#PojokKAA2015: Lautan Orang di Balaikota

Oleh: Deris Reinaldi

Sore hari di Balaikota Bandung pada hari Minggu kemarin, cuacanya dingin karena hujan deras yang turun di siang hari. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini diabaikan oleh segerombolan muda-mudi, nampak pemandangan yang penuh riuh dan penuh sesak oleh mereka yang baju berwarna putih. Siapakah mereka ini siapa dan ada kepentingan apa berdatangan ke Balaikota?

Ternyata mereka yang berdatangan di Balaikota ini adalah relawan-relawan Konperensi Asia-Afrika 2015 yang bertugas membantu segala kegiatan di kelompok yang telah ditentukan panitia dan dipilih oleh relawan sesuai keinginannya. Kelompok atau tim ini meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, informasi, peramai acara dan lalu lintas. Setiap relawan bebas saja mau pilih bidang yang mana sesuai keinginannya, begitu juga untuk hari kegiatannya mereka pun bebas mau pilih untuk beberapa hari, satu hari juga boleh dan kalau mau mengikuti setiap hari pada setiap event juga boleh-boleh saja.

Para relawan ini bukan hanya mahasiswa dan mahasiswi, namun juga ada juga pelajar SMP dan SMA serta yang sudah bekerja. Relawan ini juga tidak hanya mereka yang berdomisili di Kota Bandung tapi ada juga dari luar kota, bukan saja Cimahi dan Kabupaten Bandung tapi dari Cianjur, Sukabumi dan ada juga yang berasal dari luar propinsi seperti Banten dan Jawa Timur. Semua antusias dengan kegiatan ini karena kegiatan ini hanya 10 tahun sekali dan mungkin tidak bisa mengikuti kembali.

Kelompok-kelompok dinamai dengan nama-nama negara penggagas Konperensi Asia-Afrika tahun 1955 agar lebih menarik, yaitu: Indonesia, India, Burma, Srilanka, Pakistan ditambah satu kelompok lagi dengan nama Bandung. Mengapa Bandung? Karena Bandung sebagai tempat berlangsungnya Konperensi Asia-Afrika tahun 1955. Lebih menarik lagi ternyata nama-nama itu memiliki singkatan sesuai formasi-formasi yang telah ditentukan.

Singkatan-singkatan itu seperti Bandung kependekan dari “Badan Pelindung”. Indonesia kependekan dari “Informasi dan Operasi Pelayanan Sekitar Kota”. Burma kependekan dari “Badan Untuk Meramaikan Acara”. India kependekan dari “Informasi Dunia Maya”. Pakistan kependekan dari “Pasukan Kebersihan dan Kesehatan”, serta satu lagi Srilanka kependekan dari “Semangat Tertib Lalu Lintas KAA”.

Dalam struktur organisasinya pun menggunakan istilah kerajaan seperti prabu/permaisuri yaitu seperti koordinator formasi, patih yaitu wakil koordinator formasi, senopati yaitu koordinator event-event dan punggawa yaitu para relawan-relawan, adapun tumenggung tapi saya belum mengetahui informasinya. Tetapi ini bukan seperti kasta yang mana posisi bawah itu rendah, ini hanya untuk memudahkan dalam bertugas.

Para relawan ini sengaja dikumpulkan untuk membicarakan tentang KAA dan untuk memberitahukan informasi-informasi. Pertemuan ini sudah 4 kali dilakukan yang dimulai pada hari Minggu, 12 April 2015 di Alun-alun dengan agenda kerja bakti bersama duta kebersihan yaitu Kang Komar “Preman Pensiun”. Untuk jalur komunikasinya, agar lebih mudah maka menggunakan satu jalur dengan menggunakan Line, dan di situ pun dibuat grup per event yang akan diikuti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s