Nah, ini kegiatan @mooibandoeng terbaru. Lengkapnya sebetulnya ada 4 mata acara, 2 kali Ngaleut Jejak Preangerplanters di Bandung yang sudah terlaksana pada hari Minggu tanggal 3 dan 10 Januari 2016 yang lalu dan 2 kegiatan lain pada akhir pekan ini. Masing-masing adalah: 1) hari Sabtu tanggal 16 Januari 2016 berupa Bedah Buku Preangerplanters yang diadakan … Lanjutkan membaca Mengenal Riwayat Preangerplanters
Komunitas Aleut
Catatan Ngaleut Museum Biofarma
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Berikan satu kata yang tepat dan jujur tentang museum? Tentu saja, kata tersebut adalah membosankan. Kata membosankan menjadi pas saat kita memasuki ruangan museum dengan penerangan yang kurang. Lalu, kita sebagai pengunjung hanya bisa melihat barang – barang jadul dan foto-foto hitam putih saja, tanpa papan informasi. Sungguh membosankan bukan? Tapi … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Museum Biofarma
Kartini atau Dewi Sartika?
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Aku juga berjuang,” bela Kartini, “ikut melawan tirani budaya yang feodalistis, tiranik dan hegemonis. Sama sepertimu.” “Ya, ya, aku tak hendak mencibirmu atau apa. Maksudku-” “Oke, jujur saja, tak perlu berputar-putar. Kau iri kan?” “Hey!” Muka Dewi Sartika mendadak merah padam. Seakan ada sejuta sumpah serapah tercekat di kerongkongannya, memaksa ingin … Lanjutkan membaca Kartini atau Dewi Sartika?
Naik Sepur Sepanjang Bandung – Cicalengka
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) All aboard! The Night Train! (James Brown – Night Train) Ibu saya pernah menceritakan pengalamannya saat naik kereta api ekonomi ke Kebumen. Dalam ceritanya, gerbong kereta yang dinaiki ibu dipenuhi oleh penumpang dan barang bawaannya. Saking penuhnya, ibu saya yang masih berumur 10 tahun kerap tersenggol hingga jatuh. Selain oleh penumpang, … Lanjutkan membaca Naik Sepur Sepanjang Bandung – Cicalengka
Surat Kereta Untuk Alina
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Alina sayang, apa kabar? Ini entah surat yang keberapa. Aku tak menghitungnya. Keberadaanmu yang entah di mana, membuat semua risalah tak menemukan alamatnya. Namun aku tak pernah bosan menulisnya untukmu, Alina. Dan sekali ini, aku ingin berbagi cerita tentang perjalananku ke Semarang dan Ambarawa menggunakan moda transportasi kesayangan kita. Ya, … Lanjutkan membaca Surat Kereta Untuk Alina
Bandung (BD) ke Semarang Tawang (SMT) dengan Kereta Wisata Priority
Oleh: Ghera Nugraha (@vonGNR) BD – CMI – PWK – CKP – CN – TG – PK – SMT Bandung – Cimahi – Purwakarta – Cikampek – Cianjur – Tegal – Pekalongan – Semarang Tawang Bagi masyarakat Indonesia di Pulau Jawa, moda transportasi masal Kereta Api sudah tidak asing lagi. Bahkan di beberapa kota besar … Lanjutkan membaca Bandung (BD) ke Semarang Tawang (SMT) dengan Kereta Wisata Priority
Perpisahaan, Topi, dan Kereta Api
Oleh: Kedai Preanger (@KedaiPreanger) “Akhirnya peluit pun dibunyikan Buat penghabisan kali kugenggam jarimu Lewat celah kaca jendela Lalu perlahan-lahan jarak antara kita Mengembang jua Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu Yang menggigil di angin senja.” ---Elha Entah, bagi saya kereta api selalu identik dengan perpisahan. Tak hanya kereta sebetulnya, namun alat transportasi lain pun kerap menyuguhkan … Lanjutkan membaca Perpisahaan, Topi, dan Kereta Api
12 Nisan di Taman Makam Pahlawan Cikutra
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Siang itu, saya bersama Komunitas Aleut sedang berada di TMP Cikutra. Saat itu, kami melakukan kegiatan berjudul “Ngaleut Cikutra”. Selama kegiatan berlangsung, kami berkeliling di sekitaran TMP Cikutra untuk melihat beberapa nisan pahlawan terkenal seperti E.F.E. Douwes Dekker dan Abdoel Moeis, Di tengah perjalanan berkeliling di dalam TMP Cikutra, saya … Lanjutkan membaca 12 Nisan di Taman Makam Pahlawan Cikutra
Palang Merah, Romansa Zaman Perang, dan Perjuangan di Zaman Merdeka
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Setelah dua puluh empat tahun tinggal di Bandung, baru hari Minggu kemarin (16 Agustus 2015) saya masuk ke Taman Makam Pahlawan Cikutra. Kesempatan ini saya dapatkan bersama-sama dengan Komunitas Aleut saat Ngaleut Taman Makam Pahlawan. Kami berkunjung dalam rangka nyekar menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia dan juga mencari tahu siapa saja … Lanjutkan membaca Palang Merah, Romansa Zaman Perang, dan Perjuangan di Zaman Merdeka
Komunitas Aleut: Mencintai Kota dari Dekat
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) “Kotamu nanti bakal mekar menjadi plaza raksasa Banyak yang terasa baru, segala yang lama mungkin akan tinggal cerita, dan kita tak punya waktu untuk berduka.” (Joko Pinurbo) *** Seseorang datang ke kantor Pemkot Bandung hendak melihat dokumentasi catatan sejarah tentang kota tempat lahirnya, namun sayang sejarah yang dia cari hanya … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Mencintai Kota dari Dekat
Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Di tengah siang yang terik dan kuno, terlihat Socrates dengan pakaian gembelnya sedang keluyuran, gudag-gidig di seputaran pasar Athena. Edan, sang filsuf ini ujug-ujug berdiskusi soal Tuhan dengan seorang penjual ikan: menjelaskan kalau dewa-dewi nggak ada. Ini bukan satu dua kali, tapi gurunya Plato ini sudah kelewat sering. Karena dianggap subversif, … Lanjutkan membaca Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik
Kelas Resensi Buku Komunitas Aleut
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) “Kalau tak ada yang kau baca, lalu apa yang mau kau tulis?” --Asma Nadia Meskipun pada mulanya lahir dari rahim sejarah kota, namun pada perjalanannya Aleut berkembang menjadi wadah yang bukan hanya belajar tentang sejarah dan masa lalu. Sebagaimana kelahirannya, komunitas ini turut dibidani oleh buku. Beberapa buku Haryoto Kunto--Sang … Lanjutkan membaca Kelas Resensi Buku Komunitas Aleut
Sudut Literasi di Kedai Preanger
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Sungguh kenikmatan surgawi di dunia. Tak seperti wanita, buku adalah teman duduk terbaik, mustahil mengkhianatimu. Dan makin sempurna ketika hadir secangkir kopi; Espresso, Cappuccino, Macchiato, Mochachino, Americano, Caffe Latte, atau apapun variannya silahkan pilih sesuai selera. Bacaan manis menarik hati dibalut kehangatan kopi, ah nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Membaca … Lanjutkan membaca Sudut Literasi di Kedai Preanger
Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Mun seug dibandingkeun jeung kota-kota nu aya di basisir kayaning Jakarta, Cirebon, Semarang jeung Surabaya, Bandung mah kaasup kota nu kaitung anyar kěněh. Tapi angger wě sok sanajan kitu, ari nu ngaranna kota mah pasti miboga sejarah. Kiwari di Bandung aya sababaraha komunitas nu sok nalumtik ajěn inajěn sejarah Bandung … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan
Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Utamana jalma kudu réa batur, keur silih tulungan, silih nitipkeunna diri, budi akal lantaran tipada jalma. Kapan ogé lain ari nu ngarana silaturahmi téh bakal manjangkeun rezeki jeung manjangkeun umur. Aya deui hiji mangpaat ceuk sobat kuring mah, “loba ngilu komunitas, bakal ngabuka loba panto ogé pikeun beubeunangan”. Enya da gening karumasaan … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh