegiatan pelatihan Aleut Development Program (APD) 2020 Ditulis oleh : Wildan Aji ‘t Oude moedertje zat bevend Op het telegraafkantoor Vriend’lijk sprak de ambt’naar Juffrouw, aanstonds geeft Bandoeng gehoor Trillend op haar stramme benen Greep zij naar de microfoon En toen hoorde zij, o wonder … Lanjutkan membaca Momotoran Nyaba ka Pangalengan: Bosscha dan Makamnya.
Malabar
“Vervoloog Malabar: Riwayatmu Kini”
Tulisan ini adalah hasil “Kelas Menulis” yang merupakan bagian dari kegiatan pelatihan Aleut Development Program (APD) 2020 Ditulis oleh: Deuis Raniarti. Karel Albert Rudolf Bosscha datang ke Pulau Jawa pada tahun 1887. Awalnya ia datang untuk membantu pamannya, Kerkhoven, mengelola perkebunan Sinagar, namun pada akhirnya ia mengelola perkebunan miliknya sendiri di Pangalengan. Setelah menuai kesuksesan, … Lanjutkan membaca “Vervoloog Malabar: Riwayatmu Kini”
Travelogue : Situ Cileunca, Pangalengan
By adiraoktaroza Sekitar 45 Kilometer dari Kota Bandung, terdapat sebuah Danau yang menyimpan beribu pesona dan cerita, Situ Cileunca namanya. Lokasi tepatnya berada di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Berada di ketinggian 1550 Mdpl, membuat Situ Cileunca memiliki hawa yang sejuk dan menyegarkan. Bahkan di saat-saat tertentu suhu di sana dapat mencapai 10°Celcius. Selain suasana danau yang … Lanjutkan membaca Travelogue : Situ Cileunca, Pangalengan
Gunung-gunung di Gasibu
Oleh: Nandar Rusnandar (@nandarkhan) Hari Minggu pagi memang asyik bila dimanfaatkan untuk sekadar jalan santai atau olah raga lari-lari kecil, di Bandung ada banyak tempat tempat yang disediakan untuk kegiatan olahraga ringan ini, salah satunya, Gasibu. Lapangan Gasibu sekarang sudah lebih bagus dibanding tahun-tahun kemarin, sudah tersedia jogging track berwarna biru mengelilingi lapangan utama, ditambah … Lanjutkan membaca Gunung-gunung di Gasibu
Kliping Riwayat Preangerplanters
Lima artikel yang dimuat di HU Pikiran Rakyat, rubrik Selisik, Senin, 22 Februari 2016. Salinan artikelnya menyusul.
Kina Pertama
160 tahun yang lalu, Franz Wilhelm Junghuhn, menanam kina pertamanya di daerah Pangalengan.
Pembangkit Listrik Malabar
Pembangkit listrik tua di Malabar, angka tahunnya sebelum 1900, letaknya agak di perdalaman yang harus ditempuh melewati punggungan gunung dan hutan. Secara jarak sebetulnya tidak terlalu jauh dari rumah tinggal pendirinya, KAR Bosscha, tapi akses jalan yang sulit membuatnya terkesan sangat terpencil, apalagi letaknya di dasar sebuah lembah yang sempit. Yang sehari2 tinggal menjaga di … Lanjutkan membaca Pembangkit Listrik Malabar
Jalur Teh
Dua tahun lalu, @komunitasaleut mengadakan perjalanan panjang bermotor dengan judul "Jejak Teh Priangan" yang berlangsung 3 hari 2 malam. Perjalanan dimulai dengan jalur yang tidak umum, lewat Ibun, Majalaya, lalu ke Cibeureum, Samarang, Garut, Bayongbong, sampai Cikajang. Sebelum Cikajang, suasana perkebunan teh sudah sangat terasa. Hamparan pohonan yang luas dalam kabut dan gerimis bergantian. Lalu … Lanjutkan membaca Jalur Teh
Sang Juragan Teh
Oleh : Hevi Fauzan* (@hevifauzan) Buku ini menceritakan perjuangan seorang petani teh, Rudolf Eduard Kerkhoven, yang berhasil membuka lahan di Gambung, sebuah daerah di sebelah selatan kota Bandung. Mula-mula terbit tahun 1992. Dalam bahasa Belanda, buku ini diberi judul “Heren Van de Thee”. Buku biografi ini disusun berdasarkan surat-surat koresponden sekitar pelaku utama, keluarga, dan … Lanjutkan membaca Sang Juragan Teh
Rel Kereta Api memiliki Arti
Oleh: Alek alias @A13Xtriple Semenjak suka ikut-ikutan jalan-jalan dengan @KomunitasAleut, saya jadi terpacu dan senang memperhatikan detail setiap benda, terutama benda-benda lama yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut tak lagi hanya menjadi benda mati tanpa arti, namun memiliki cerita di dalamnya. Dalam beberapa minggu di akhir bulan September dan awal bulan Oktober 2013 @KomunitasAleut mengadakan … Lanjutkan membaca Rel Kereta Api memiliki Arti
Anda Kerkhoven: dari Bandung menjadi “Pahlawan Perempuan di Groningen”
Oleh: Alek alias @A13Xtriple Cerita ini adalah tentang Anda Kerkhoven atau lengkapnya, Melisande Tatiana Marie Kerkhoven. Anda adalah anak ke 6 dari 8 bersaudara pasangan Ir. Adriaan Rudolph Willem (ARW) Kerkhoven (1868-1944) dengan Constanze Pauline Marie Bosscha (1885-1961). Constanze adalah keponakan K.AR. Bosscha, pemilik perkebunan teh Malabar. Pasangan Adriaan dan Constanze menikah di Bandung, pada … Lanjutkan membaca Anda Kerkhoven: dari Bandung menjadi “Pahlawan Perempuan di Groningen”
de Koning der Thee (Sang Raja Teh)
Oleh: Alek alias @A13Xtriple Tanah Priangan yang subur melahirkan banyak Preangerplanters yang kaya raya: Suiker Lords, Thee Jonkers, Koffie Baronnen, Kina Boeren, dan Tabaks Boeren. Boeren dalam bahasa Belanda berarti petani, namun boeren di sini tentunya bukan petani biasa melainkan petani kaya raya. Begitu pun dengan planters yang berarti pemilik perkebunan, mereka bergelimang harta. Ada … Lanjutkan membaca de Koning der Thee (Sang Raja Teh)
Sepetik Kisah Teh di Priangan
Oleh : M. Ryzki Wiryawan @sadnesssystem Dapatkah anda membayangkan hubungan antara wanita-wanita cantik yang hingga saat ini menjadi ciri khas Bandung dengan sejarah teh di Priangan ? Tahukah anda apabila negeriini bisa merdeka karena teh ? Tampaknya kita menganggap remeh hubungan antara sejarah teh di Priangan dengan kehidupan kita saat ini. Peninggalan kejayaan teh Priangan … Lanjutkan membaca Sepetik Kisah Teh di Priangan
Ngaleut! Puntang – Curug Gentong
Ditulis oleh : Cici Asri Mustika Peristiwa telekomunikasi ini terjadi berkat adanya stasiun Radio Malabar. Singkat cerita, hari Minggu kemarin (13/12/09) komunitas Aleut mengajak pegiat-pegiatnya untuk menjelajahi sisa-sisa kolonial di Puntang - Malabar. Semangat ? Sudah pasti ! Karena saya penasaran sekali dengan keberadaan Radio Malabar ini dan sudah sejak lama ingin melihat langsung sisa-sisa … Lanjutkan membaca Ngaleut! Puntang – Curug Gentong
Gunung Puntang, nanti aku kembali
Ditulis oleh : Febya Stevaria Tangahu Minggu pagi tanggal 13 Desember 2009, aku dibangunin sama ibu buat pergi ngaleut. Jam setengah 7 aku sudah siap berangkat di anter ibu, di perjalanan aku heran ko hari ini sepi ya jalan? Aku check sms di hp dan kubaca ternyata ngaleutnya jam 8! sial sudah buru-buru eh gataunya … Lanjutkan membaca Gunung Puntang, nanti aku kembali