Wawancara Komunitas Aleut dengan TVRI (Bagian I)

Bung @irfanteguh dari Komunitas Aleut saat persiapan rekaman untuk salah satu program TVRI pusat pada hari Kamis minggu lalu. Bahasan paket televisi ini seputar keberadaan dan nasib situs Candi Bojongmenje di Cicalengka, termasuk bagaimana komunitas-komunitas muda di Bandung mengapresiasinya.

Rasia Bandoeng dan Ngaleut Tjerita Tjinta jang Benar Terdjadi di Bandoeng Tahon 1900-an

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Katanya jatuh cinta membuatmu jadi orang dungu. Oh baiklah pembaca yang budiman, sebelumnya maaf hanya judulnya yang pakai Bahasa Melayu Pasar, karena saya malas dan tak punya cukup kedunguan untuk menuliskannya dalam bahasa seprimitif itu, apalagi ejaan yang setuwir itu. Entahlah, kalau sekiranya jatuh cinta, mungkin bisa saja, tapi saya tak sedungu … Lanjutkan membaca Rasia Bandoeng dan Ngaleut Tjerita Tjinta jang Benar Terdjadi di Bandoeng Tahon 1900-an

Catatan NgAleut Rasia Bandoeng

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Malam ini malam Imlek. Barudak Aleut sudah terlihat berkumpul di halaman BRI Tower. Banyak di antara mereka - sebagian belum saya kenal - yang mengenakan kaos berwarna coklat dengan tulisan "Komunitas Aleut." Kaos baru. Kawan-kawan ini sedang pada bersiap untuk Ngaleut Rasia Bandoeng. Gerimis mulai turun saat kami berkumpul dalam … Lanjutkan membaca Catatan NgAleut Rasia Bandoeng

Becak

Oleh: Irfan Arfin (@fan_fin) “Tuang jang?” “Mangga.., mangga, Pak” Begitu serunya dengan mulut yang masih dipenuhi makanan, lantang tapi belepotan menawarkan kepada saya nasi kuning yang tengah ia makan sebagai pengganjal perut di pukul sepuluh pagi. Sedangkan saya sendiri menjawab tawarannya sambil asyik di belakang jendela bidik menangkap setiap gerakan dari figur unik yang saya … Lanjutkan membaca Becak

Villa Isola

Villa Isola dulu dikenal dengan nama Villa Beretty. Dominic Willem Beretty, pemilik awal villa ini, adalah seorang miliuner berkebangsaan Italia pendiri Kantor Berita Aneta. Villa ini merupakan rancangan C.P. Wolff Schoemaker yang bergaya art deco. Villa ini selesai dibangun pada tahun 1933. Pada tahun 1936, villa ini dibeli oleh Hotel Savoy Homann dan namanya diganti … Lanjutkan membaca Villa Isola

Sang Juragan Teh

Oleh : Hevi Fauzan* (@hevifauzan) Buku ini menceritakan perjuangan seorang petani teh, Rudolf Eduard Kerkhoven, yang berhasil membuka lahan di Gambung, sebuah daerah di sebelah selatan kota Bandung. Mula-mula terbit tahun 1992. Dalam bahasa Belanda, buku ini diberi judul “Heren Van de Thee”. Buku biografi ini disusun berdasarkan surat-surat koresponden sekitar pelaku utama, keluarga, dan … Lanjutkan membaca Sang Juragan Teh

Tidak Selamanya Mantan Itu Buruk: Perencanaan Kota Kolonial vs Modern

Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) “Mantan adalah seseorang istimewa yang diciptakan Tuhan untuk mengambil uangmu, dan memberimu kenangan buruk sebagai gantinya.” Oke, semoga sedikit joke tentang mantan barusan bisa menjadi pembuka yang menarik untuk tulisan agak serius berikut. Seperti diketahui, ada sebuah kutipan indah yang menyebutkan jika “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”.  Tidak … Lanjutkan membaca Tidak Selamanya Mantan Itu Buruk: Perencanaan Kota Kolonial vs Modern

Catatan Ngaleut Museum Biofarma

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Berikan satu kata yang tepat dan jujur tentang museum? Tentu saja, kata tersebut adalah membosankan. Kata membosankan menjadi pas saat kita memasuki ruangan museum dengan penerangan yang kurang. Lalu, kita sebagai pengunjung hanya bisa melihat barang – barang jadul dan foto-foto hitam putih saja, tanpa papan informasi. Sungguh membosankan bukan? Tapi … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Museum Biofarma

Kartini atau Dewi Sartika?

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Aku juga berjuang,” bela Kartini, “ikut melawan tirani budaya yang feodalistis, tiranik dan hegemonis. Sama sepertimu.” “Ya, ya, aku tak hendak mencibirmu atau apa. Maksudku-” “Oke, jujur saja, tak perlu berputar-putar. Kau iri kan?” “Hey!” Muka Dewi Sartika mendadak merah padam. Seakan ada sejuta sumpah serapah tercekat di kerongkongannya, memaksa ingin … Lanjutkan membaca Kartini atau Dewi Sartika?

Ke Bandung-lah Sukarno Akan Kembali…

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Kota Bandung memiliki keterikatan yang sangat erat di dalam diri seorang Sukarno. Ya, meskipun ia lahir dan besar di daerah Jawa Timur, namun di Bandung-lah dirinya ditempa hingga menjadi sosok yang kini kita kenal. Di Kota Bandung ia memulai kiprah politiknya. Awalnya ia dikenal masyarkat sebagai orator yang ulung. Kemudian, … Lanjutkan membaca Ke Bandung-lah Sukarno Akan Kembali…

Nikmatnya Menyantap Lomie Cilie

Oleh: Fathonil Aziz (@aziztony) dan Maya Firmansyah (@Raeki91) Bandung sebagai kota yang terletak di dataran memiliki hawa yang cukup dingin. Hal ini menimbulkan sensasi rasa luar biasa saat kita menikmati makanan atau minuman hangat di tengah dinginnya hawa Kota Bandung, apalagi ketika Kota Bandung diguyur hujan yang cukup deras di bulan November. Lomie, makanan yang … Lanjutkan membaca Nikmatnya Menyantap Lomie Cilie

Bubur Cianjur Rasa Buah Batu

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Nasi telah menjadi bubur nasi, bukan bubur kacang. Tempo kini, fungsi bubur tidak hanya menjadi pengingat seperti orang Tiongkok lakukan tiap hari ke-8 bulan lunar ke-12. Sekarang ini, bubur hanya berfungsi sebagai obat lapar yang dikonsumsi tanpa harus memikirkan filsafat bubur. Terkadang, bubur menjadi makanan utama bagi orang sakit. Lebih … Lanjutkan membaca Bubur Cianjur Rasa Buah Batu

Kosambi Pernah Jadi Pusat Hiburan di Bandung

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Manusia adalah makkhluk hidup yang spesial. Berbeda dengan makhluk hidup lainnya, manusia membutuhkan hal-hal lain untuk tetap bertahan hidup dalam menjalani kehidupannya. Salah satu kebutuhan tersebut adalah hiburan. Sejak dahulu, manusia menghibur diri mereka dengan berbagai macam hal, seperti musik, drama, dan olahraga. Dengan hiburan, manusia bisa kembali berpikiran jernih … Lanjutkan membaca Kosambi Pernah Jadi Pusat Hiburan di Bandung

ITB sebagai Objek Wisata Alternatif

Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Alkisah sekitar seabad yang lalu, tepatnya pada 4 Juli 1919, empat gadis mewakili empat bangsa secara simbolis menanam empat batang pohon di tengah lahan persawahan Dago, menandai pembangunan sekolah tinggi teknik pertama di Hindia Belanda – Technische Hogeschool – yang akan didirikan di lahan tersebut. Beberapa tahun sebelumnya, niat pendirian sekolah … Lanjutkan membaca ITB sebagai Objek Wisata Alternatif

Obrolan di Pasar Cihaurgeulis

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Seorang anak kecil terlihat tidak tenang. Beberapa kali ia merengek kepada ibunya yang sedang asik berbelanja. Pertanyaan “Mah, kapan kita pulang?” terus menerus ia lemparkan sambil menutup hidung. Satu-dua kali ibu muda ini masih menjawab pertanyaan anaknya, lalu kemudian tak lagi menggubris rengekan yang terus datang tanpa henti. “Berapa umurnya, … Lanjutkan membaca Obrolan di Pasar Cihaurgeulis