Kolam Renang Centrum Riwayatmu Kini

Oleh : Taufik Hidayat

 

Bandung,2 Januari 2011

 

Setelah lama tak ngAleut akhirnya saya pun berkesempatan tuk ikut dalam kegiatan rutin Komunitas Aleut.Sebenarnya tema ngAleut kali itu adalah sejarah persepakbolaan di Bandung yang dimulai dari Stadion Persib (Sidolig) di jalan Ahmad yani hingga destinasi terakhir di eks Lapangan sepak bola UNI di jalan karapitan.Tapi di tengah perjalanan ngAleut ada sebuah tempat bersejarah yang tak berhubungan dengan sepak bola yang cukup merenyuh hati saya.Sesudah dari Stadion Siliwangi di jalan Lombok para pegiat Aleut menyempatkan berkunjung ke sebuah kolam renang/pemandian Tirtamerta yang bila saat beberapa waktu lalu selalu tertutup rapat tapi di hari itu pintu masuknya terbuka lebar dan ternyata sedang terjadi perombakan bangunan (cukup disayangkan).Saya jadi teringat pada salah satu kolam renang tertua di Bandung yang sangat bersejarah dan legendaris yaitu kolam renang Cihampelas yang dibangun sekitar tahun 1902 dan lenyap rata dengan tanah sekitar tahun 2010 yang lalu (lagi lagi sangat disayangkan,bangunan bersejarah hilang begitu saja).

 

saat ngAleut ke pemandian Cihampelas tgl 16 mei 2010



 

Pemandian Titrtamerta kini

 

Mungkin nasib pemandian Tirtamerta sedikit lebih beruntung dari saudara tuanya pemandian Cihampelas.Pemandian Tirtamerta sebelumnya bernama Centrum yang dibangun pada tahun 1920 diarsiteki oleh arsitek ternama Bandung C.P Wolff Schoemaker yang banyak membangun bangunan bangunan kolonial yang khas di Bandung,Centrum dibangun dengan gaya arsitektur modern tropis Indonesia di jalan Bilittonstraat yang sekarang menjadi jalan Belitung.Sebelumtahun 1925-an,Centrum hanya diperuntukkan untuk kaum Eropa/orang kulit putih saja sedangkan para pribumi/Inlander dilarang masuk.Seperti di beberapa tempat tempat yang eksklusif kaum Eropa yang mendiskriminsikan orang pribumi dengan memasang sebuah peringatan yang sangat kasar dan menyakitkan “Anjing dan Pribumi dilarang masuk” ,Centrum pun demikian melarang pribumi tuk masuk.

 

kolam yang ditambahkan sebuah lingkaran

 

kolam yang hancur

 

Walaupun tak dihancurkan total hanya beberapa yang dirombak seperti kolam dan ruang ganti tapi mungkin akan mengurangi nilai historis tempat tersebut,ya semoga saja apa yang masih tersisa (bagian yang masih asli) tak semua di rombak.Kalau ga salah sekitar 5 tahun-an yang lalu (mohon dikioreksi kalau salah),Centrum masih dipergunakan sebagai tempat berenang tapi beberapa tahun sesudahnya sepertinya kegiatan berenang di Centrum sudah tak ada lagi,gerbang yang selalu tertutup dan tak terawat menjadi pemandangan Centrum beberapa tahun terakhir.Mungkin karena tak terpakai lagi itulah sang pemilik ingin memanfaatkannya lagi (mungkin sebagai tempat usaha,entahlah).

 

semoga bangunan aslinya tak ikut dirombak

 

lambang kota Bandung jadul yang masih tertempel di atas dinding pemandian Tirtamerta

 

Sebagai warga kota Bandung kita mungkin hanya bisa berharap yang terbaik saja (sepertinya memang hanya bisa berharap) pada pemerintah kota terhadap bangunan bangunan bersejarah di kota Bandung yang dari waktu ke waktu mulai lenyap dan rusak.Kita pasti tak ingin kota tercinta yang kita pijak ini kehilangan sebuah identitasnya dan tanpa jejak sejarah masa lalu yang kian tergerus oleh sebuah “kepentingan kepentingan”.

 

Terima kasih

 

Sumber bacaan : Buku “Bandung,Kilas Peristiwa Di Mata Filatelis Sebuah Wisata Sejarah”.Sudarsono Katam

Iklan

7 pemikiran pada “Kolam Renang Centrum Riwayatmu Kini

  1. sayang sekali. Teringat kenangan masa SMP saya di centrum pada tahun sekitar 2005-2006. Tahun selanjutnya sempat di Tjihampelas. Tahun berikutnya lagi beralik ke sabuga. Semoga ada bangunan asli yang tetap dipertahankan.

  2. Ping balik: Tweets that mention Kolam Renang Centrum Riwayatmu Kini « Dunia Aleut! -- Topsy.com

  3. sedih rasanya kolam renang centrum menjadi hancur,,23tahun sy mnempati kolam centrum,,rumah saya didalam kolam renang itu dr kecil sy tinggal didalam kolam renang tersebut,,krn ikut ayah sy yg bekerja dikolam renang centrum selama puluhan tahun….kolam renang centrum adalah rumah sy,,,tp sedih rasanya knp harus dihancurkan seperti itu….PADA PEMERINTAH KOTA BANDUNG TOLONG PERTAHANKAN CENTRUM UNTUK TETAP MENJADI KOLAM RENANG YG BENTUKNYA TETAP SEPERTI ITU…KRENA MERUPAKAN PENINGGALAN BERSEJARAH,,sedih rasanya melihat rumah sy hancur sepert itu

  4. Di Singapore sebuah lokasi bekas asrama/barak tentara jaman kolonial Ingris di sulap jadi kumpulan cafe, toko2 ritel eksklusif, tempat pameran dsb.nya tanpa merubah tata letak dan menghancurkan bangunan2nya,sekarang tempat itu unik sekaligus menarik namanya DEMPSEY HILL……..
    Di Bandung penjara Banceuy di hancurkan total, hanya menyisakan satu ruang bekas Bung Karno ditahan, sebagai gantinya muncul mall kampungan yang kumuh dipusat kota. Padahal seandainya penjara dibiarkan seperti bentuknya yang asli, sel2 tahanan dan ruang lainnya ditata jadi ruang komersial dengan tatanan yang kreatip, Pak Wali pasti akan menuai pujian dari segala penjuru….mungkin karena tak ada uang “hatur lumayan” kadi kumuhpun tak apa…ceunah !!!!!

    • kurang kreativitas.. padahal sudah banyak contoh baik dari pelestarian bangunan cagar budaya.. contoh restorasi Gdg. De Vries oleh NISP.

      Mungkin harus diusulkan pengurangan pajak bagi bangunan cagar budaya. Dan mentalitas yang meyakini bahwa yang minimalis adalah yang bagus harus diubah.. terimakasih sharenya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s