[tolong perhatikan] Tata Letak Makam

Oleh : Ayu Wulandari *catatan kecil pasca ngAleut Makam Pandu* mengunjungi mereka yang akan segera terusik Ada sebagian orang yang berpendapat, untuk apa repot-repot memikirkan Tata Letak Makam, pasalnya Tata Kota dan Tata Negara di negeri ini saja semrawut-nya sudah setengah hidup. Tapi saya berani bertaruh, orang yang berpendapat seperti itu pun nantinya akan sibuk … Lanjutkan membaca [tolong perhatikan] Tata Letak Makam

Bertualang di antara yang Tak Bernyawa

Oleh : Pia Zakiyah Selama hampir satu tahun setengah saya tinggal di daerah Pasteur-Bandung, saya baru tahu hari ini kalau Taman Pemakaman yang selalu terlewati kalau mau ke TOL pasteur itu ternyata bernama Taman Pemakaman Umum Kristen Pandu. Dulu saya hanya tahu komplek pemakaman itu unik dan lumayan besar. Sempat terpikir ingin "ber-iseng ria" main … Lanjutkan membaca Bertualang di antara yang Tak Bernyawa

Pandu – an untuk masa …..

Oleh : Ujank Lukman "Adi, klo udah besar cita-citanya apa?" "Pengen jadi dokter, biar bisa sembuhin orang yang sakit" "Kalau kamu Anto, mau jadi apa ?" "Polisi, biar bisa menangkap penjahat" "Nahh, Alex kamu apa ?""Emm.... pengen kaya papa, tiap hari nongkrong depan tivi sambil ngopi" "????? " Sepenggal dialog imajiner yang mungkin bisa terjadi … Lanjutkan membaca Pandu – an untuk masa …..

Ledeng!

Ledeng... Sebagai nama kawasan Ledeng sudah sangat akrab dengan warga Bandung, tapi bagaimana kisahnya sehingga kawasan ini dinamai Ledeng? Tampaknya sampai tahun 1920-an daerah ini dikenal dengan sebutan Cibadak, sesuai dengan ditemukannya sebuah mata air cukup besar di sana. Badak ( Ci-Badak) sebagai nama daerah mungkin perubahan dari "badag" dalam bahasa Sunda yang artinya besar, … Lanjutkan membaca Ledeng!

Pakuan, Bubat, Paregreg, Terasi!

Kira2 tahun 1333 seorang raja bernama Sri Baduga Maharaja mendirikan ibu kota Padjajaran yg disebut Pakuan. Raja inilah yang pada tahun 1357 bersama para ksatrianya pergi ke Majapahit untuk mempersuamikan putrinya, dan berujung pada terjadinya perang Bubat. Setelah perang Bubat, Padjajaran tidak lenyap, namun untuk sementara mengirim upeti ke Majapahit. Setelah masa Paregreg, barulah masa … Lanjutkan membaca Pakuan, Bubat, Paregreg, Terasi!