Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan (Raden Dewi Sartika) Suatu pagi yang cerah berawan di awal bulan Mei tepatnya tanggal 8 Mei 2011. Matahari terlihat cukup cerah dan langit biru tampak berawan menutupi matahari, terasa pagi itu akan turun hujan di kota Bandung, namun semangat untuk menulusuri sejarah salah satu Pahlawan pelopor pendidikan di Indonesia Raden … Lanjutkan membaca Perjalanan Jalur Pendidikan Dewi Sartika
Kali Ini Dengarlah
Oleh : Ayu "Kuke" Wulandari Saya tak punya pengkotak-kotakan perihal Musik. Dimainkan siapa pun dengan apa pun dari mana pun, sepanjang itu bisa dinikmati dan tidak membuat tatanan imajinasi saya berantakan alih-alih mati, saya akan menerima dengan senang hati. Entah bagaimana awalnya, saya sendiri seperti tak punya ingatan perdana ketika Musik menemukan saya. Sejauh ini … Lanjutkan membaca Kali Ini Dengarlah
Selintas tentang Ngaleut Jalur Pendidikan
Oleh : Indra Pratama Pendidikan seringkali disebut-sebut sebagai salah satu kebutuhan primer baru manusia. Tanpa pendidikan, manusia seringkali dianggap tidak akan bisa survive. Di era kemerdekaan Indonesia sekarang ini, persoalan pendidikan masih menjadi salah satu concern utama. Tapi tahukah anda bahwa dinamika pendidikan di Indonesia, khususnya kota Bandung, telah mencuat sejak tahun 1800-an awal?. Tak … Lanjutkan membaca Selintas tentang Ngaleut Jalur Pendidikan
Video Tur “Kuantar ke Gerbang” Part 3 dan 4
Oleh : Nanang Cahyana Al Majalayi Video part 3 dan part 4, silahkan dicek, siapa tahu temen-temen masuk ke video ini hehe
Inggit Garnasih, Kekasih yang Tersisih ?
Oleh : Naluri Bella Wati Selain dikenal sebagai founding father Negara Kesatuan Republik Indonesia, Ir. Soekarno dikenal juga sebagai lelaki karismatik yang tak lepas dari banyak perempuan. Kecintaanya terhadap sosok perempuan memang sudah menjadi rahasia umum. Seolah membenarkan “hobinya” menikah dengan banyak perempuan cantik, seperti dikutip dari biografi Soekarno berjudul Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih, Kekasih yang Tersisih ?
Ngaleut cinta “Kuantar Ke Gerbang”
Oleh : Tatie Haryani Ini kali pertama aku ikut acara Komunitas Aleut, sebenarnya sih udah lama pengen ikut acara-acara yang diselenggarakan Komunitas tersebut namun berhubung waktu yang tidak memungkinkan, jadinya baru bisa ikut minggu ini. Ngaleut kali ini tentu saja menjadi sangat special karena temanya adalah “Kuantar Ke Gerbang, Napak Tilas Romansa Inggit Soekarno di … Lanjutkan membaca Ngaleut cinta “Kuantar Ke Gerbang”
Kota Tua, Bandung Punya
Oleh : Lika Lulu Setelah terakhir ngaleut tgl 27 Maret kemaren.. dan sempat meninggalkan catatan yang menggantung http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1919247269199&id=1482551124&ref=notif¬if_t=wall#!/note.php?note_id=10150114372604426 Masih dengan motif yang sama, ingin lebih mengenal kota dimana saya lahir dan dibesarkan. Muluk sih... tapi minimal ada usaha setuju? Mau sedikit bahas yang kemarin, betapa pun megah dan glamour nya kota tua Bandung sekitaran jalan … Lanjutkan membaca Kota Tua, Bandung Punya
Potensi Geowisata Kawah Cibuni
Oleh : Nara Wisesa Bandung adalah sebuah kota yang dikelilingi sejumlah gunung berapi. Salah satu dari gunung api tersebut adalah Gunung Patuha yang letaknya hanya sekitar 46 kilometer ke arah selatan Kota Bandung. Gunung dengan ketinggian sekitar 2400 meter ini memiliki sejumlah kawah yang umum dikunjungi sebagai obyek geowisata, salah satunya yang mungkin paling terkenal … Lanjutkan membaca Potensi Geowisata Kawah Cibuni
Kampung Apandi
Oleh : Ridwan Hutagalung Ruas Jl. Braga di Bandung tentulah sudah dikenal baik oleh masyarakat, baik sebagai objek wisata berwawasan sejarah atau arsitektur. Sejumlah bangunan tua di Jl. Braga belakangan ini menjadi lebih populer sebagai tempat berfoto-ria yang dilakukan baik oleh kalangan wisatawan atau pun para pelajar dan remaja Kota Bandung. Belakangan Jl. Braga agak … Lanjutkan membaca Kampung Apandi
Sekilas Seni Beluk
Oleh : Ridwan Hutagalung Seni beluk adalah seni vokal tanpa iringan instrumen khas masyarakat Sunda yang sekarang ini sudah langka sekali ditemui. Sebarannya adalah wilayah agraris dan terutama di dataran-dataran tinggi, mulai dari Banten hingga Sumedang dan Tasikmalaya. Namun sayangnya sebaran yang luas ini tidak berarti bahwa seni beluk (mungkin juga seni tradisional lainnya) memiliki … Lanjutkan membaca Sekilas Seni Beluk
Ngaleut Dayeuhkolot-Banjaran
Oleh : Ridwan Hutagalung Sebagai laporan dari ngaleut ke Dayeuhkolot-Banjaran tanggal 20 Maret 2011 kemarin, saya bikin catatan yang ternyata berpanjang-panjang. Semoga tidak membosankan membacanya. MONUMEN MOHAMMAD TOHA Pada hari Minggu lalu, 20 Maret 2011, Komunitas Aleut! mengadakan kunjungan ke daerah Dayeuhkolot dengan tema utamanya mengenang peristiwa Bandung Lautan Api (BLA – 1946). Sebagian kita … Lanjutkan membaca Ngaleut Dayeuhkolot-Banjaran
NgAleut! Bandung Lautan Api! 20.03.2011
Oleh : Aditia Febriansya Minggu 20 Maret besok Aleut! akan mengunjungi Dayeuh Kolot, untuk melihat sisa peristiwa Bandung Lautan Api.. bwt anggota Aleut harap bawa 5rb rupiah utk ganti print an materi, sedangkan yg mau daftar bawa 15 rb utk daftar dan materi.. Kita kumpul di Apotek Damai Jl. Buahbatu (sbrng Kartika Sari) jam 7.30 … Lanjutkan membaca NgAleut! Bandung Lautan Api! 20.03.2011
Mengenal Peristiwa Bandung Lautan Api dan Mohammad Toha bersama Komunitas Aleut!
Oleh : Pipin Pramudia Seperti pada biasanya ketika senggang, setiap hari Minggu kita selalu jalan jalan bersama Komunitas Aleut, entah jalan kaki di kota, di gunung, atau keliling naik angkot, wisata sejarah, kuliner, dan sebagainya sebagainya. Minggu ini 20 maret 2011, kita ngaleut! (istilah jalan jalannya) ke daerah Dayeuh Kolot untuk mengetahui peristiwa Bandung Lautan … Lanjutkan membaca Mengenal Peristiwa Bandung Lautan Api dan Mohammad Toha bersama Komunitas Aleut!
Secabik Cerita Komunitas Aleut!
Oleh : Catra Prathama Kali ini saya tidak akan cerita tentang perjalanan-perjalanan bersama aleut. Karena saya yakin ada seratusan catatan perjalanan yang telah dibukukan, eh di posting di https://aleut.wordpress.com/ .Ya, kami menamakan komunitas ini dengan Komunitas aleut. *bukan kami juga sih, tapi orang2 sebelum kami masuk*. Aleut dalam bahasa sunda artinya berjalan beriringan. Kita selalu … Lanjutkan membaca Secabik Cerita Komunitas Aleut!
Pabrik Kertas Pertama di Indonesia, Nasibmu Kini…
Oleh : Noviana Dewani Hari ini kali ketiga saya ikut ngaleut, sebelumnya saya ikut ngaleut cikapundung dan Romantika cinat Inggit ganarsih. Sebenarnya hari ini gak ada agenda untuk ikut aleut. Tapi dari pada semua gak pasti jadi mending saya ikut ngaleut, sekalian refreshing dan pengen tau juga tentang pabrik kertas.hehe berhubung tidak di agendakan, maka … Lanjutkan membaca Pabrik Kertas Pertama di Indonesia, Nasibmu Kini…