Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi) Pada bulan Juni 1934, sebuah perayaan spesial untuk Tuan W.G. Jongkindt Coninck diselenggarakan di Kertamanah. Banyak telegram, karangan bunga, serta bingkisan diterima oleh panitia perayaan di Kertamanah. Saking spesialnya perayaan ini, banyak artikel koran Belanda yang merekam peristiwa ini. Tapi siapa sih Tuan Jongkindt ini? Untuk mengenalnya, mari kita mundur … Lanjutkan membaca Mengenal Willem Gerard Jongkindt Conninck
Bandung
Hana Nguni Hana Mangke
Salah satu karya Pak Sunaryo yang sangat menarik dan sangat saya sukai hari ini: sebongkah batu besar setinggi dada orang dewasa yang bagian atasnya dipotong miring ke bawah, lalu dilubangi mengikuti bentuk rangkaian mesin yang diletakkan di dalamnya. Mesin ini terus bergerak dengan daya yang didapat dari energi sinar matahari. . Pada permukaan batu yang … Lanjutkan membaca Hana Nguni Hana Mangke
Idjon Djanbi
Oleh @vonkrueger School voor Opleiding van Parachutisten (Sekolah Penerjun Payung) dipindahkan dari Hollandia (Jayapura) ke Bandung pada tahun 1947. Tentu saja kepindahan ini diikuti oleh sang komandan, Letnan Rokus Bernardus Visser, yang pangkatnya dinaikkan menjadi Kapten tidak lama setelah pindah. Kapten Visser memimpin sekolah tersebut sampai tahun 1949. Setelah pengakuan kedaulatan, Kapten Visser yang sudah … Lanjutkan membaca Idjon Djanbi
Payen dan Sang Pangeran Jawa
Pada saat itu sebenarnya Payen bersama Raden Saleh sudah mulai tinggal di Bandung karena fokus perjalanannya kali ini masih di daerah Priangan. Tepatnya dia memusatkan perhatiannya di daerah Priangan sebelah selatan hingga ke pesisir Samudera Hindia.
Achdiat Karta Mihardja
Meskipun “Atheis” bukanlah satu-satunya karya yang Achdiat tulis, namun dari novel inilah ia dikenal luas sebagai sastrawan hingga mendapatkan banyak penghargaan.
Kina Pertama
160 tahun yang lalu, Franz Wilhelm Junghuhn, menanam kina pertamanya di daerah Pangalengan.
Bale Endah
Atje bergerak ke arah utara. Sampai di Tasikmalaya, ia menulis berita dengan judul "Bandung jadi Lautan Api".
A Cup of Java
Bayangkan saja apa yang mereka rasakan saat itu, rasa tenang saat cangkir-cangkir kopi yang masih mengepul menghampiri hidung, mata pejam dan kening sedikit berkerut karena berkonsentrasi, lalu menghirup aroma dalam-dalam. Tentu takkan lama, karena segera setelah tegukan pertama, rasa bergairah hadir dengan kuat.
Kartosoewirjo
Inilah Gunung Rakutak. Bila berjumpa orang-orang tua di sekeliling gunung ini, ada banyak cerita tentang "gerombolan", cerita seram yang mereka alami saat masih anak-anak. Gunung ini memang pernah jadi konsentrasi terakhir pertahanan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dkk, pemimpin gerakan DI/TII.
E. Dunlop & Co.
Walaupun saya sangat sering berjalan kaki melewati plakat yang terpasang di bawah Gedung Kimia Farma Jl. Braga ini, tapi rasanya tidak pernah ada dorongan untuk membaca dengan baik tulisan yang tertera di atas batu marmer ini. Tadi pagi saat duduk di bangku baru dekat plakat, saya berpikir bahwa ukuran plakat ini terlalu besar, lalu saya … Lanjutkan membaca E. Dunlop & Co.
Guido Maximiliaan Gustaaf Douwes Dekker
Pada usia yang masih muda, 17 tahun, Guido ikut bersama kakak-kakaknya, Ernst dan Jules, menjadi relawan dalam Perang Boer II di Afrika Selatan. Kakak-kakaknya percaya bahwa mereka masih memiliki keterkaitan darah dengan kaum Boer dan karena itu mereka harus membantu saudara-saudaranya di sana.
Nisan-Nisan yang Tercecer
Beberapa kompleks makam sudah disebutkan dalam artikel sebelumnya, tetapi sebetulnya di Bandung juga masih terdapat kompleks-kompleks makam lainnya seperti makam-makam keluarga yang terletak di tengah kota. Saat ini situasi makam-makam itu semakin terhimpit oleh permukiman sehingga sering luput dari perhatian. Umumnya makam-makam ini milik keluarga-keluarga yang sudah punya sejarah panjang juga di Kota Bandung. Sebagian … Lanjutkan membaca Nisan-Nisan yang Tercecer
Wisata Permakaman di Bandung
Bila sampai tahun 1970-an warga Bandung bisa berrekreasi ke lokasi makam warga Eropa di Kerkhof Kebon Jahe, lalu bagaimana dengan sekarang setelah Kerkhof Kebon Jahe tidak ada lagi? Di Jakarta, nisan dari makam-makam tua dikumpulkan di satu tempat yang dinamai Taman Prasasti dan dapat berkembang menjadi satu tujuan wisata yang cukup populer. Selain menikmati berbagai … Lanjutkan membaca Wisata Permakaman di Bandung
Permakaman Bandung Tempo Dulu
Makam Pandu tempo dulu. Sumber foto: Inan Sitorus. Sampai awal tahun 1970-an, Kota Bandung punya objek wisata yang mungkin terdengar ganjil, yaitu permakaman. Tentu bukan permakaman umum biasa, melainkan permakaman orang Eropa yang dulu biasa disebut Kerkhof Kebon Jahe. Kenapa tidak biasa? Ya seperti yang kita tahu, makam-makam orang Eropa biasa diberi hiasan-hiasan secantik … Lanjutkan membaca Permakaman Bandung Tempo Dulu
Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3
Foto sebuah keluarga Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto dua orang anak Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto seorang perempuan Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National … Lanjutkan membaca Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3