#PernikRamadhan: Munding dan Alun-alun Tempo Dulu

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

Pedati kerbau dari Padalarang ke Bandung

Pedati kerbau dari Padalarang ke Bandung (sumber : KITLV)

Coba kita berkeliling sekitar Alun-alun Bandung. Dengan kondisi sekarang, mungkin Alun-alun sangat nyaman untuk digunakan ngabuburit. Tapi, pernah membayangkan kalau sekitar satu setengah abad yang lalu, banyak munding atau kerbau berada di Alun-alun ? Tentu saja tidak! Karena kita hidup di tempo kini dan tidak pernah mengalami masa itu.

Lalu, kenapa ada kerbau di Alun-alun? Apa mereka ikut mudik bersama kerbau-kerbau lainnya?

Alasan kerbau-kerbau tersebut di Alun-alun karena dikirim oleh penduduk atau petani kaya sebagai zakat. Loh, kok munding dijadikan zakat? Nah, saat itu, terdapat ketentuan bahwa setiap penduduk yang memiliki lebih dari 30 ekor kerbau harus membayar 5 Rijksdaalders atau 3 Dukat Emas. Tapi karena zaman baheula atau tempo dulu adalah era begal, penduduk tersebut lebih memilih memberikan kerbau dibanding kena jambret atau begal.

Kalau hanya lima atau enam kerbau, mungkin tidak apa-apa. Tapi bayangkan, Mesjid Agung Bandung saat itu menjadi pusat zakat untuk sekitar 19 distrik. Bisa kita bayangkan seberapa banyak kerbau yang dikirim ke mesjid sebagai zakat? Mungkin saat itu, sekitar ratusan kerbau berada di Alun-alun.

Saking banyaknya, pengurus mesjid sering kebingungan saat kotoran kerbau memenuhi Alun-alun. Untuk mengatasi kotoran tersebut, pengurus mesjid dan penduduk sekitar gotong royong membersihkan Alun-alun dari kotoran kerbau. Mereka melakukan hal menjijikan tersebut karena Alun-Alun akan dipakai untuk Solat Ied.

Nah, masalah kotoran kerbau sudah teratasi. Lalu, harus ke mana kerbau-kerbau tersebut saat Solat Ied? Ternyata kerbau-kerbau tersebut dipindahkan dan dititipkan sementara ke Tegallega atau beberapa peternak kerbau di pinggir kota.

Sungguh kerbau yang merepotkan!

Kembali ke tempo kini. Sungguh beruntung kita yang hidup di tempo kini. Tidak perlu bersusah payah mengirimkan kerbau ke Mesjid Agung Bandung. Tidak perlu pusing tujuh keliling untuk membersihkan kotoran kerbau di Alun-alun. Pokoknya tempo kini adalah tempo yang nyaman dan lepas dari kerbau.

 

Tautan asli: https://catatanvecco.wordpress.com/2015/07/09/munding-dan-alun-alun-tempo-dulu/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s