SMAK Dago/Lyceum, Riwayatmu Dulu

SMAK Dago atau lebih dikenal sebagai Lyceum, pada awalnya merupakan villa milik seorang pengusaha Cina. Setelah beralih fungsi menjadi sekolah Christelijk Lyceum di awal abad 20, bangunan kemudian direnovasi oleh arsitek Y.S. Deyvis (1939) dan terakhir oleh A.W. Gmelig Meijling (40'an).. Lyceum diakuisisi Jepang pada tanggal 30 September 1945. Oleh mereka bangunan tersebut diubah menjadi … Lanjutkan membaca SMAK Dago/Lyceum, Riwayatmu Dulu

Sketsa Borobudur Maclaine Pont

Sejauh yang saya tahu, tidak ada arsitek Nusantara selain Maclaine Pont yang benar-benar menaruh perhatian tinggi terhadap kekayaan budaya Nusantara. Beliau memang tidak banyak mendirikan bangunan, namun sumbangan terbesarnya adalah usahanya dalam menemukan jati diri arsitektur indis. Salah satu mahakaryanya yang didirikan di Bandung adalah bangunan Aula Barat Timur di Komplek ITB. Sketsa Borobudur di … Lanjutkan membaca Sketsa Borobudur Maclaine Pont

Gatot Mangkoepradja

Oleh : R.Indra Pratama Ketika pagi saya tadi ziarah ke makam Mbah Kakung dan Mbah Putri serta Mbah Buyut di TPU Sirnaraga, saya melewati makam ini. Saya inget2 namanya kok familiar.. ternyata inilah salah satu dari empat sekawan aktivis PNI yang diperkarakan. Yang kelak atas perkara inilah Soekarno menyampaikan pembelaan menggegerkan Indonesia Menggugat. Gatot Mangkoepradja … Lanjutkan membaca Gatot Mangkoepradja

Riwayat Hidup R.A.A. Wiranatakoesoemah V (Dalem Haji)

Riwayat Hidup R.A.A. Wiranatakoesoemah.Lahir di Bandung tanggal 23 November 1888. Setelah pada tahun 1910, beliau keluar dari kelas tertinggi di H.B.S. Jakarta, kemudian diangkat menjadi Jurutulis Kewadanan Tanjungsari (Sumedang). Tahun 1911 diangkat menjadi mantri polisi di Kota Tasikmalaya Tahun 1912 diangkat menjadi Wedana Cibereum (Tasikmalaya) Tahun 1913 diangkat menjadi Bupati Cianjur Tahun 1918 dipindahkan menjadi … Lanjutkan membaca Riwayat Hidup R.A.A. Wiranatakoesoemah V (Dalem Haji)

Napak Tilas Konperensi Asia-Afrika ::: Sebuah petite histoire :::

 Oleh : M.Ryzki Wiryawan Bismillah, Goodspeed ! Ungkapan semangat tersebut kerap terlontar dari mulut kang Adew, sang tour leader dalam acara Napak Tilas Konperensi Asia Afrika yang diadakan tanggal 13 Juli kemarin. Suatu perjalanan yang sangat mengesankan dengan harga yang sangat terjangkau. Beruntung sekali saya bisa  ikut serta dalam kesempatan langka tersebut, dan sebagai  seorang … Lanjutkan membaca Napak Tilas Konperensi Asia-Afrika ::: Sebuah petite histoire :::

Volksraad sebagai Corong Perjuangan menuju Kemerdekaan

Oleh : Indra Pratama Bandung, 21 Juni 1916, Nationaal Congres pertama dari Centrale Sarekat Islam dibuka oleh Tjokroaminoto. Dari rangkaian kata yang disusun, lembek, tiada kesan revolusioner terdengar, yang bisa memerahkan telinga para polisi di luar. Namun bagi para peserta kongres, kata-kata beliau menyiratkan sebuah hal sebuah harapan besar : pemerintahan sendiri. “Tidak sekali-kali kita … Lanjutkan membaca Volksraad sebagai Corong Perjuangan menuju Kemerdekaan

Peratoeran Boeat Aleuteurs!

Oleh : M.Ryzki Wiryawan Kita selaku Aleuteurs sekaliannja berhak memakai djalan, oleh sebab itoe perloe diadakan atoeran-atoeran  soepaja terhindar dari bahaja didjalan itoe.  Beikoet adalah atoeran-atoeran jang berlakoe bagi segenap Aleuteurs...   1. Teroetama bagi para Aleuteurs, berlakoe atoeran jang kita soedah ketahoei bersama, ja'ni : Djalan kiri!   Pada gambar dibawah terlihat beberapa orang … Lanjutkan membaca Peratoeran Boeat Aleuteurs!

Foto : Buah Kacapi

Diposting oleh : Pia Zakiyah   Kacapi yang satu ini engga bisa dipetik dan engga bisa ngeluarin bunyi. Cara ngebukanya? Dibaledogkeun ke batu atau lantai, niscaya langsung merekah dan engga perlu pake pisau 🙂

Sedikit Pencerahan Mengenai Wisata Kota Tua

Oleh : Arya Vidya Utama Sejarah Kota Tua Pelabuhan Sunda Kelapa diserang oleh tentara Demak pada 1526, yang dipimpin oleh Fatahillah, dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527, kota tersebut luasnya tidak lebih dari 15 hektar dengan pola tata kota tradisional Indonesia. Kota Jayakarta hancur diserang VOC Belanda pada tahun … Lanjutkan membaca Sedikit Pencerahan Mengenai Wisata Kota Tua

Asal Mula “Ragunan”

Oleh : Nanang  Cahyana Al-Majalayi Siapa yang tak kenal nama Ragunan. Setiap hari libur, jalan raya yang berada di sekitar Ragunan atau lebih tepatnya di sekitar Kebun Binatang Ragunan, pasti mengalami kepadatan lalu lintas. Karena Kebun Binatang Ragunan sudah menjadi objek wisata keluarga ketika hari libur tiba. Selain harga tiketnya terjangkau (*sabar ya jika ngantri … Lanjutkan membaca Asal Mula “Ragunan”

Jika Bandung Lupa Sungai

Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan Menyamakan Bandung dengan Paris akan membuat sungai Seine kecewa bila di bandingkan dengan Cikapundung (Richard & Sheila Bannet)   Richard dan Sheila Bannet, yang sempat tinggal di kota Bandung sekitar tahun 1980 memberikan sebuah kesan berupa bentuk kecintaan sekaligus keprihatinan akan sungai Cikapundung,pasangan dari Inggris tersebut melalui bukunya Bandung&Beyond menuliskan … Lanjutkan membaca Jika Bandung Lupa Sungai

Mapay Cikapundung

Oleh : Nia Janiar Kali pertama saya dan Neni gabung di Komunitas Aleut, kami langsung basah-basahan dan sakit kaki karena jadwal ngaleut saat itu adalah menyusuri Sungai Cikapundung dari Sumur Bandung hingga Curug Dago. Kami bergaya ala Ninja Hatorri: Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir ke samudra. Bersama teman berpetualang! Teknis menyusuri sungai adalah begini: … Lanjutkan membaca Mapay Cikapundung

Tak Kenal Maka Tak (Akan) Sayang

Oleh : Jana Silniodi   “Persahabatan bukan tentang siapa yg datang lebih dulu Persahabatan bukan tentang siapa yang lebih lama kamu kenal Sahabat adalah mereka yang datang dan tak pernah pergi dari sampingmu”   Kita terlahir di dunia sendirian, kemudian tumbuh dan berkembang di lingkungan kecil yaitu keluarga. Tahap selanjutnya adalah lingkungan bermain juga lembaga … Lanjutkan membaca Tak Kenal Maka Tak (Akan) Sayang

Radio

Dimuat Ulang oleh M.Ryzki Wiryawan Pada hari Minggu ibu, bapak, si Ahmad, si Abdul dan si Siti pergi dengan bis ke Djakarta. Sesampai distasiun bis Djakarta, lalu pergi dengan betja kekampung Pedjambon. "Assalamualaikum!" kata bapak setiba dihadapan rumah pak Masnis, paman si Ahmad. Tetapi pak Masnis tidak mendengar, sebab sedang mendengarkan radio. Sebab itu bapak … Lanjutkan membaca Radio

Jejak Heijne di Doofstommen Instituut

Oleh : Asep Suryana Salah satu tempat yang dikunjungi bersama Komunitas Aleut pada hari Minggu tanggal 12 Juni 2011 adalah SLB (Sekolah Luar Biasa untuk tunarungu dan tunagrahita) di Jalan Cicendo No. 2. Letaknya persis di belakang Gedung Pakuan rumah dinas gubernur Jawa Barat. Dahulu sekolah ini bernama Doofstommen Instituut (Lembaga Bisu Tuli) didirikan pada … Lanjutkan membaca Jejak Heijne di Doofstommen Instituut