Toponimi Citepus

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisonipin)

Setahun yang lalu sungai ini sempat menjadi buah bibir warga Kota Bandung. Kala itu Bandung diterpa hujan deras yang berlangsung kurang lebih 3 jam. Durasi hujan yang lama dan intensitas hujan yang deras telah yang membuat debit air tak bisa lagi ditampung oleh sungai Citepus. Hingga air terpaksa meluap dari aliran sungai. Luapan air itu meluap ke daerah pinggiran sungai seperti Pagarsih, Astanaanyar. Bahkan saking derasnya luapan air sempat menyeret sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan raya.

Tak hanya soal meluapnya air di kala musim penghujan. Ada hal yang menarik lainnya mengenai sungai Citepus. Yakni nama sungai ini masuk ke dalam karya sastra abad ke-20 karya Chabanneu yang berjudul Rasia Bandoeng. Sungai ini melintasi beberapa lokasi di Kota Bandung, seperti Pasirkaliki, Kebonjati, Saritem, Sudirman, dan Cibadak. Sehingga, namanya mungkin sudah tidak asing didengar oleh masyarakat Bandung. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa nama Citepus ada kaitannya dengan nama tumbuhan, yakni Tepus. Dan mungkin saja wujud dari Tepus sendiri belum banyak diketahui oleh masyarakat, terlebih lagi bagi masyarakat kota sekarang.Secara toponimi, kata Citepus berasal dari bahasa Sunda, yaitu ‘Ci’, yang berarti air, dan ‘Tepus’, suatu jenis jahe hutan yang tumbuh di dekat sumber air. Dahulu mungkin jenis tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah aliran sungainya. Oleh sebab itu, pada akhirnya nama Citepus dipilih sebagai nama dari sungai tersebut.

Etlingera coccinea

Etlingera coccinea | Photo by Surya Dwipa

Tepus merupakan nama daerah untuk dua jenis tumbuhan berbeda yang masih berkerabat dekat, yaitu Etlingera coccinea (Blume) S.Sakai & Nagam dan Etlingera megalocheilos (Griff.) A.D.Poulsen. Keduanya tumbuh di Tatar Bandung dan lokasi paling dekat untuk menjumpai dua jenis Tepus adalah Taman Hutan Raya Djuanda. Dua jenis Tepus dapat tumbuh bersama-sama di dalam suatu area, oleh sebab itu keduanya memperoleh nama daerah yang sama. Secara ilmiah, keduanya dikelompokkan ke dalam Suku Zingiberaceae atau kelompok jahe-jahean. Hal tersebut disebabkan baik tepus maupun jahe, sama-sama tumbuhan aromatik dan memunyai batang yang termodifikasi menjadi rimpang.

Baca juga artikel mengenai Cigadung

Etlingera megalocheilos variasi 1

Etlingera megalocheilos variasi 1 | Photo by Surya Dwipa

Tepus berjenis Etlingera coccinea tingginya dapat mencapai 8 m. Pada umumnya, E. coccinea tumbuh di lembah, kebun tradisional, hutan sekunder, daerah aliran sungai, dan di dasar hutan primer pada ketinggian 40–1650 Mdpl. Secara morfologi, perhiasan bunganya memiliki bagian lidah bunga yang menyempit. Bagian tengah lidah bunga berwarna kuning terang, sementara bagian tepinya berwarna merah. Etlingera coccinea merupakan salah satu jenis tumbuhan sintasan yang dapat dikonsumsi dalam keadaan terdesak di hutan. Batang muda dan buahnya dapat dimakan. Batang yang masih muda rasanya seperti kubis dan jika sudah tua akan menjadi pahit. Sementara bagian buah, rasanya agak asam dan sangat beraroma harum.

Etlingera megalocheilos variasi 2

Etlingera megalocheilos variasi 2 | Photo by Surya Dwipa

Tepus berjenis Etlingera megalocheilos tingginya hanya sekitar 5 m dan tumbuh di kawasan hutan yang terbuka pada ketinggian hingga 1300 Mdpl. Berbeda dengan E. coccinea, jenis ini memiliki lidah bunga yang melebar dengan warna yang bervariasi. Bagian tersebut dapat berwarna merah polos atau jingga kemerahan yang tepinya berwarna kuning. Bagian buahnya juga dapat dimakan dan rasanya sama seperti buah E. coccinea. Pada tahun 1927, Heyne mencatat bahwa buah E. megalocheilos banyak dicari oleh pribumi untuk dikonsumsi. Masyarakat mencarinya hingga masuk ke dalam pelosok hutan yang gelap dan lembap.

Sayangnya saat ini sangat sulit untuk menjumpai Tepus di Kota Bandung. Seiring berjalannya pembangunan Kota Bandung, wilayah ini menjadi semakin terbuka dan tumbuh subur oleh betonisasi. Sehingga, jenis-jenis tumbuhan hutan yang dulu tumbuh di dalamnya harus tersisihkan dan kemudian hanya tinggal cerita. (ipi/upi)

Baca juga artikel mengenai toponimi lainnya

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s