Menemukan Udug-Udug, Ibu Kota Karawang Baheula


Ditulis oleh: Hevi Fauzan

“Di dalam perjalanan, kadang kita tidak menemukan apa yang dicari. Kadang, kita malah menemukan hal yang lain lagi.”

Sabtu, 5 September 2020, kami berlima melakukan perjalanan momotoran ke Kabupaten Karawang. Dalam rencana, kami akan mengunjungi Cikao, Bendungan Walahar, rumah bersejarah Rengasdengklok, Candi Batujaya, dan muara Ci Tarum di Laut Jawa. Satu rencana perjalanan untuk menyusuri objek-objek yang kaya akan sejarah.

Di tengah perjalanan, rencana mulai berubah. Karena kurang membaca peta dan tidak ada rambu penunjuk jalan di belokan menuju Jatiluhur di Kota Purwakarta, kami mengambil jalur lurus ke Cikampek. Menyadasi kesalahan di tengah perjalanan, kami akhirnya mengambil keputusan untuk langsung menuju bendungan yang membendung Sungai Ci Tarum, Bendungan Walahar. Sementara, hawa panas mulai memasuki ruang-ruang udara di dalam jaket.

Baca lebih lanjut

12 Nisan di Taman Makam Pahlawan Cikutra

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

Siang itu, saya bersama Komunitas Aleut sedang berada di TMP Cikutra. Saat itu, kami melakukan kegiatan berjudul “Ngaleut Cikutra”. Selama kegiatan berlangsung, kami berkeliling di sekitaran TMP Cikutra untuk melihat beberapa nisan pahlawan terkenal seperti E.F.E. Douwes Dekker dan Abdoel Moeis,

Di tengah perjalanan berkeliling di dalam TMP Cikutra, saya tersandung oleh batu nisan kecil di bawah. Nisan itu terlepas dari kayu yang menjadi tempatnya. Mungkin nisan itu jatuh karena kurang terawat atau kurang direkat pada kayu.

Nisan tidak dikenal di atas tanah (sumber foto : Irfan TP)

Nisan tidak dikenal di atas tanah (sumber foto: Irfan TP)

Karena merasa tidak enak telah tersandung nisan, saya pungut nisan itu. Tapi ada yang aneh pada nisan itu, yakni tidak adanya nama almarhum di nisan. Berbeda dengan nisan lainnya yang bernama, nisan yang saya pegang hanya tertulis tidak dikenal sebagai nama almarhum.

Setelah memperhatikan keadaan sekitar, ternyata ada selusin nisan tertulis tidak dikenal. 12 nisan itu berlokasi di satu blok yang sama. Wajah nisan – nisan terlihat sama, yakni mulai menggelap dan meretak ke berbagai arah. Baca lebih lanjut