Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3

Foto sebuah keluarga Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto dua orang anak Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto seorang perempuan Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National … Lanjutkan membaca Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3

Jejak Masa Lalu “Yang Terlupakan”

Oleh: Wisnu Setialengkana (@naminawisnu) Ironis. Satu kata yang terucap bila melihat tempat ini. Tempat yang merupakan situs sejarah. Salah satu jejak masa lalu 'yang terlupakan" Mungkin masih banyak yang tidak tahu mengenai bangunan di foto yang ada diatas itu. Yakin tidak mengetahuinya ? Ironis. Kembali harus saya ucapkan bila tidak mengetahuinya. Terlebih bila orang Bandung. … Lanjutkan membaca Jejak Masa Lalu “Yang Terlupakan”

Annaa Maria de Groote (1755-1756)

Ini soal nisan lagi. Sejak disinggung oleh Kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (Granesia, 1984), nisan yang satu ini hanya beredar sebagai kabar burung saja tanpa pernah ada catatan dari seseorang yang benar-benar melihatnya. Haryoto Kunto menyampaikan cerita nisan ini dengan mengutip buku karya Reitsma & Goodland tahun 1921, disebutkannya bahwa … Lanjutkan membaca Annaa Maria de Groote (1755-1756)

Papan Cuci Elisabeth Adriana Hinse-Rieman

Hari ini saya mengantarkan beberapa orang yang ingin menengok nisan Letnan Tionghoa pertama di Bandung yang beberapa hari lalu saya unggah di sini. Tidak banyak informasi baru yang saya dapatkan. Di jalan pulang, saya mampir ke mata air Ci Guriang di sebelah utara Jl. Kebon Kawung. Bila nisan Letnan Tionghoa sudah menjadi bagian sebuah tembok … Lanjutkan membaca Papan Cuci Elisabeth Adriana Hinse-Rieman

Dari Lasmanah di Taman Cibeunying, ke Banjarnegara, sampai Parta Kutang.

Ini adalah cerita ngalor-ngidul. Cerita yang muncul dan berkembang begitu saja dari sebuah foto. Seorang teman menunjukkan sebuah foto di grup whatsapp kawan-kawan Komunitas Aleut! Foto itu bergambar sebuah potret berukuran besar yang diambilnya di ruang dalam sebuah restoran di Jl. Taman Cibeunying Selatan. Potret tua berwarna sepia itu terbingkai dan terpajang anggun di dinding … Lanjutkan membaca Dari Lasmanah di Taman Cibeunying, ke Banjarnegara, sampai Parta Kutang.

Nisan Luitenant Oeij Bouw Hoen, 1882

Sabtu lalu saya jalan-jalan menyusuri perkampungan padat di daerah Babakan Ciamis. Dari beberapa bacaan, saya tahu dulu di kawasan itu ada permakaman Cina pindahan dari Oude Kerkhoff (Sentiong) di Banceuy. Ternyata saat ini kawasan itu sudah sangat padat oleh permukiman, lorong-lorong jalan yang sangat sempit, untuk dilewati satu motor pun susah, dan karena tanahnya berundak-undak, … Lanjutkan membaca Nisan Luitenant Oeij Bouw Hoen, 1882

Menggali Sejarah Perkembangan Kota dari Permakaman di Kota Bandung

Oleh: Ariyono Wahyu Permakaman merupakan salah satu fasilitas/perlengkapan sebuah kota yang penting. Bila mereka yang hidup membutuhkan kompleks permukiman sebagai tempat tinggal untuk bernaung, maka mereka yang telah “berpulang ke keabadian” juga membutuhkan tempat untuk move on menuju kehidupan selanjutnya. Ternyata, melalui permakaman, kita juga dapat menggali sejarah perkembangan sebuah kota. Berikut ini adalah cerita … Lanjutkan membaca Menggali Sejarah Perkembangan Kota dari Permakaman di Kota Bandung

Catatan Ci Kapayang 10.11.13

RAA Martanagara (1845-1926) adalah Bupati Bandung periode 1893-1918. Karena bukan berasal dari trah Bandung, maka ia mendapat julukan Dalem Panyelang. 27 Juni 1893, seorang Patih yang bertugas di Afdeling Sukapura Kolot diangkat menjadi Bupati Bandung yang kesepuluh, Raden Adipati Aria Martanagara. Ia menggantikan Bupati Bandung kesembilan, Raden Adipati Kusumadilaga, yang wafat dua bulan sebelumnya. Pengangkatan … Lanjutkan membaca Catatan Ci Kapayang 10.11.13

Ngaleut Inhoftank, 01.12.13

Minggu, 1 Desember 2013, adalah hari yang cukup istimewa. Hari ini kami bersama @KomunitasAleut akan berkenalan dengan satu kawasan di bagian selatan Bandung, yaitu Inhoftank. Walaupun cukup sering melewati kawasan ini dalam berbagai kesempatan, tetapi mengunjunginya secara khusus belum pernah dilakukan. Lagipula sering terpikir, apa perlunya berkunjung ke tempat ini selain karena namanya yang unik … Lanjutkan membaca Ngaleut Inhoftank, 01.12.13

Balandongan

Berikut ini cerita singkat tentang balandongan yang pernah menjadi bagian sejarah kota Bandung. Cerita awalnya pernah saya twitkan melalui akun @mooibandoeng pada tanggal 21 September 2013. Ini cerita dari zaman pembukaan sebuah kawasan di Bandung yang bernama Kampung Jawa dan Babakan Surabaya. Letaknya di sebelah timur kota Bandung, cukup jauh dari stasiun kereta api Bandung. Kedua … Lanjutkan membaca Balandongan

Catatan Ngaleut Kawasan Trunojoyo – Bagian 2

Catatan Ngaleut Kawasan Trunojoyo – Bagian 2: Nama-nama Jalan Poster oleh @pamanridwan. Tulisan ini adalah lanjutan dari bagian pertama CATATAN NGALEUT KAWASAN TRUNOJOYO. Bagian pertama adalah rangkaian perjalanan serta catatan sejarah ringkas dan situasi yang terlihat, sedangkan pada bagian ini saya ingin memberikan penjelasan tentang nama-nama yang hadir di kawasan ini. Tetapi sebelum melanjutkan, saya … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Kawasan Trunojoyo – Bagian 2

Catatan Ngaleut Kawasan Trunojoyo – Bagian 1

Poster oleh @pamanridwan. Berikut ini adalah catatan santai kegiatan @KomunitasAleut hari ini, Minggu, 3 November 2013. Jelajah kawasan yang dipilih adalah seputaran Jl. Trunojoyo, seperti terlihat dalam peta, dengan batas-batas luar (warna kuning) Jl. Dago (barat), Jl. Trunojoyo-Bahureksa (selatan), Jl. Banda-Cimandiri (timur), dan Jl. Maulana Yusuf-Diponegoro (utara). Kegiatan ngaleut berlangsung dari jam 8 pagi dan … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Kawasan Trunojoyo – Bagian 1

Si Cantik, Dago 141

Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi) dan Atria Dewi Sartika (@atriasartika) “Perlu keberanian besar untuk menemukan sebuah keberuntungan kecil.” Kalimat itu mungkin cocok dengan penemuan kami hari itu, 4 November 2013, di saat hujan menyapa. Langit memang tertutup awan gelap, namun tidak membuat sekitar kami menjadi terlalu gelap. Kondisi itu yang mendorong keberanian kami untuk melangkah … Lanjutkan membaca Si Cantik, Dago 141

Boenga Roos dari Tjikembang

Papan nama itu selalu saja mengusikku, “Cikembang”. Entah sudah berapa sering melewati lintasan jalan dengan petunjuk arah menuju Cikembang. Tapi tentu saja plang nama seperti itu saya temukan hanya bila sedang berada di kawasan Pangalengan saja, dan pastinya berhubungan dengan perkebunan. Cikembang memang kawasan lama perkebunan kina di kaki sebelah barat Gunung Kendang. Tapi bukan … Lanjutkan membaca Boenga Roos dari Tjikembang

Cisanti

Sabtu, 26/10/13 siang, rasanya danau kecil ini seperti milik sendiri. Sungguh sepi. Hanya sekelompok anak muda sibuk berpose dan foto-foto di atas dermaga kayu. Sekelompok lainnya berkerumun di tepi danau dekat warung, sepertinya mereka berasal dari suatu organisasi entah apa yang menginap di pondokan milik Perhutani di dekat gerbang masuk ke danau. Waktu masuk tadi, … Lanjutkan membaca Cisanti