Pandu – an untuk masa …..

Oleh : Ujank Lukman

“Adi, klo udah besar cita-citanya apa?”

“Pengen jadi dokter, biar bisa sembuhin orang yang sakit”

“Kalau kamu Anto, mau jadi apa ?”

“Polisi, biar bisa menangkap penjahat”

“Nahh, Alex kamu apa ?””Emm…. pengen kaya papa, tiap hari nongkrong depan tivi sambil ngopi”

“????? ”

Sepenggal dialog imajiner yang mungkin bisa terjadi dimana saja, tentang suatu cita-cita dan keinginan. Begitu bersemangat dan polos tekad mereka, lalu apa cita-cita anda ketika masih kecil ?

Hari minggu yang cukup teduh untuk memulai perjalan bersama Komunitas Aleut menuju tempat peristirahat terakhir orang-orang yang berjasa terhadap Kota Bandung dan saksi sejarah perkembangan kota ini. Dipimpin Indra sang koordinator sepertinya perjalanan kali ini akan berlangsung khidmat dan penuh misteri.

Makam Laci

Diawali dengan cerita trauma sepulang dari ngAleut Pandu yang berakhir di rumah sakit,  membuat perjalanan semakin mencekam. Dan tempat pertama yang didatangi ialah “makam laci” yang berjejer dengan rapi, tampak nisan dengan nama-nama orang Belanda yang meninggal sekitar tahun 1930-an namun sayang sebagian nisan yang terbuat dari marmer tersebut hilang, kemanakah nisan itu pergi ?…… Berdasarkan penelusuran dan penuturan yang dihimpun Aleut marmer yang hilang itu dijual kepada ….. ??? penjual martabak sebagai alas untuk membuat adonan. Hahh, pantes aja kalau makan martabak kalo belum habis pasti penasaran… selalu gentayangan dalam pikiran.. masih berminat untuk membelinya?. Itu belum seberapa dibanding dengan pembongkaran peti dan kuburan (nampak juga tulang belulang berserakan) yang konon biasanya orang yang dikubur di sana pasti membawa perhiasan atau harta yang dicintainya sehingga mengundang “keusilan” untuk membongkarnya, dalam pikiran mereka mungkin lumayan buat beli martabak. Sangat disayangkan, padahal mungkin orang-orang yang dikuburkan tersebut berjasa terhadap kota ini atau ada sanak saudaranya  yang kehilangan jejak leluhur mereka karena tindakan tersebut.

“Orate Pro Nobis (Berdoa untuk kita)” By Ursone

Beralih menuju “Istana Ursone” keluarga peternak susu dan seniman jaman dulu, dengan kalimat “Orate Pro Nobis” yang berati berdo’a untuk kita (google translate) sebuah keluarga yang telah menyelamatkan muka kota Bandung ketika ada perhelatan Kongres Pengusaha Gula (1896), keluarga tersebut menjadi pengisi acara dengan bermain musik menggunakan biola dan piano (saat itu tak ada yang bisa melakukannya selain Ursone bersaudara) . Dibalik kemegahan dan keanggunan makamnya tersimpan misteri untuk memecah kode-kode di sekitar dindingnya dan mengingatkan generasi sekarang agar lebih kreatif (Kode ini menginspirasi film “Da Vinci Code” dan yang pasti ngaco..).

Makam Prof. Ir. C.P. Wolff Schoemaker.. Pia aja sampai terharu mendengar penjelasan Ayan

Coba acungkan tangan yang tidak tahu Masjid Cipaganti, Gereja Katedral, Vila Isola (UPI), New Majestic … pasti anda semua tahu dan pernah mengunjungi atau melihatnya dan pasti tahu juga siapa perancangnya dong. Ya betul, perancangnya adalah Prof. Ir. C.P. Wolff Schoemaker seorang arsitek yang juga dosen Bung Karno ketika kuliah di Technische Hoogeschool (ITB sekarang), beruntung sekali bisa mengunjungi makam beliau yang merupakan salah satu perancang bangunan-bangunan bersejarah di kota Bandung. Terasa aura memancar dari batu nisan tersebut seakan berkata “biarpun aku telah mati, tetapi karyaku akan selalu hidup”

Terima kasih untuk para Fotografer yg selalu setia membidik setiap objek..

Teringat ketika masih kecil begitu banyaknya cita-cita yang ingin kita raih, namun beranjak dewasa satu-satu keinginan itu pudar tertiup oleh kenyataan dan kemalasan. Melihat batu nisan dan makam di kompleks Pandu seakan mengingatkan kembali target atau pencapaian apa yang telah kita lakukan selama ini, apakah semakin mendekat atau jauh dari harapan.

So, sudah sedekat apakah cita-cita masa kecil anda sekarang ? 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s