Oleh: Reza Khoerul Iman / Bandung Bergerak Repost dari Bandung Bergerak. Tulisan aslinya bisa lihat di sini. Suasana selatan Alun-alun Kota Bandung tempo dulu di dekat pendopo Bandung. (Sumber KITLV 1400371) BandungBergerak.id – Lima buku tentang Bandung tertumpuk di bangku kecil di Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandung. Ukurannya beragam, dari yang besar dan tebal … Lanjutkan membaca Mendengarkan Dongeng tentang Alun-alun Bandung dari Dulu hingga Kini bersama Komunitas Aleut
Dayeuhkolot
Jalur Kereta Api Bandung-Kopo 12 Februari 1921
Oleh: Aditya Wijaya Buku Ter Herinnering aan de Opening van de Lijn Bandoeng - Kopo op 12 Februari 1921 (Delpher) Ada satu buku yang menarik perhatian saya tatkala sedang menjelajahi situs Delpher. Buku itu berjudul “Ter Herinnering aan de Opening van de Lijn Bandoeng – Kopo Op 12 Februari 1921”. Ingatan saya langsung kembali kepada … Lanjutkan membaca Jalur Kereta Api Bandung-Kopo 12 Februari 1921
Sekitar Bandung Lautan Api: Dayeuhkolot, Cilampeni
Oleh: Komunitas Aleut Jembatan Dayeuhkolot, baru (kiri) dan lama (kanan). Foto: Deuis Raniarti. PERTAHANAN DI SEPANJANG GARIS DEMARKASI CI TARUM Setelah Kota Bandung dikosongkan pada tanggal 24 Maret 1946 (baca tulisan sebelumnya dalam serial “Sekitar Bandung Lautan Api” ini), baru keesokan harinya pasukan Inggris berani memasuki daerah Bandung Selatan. Saat itu, AH Nasution sebagai Komandan … Lanjutkan membaca Sekitar Bandung Lautan Api: Dayeuhkolot, Cilampeni
Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian 2)
Baca : Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian I) Oleh : Rizka Fadhilla (@rizka_fdhlla) Gambung terletak di kaki Gunung Tilu dan di bagian belakangnya terletak wilayah Pangalengan. Narasumber bercerita bagaimana beratnya upaya Rudolf Eduard Kerkhoven merintis perkebunan di wilayah Ciwidey dan Pangalengan. Setelah mengolah lahan gambung bekas perkebunan kopi … Lanjutkan membaca Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian 2)
Catatan Perjalanan: Ngaleut Situ Aul
Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) “Ngaleut Situ Aul. Kumpul jam 6.36 di Kedai Preanger,” begitulah yang tertera pada poster yang di-post di Instagram Komunitas Aleut. Aku bersemangat sekaligus sedikit khawatir karena ini adalah ngaleut pertamaku di bulan Ramadan, khawatir medannya terlalu berat dan bisa berakibat batal puasa. Tapi daripada disawang mending langsung buktikan sendiri. Jadilah hari … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Situ Aul
Dewata yang Masih Menjadi Misteri
Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Ngaleut Dewata. Bali? Sepertinya bukan. Ya memang bukan karena Dewata yang dimaksud di sini adalah nama sebuah perkebunan teh di daerah Gunung Tilu, Bandung, sekitar 30 km dari Ciwidey. Kebun seluas 600 ha ini merupakan pemasok bahan baku untuk brand Lipton dan brand lainnya di luar negeri. Keindahan tersembunyi yang harus … Lanjutkan membaca Dewata yang Masih Menjadi Misteri
Pengalaman Menarik Di Ngaleut Dewata
Oleh: Mey Saprida Yanti (@meysaprida) Gelap, dingin, mencekam. Tidak pernah terpikir sebelumnya akan mengalami ketiga hal tersebut secara berbarengan, saat ngaleut ke Perkebunan Teh Dewata bersama Komunitas Aleut di penghujung April kemarin. Kalau pulangnya malam hari, saya sih sudah menduga, karena esok hari adalah May Day, libur di hari senin. Sebelum mulai Ngaleut, beberapa teman … Lanjutkan membaca Pengalaman Menarik Di Ngaleut Dewata
Aku, Kalian, dan Pengalaman Menuju Dewata
Oleh: Rulfhi Alimudin Pratama (@rulfhirama) Minggu pagi di saat matahari masih malu-malu untuk menampakan diri. Saya dan rekan-rekan Komunitas Aleut sudah bersemangat untuk momotoran ke Dewata. Dewata kali ini bukanlah sebuah tempat berpantai dengan pasir putih dan ratusan bikini berjemuran. Dewata yang akan kami singgahi kali ini adalah sebuah perkebunan teh yang terletak di daerah … Lanjutkan membaca Aku, Kalian, dan Pengalaman Menuju Dewata
Bale Endah
Atje bergerak ke arah utara. Sampai di Tasikmalaya, ia menulis berita dengan judul "Bandung jadi Lautan Api".
Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)
Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3) Siapakah Chabanneau? Ada informasi yang cukup mengejutkan ketika menelusuri jejak literatur yang menyinggung nama Chabanneau ini. Seorang antropolog, James T Siegel, menguak kabar bahwa ternyata sang penulis roman sesungguhnya adalah seorang pemeras. Cuplikan pemuatan artikel ini (bagian 3) di HU Pikiran Rakyat, Selasa, 17 Februari 2015. Dalam buku Siegel … Lanjutkan membaca Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)
Annaa Maria de Groote (1755-1756)
Ini soal nisan lagi. Sejak disinggung oleh Kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (Granesia, 1984), nisan yang satu ini hanya beredar sebagai kabar burung saja tanpa pernah ada catatan dari seseorang yang benar-benar melihatnya. Haryoto Kunto menyampaikan cerita nisan ini dengan mengutip buku karya Reitsma & Goodland tahun 1921, disebutkannya bahwa … Lanjutkan membaca Annaa Maria de Groote (1755-1756)
Stasiun Radio Malabar-Gunung Puntang
Kawasan wisata Gunung Puntang yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Malabar, terletak di desa dan kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Kawasan ini sempat pusat perhatian dunia pada tahun 1923 karena saat itu pemerintah Hindia Belanda berhasil mendirikan stasiun radio pemancar yang pertama dan terbesar di Asia. Untuk memancarkan gelombang radio digunakan bentangan antena sepanjang 2 km … Lanjutkan membaca Stasiun Radio Malabar-Gunung Puntang
Nganjang ka Dayeuhkolot-Banjaran
Ini catatan dari dua tahun lalu setelah ngaleut bareng @KomunitasAleut. Daripada hilang ditelan multiply, saya unggah lagi di sini, lumayan buat bahan ngabuburit atau yang ingin jalan-jalan ke daerah sana.. Ngaleut Dayeuhkolot-Banjaran Bagian 1 MONUMEN MOHAMMAD TOHA Pada hari Minggu lalu, 20 Maret 2011, Komunitas Aleut! mengadakan kunjungan ke daerah Dayeuhkolot dengan tema utamanya mengenang … Lanjutkan membaca Nganjang ka Dayeuhkolot-Banjaran