Momotoran Gas Tipis ke Lembang

Ditulis oleh: Deuis Raniarti

Agenda Momotoran Komunitas Aleut kali ini dibuka untuk umum, namun pesertanya dibatasi. Temanya Momotoran Lembang dan sekitarnya, jadi di kawasan dekat-dekat saja. Poster diposting tiga hari sebelum hari H dan ada google form yang harus diisi oleh peserta yang mendaftar, dengan catatan: “Apabila mendadak tidak dapat hadir, sila konfirmasi maksimal H-1 ke admin via nomor whatsapp atau DM ke Instagram @KomunitasAleut.

Jika sudah konfirmasi hadir, namun batal saat hari-H tanpa kabar atau alasan yang jelas, Aleutian tidak dapat mengikuti kegiatan Komunitas Aleut selama 3 bulan ke depan, karena kuota peserta terbatas. Mohon bertanggung jawab atas kuota yang telah diambil.” Catatan tersebut disematkan di akhir google form, alasannya tentu saja agar peserta disiplin dan bertanggung jawab dengan pilihannya. Pasalnya pada kegiatan-kegiatan Aleut sebelumnya, ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab seenaknya saja tidak konfirmasi bila tidak bisa hadir, sementara banyak orang tidak kebagian kesempatan karena kuotanya telah mereka ambil.

Peserta Momotoran berkumpul di Sekretariat Komunitas Aleut pada Minggu pagi, 9 Januari 2022. Tak disangka, peserta yang daftar hadir semua. Ternyata catatan akhir yang jadi pengingat pada google form itu bermanfaat juga, hehehe. Sebelum berangkat, saya menjelaskan dulu rencana kegiatan hari ini, mulai dari teknis Momotoran di Komunitas Aleut, materi pengantar untuk kegiatan hari ini, serta rencana rute perjalanan. Mengapa rencana rute? Karena bisa saja tidak semua kita jalani, let it flow~

Baca lebih lanjut

Gunung Putri, Bertukar Ingat dengan Lupa

Oleh: Hevi Fauzan (@hevifauzan)

IMG-20160807-WA0013

Berbagi waktu dengan alam, kau akan tau siapa dirimu sebenarnya

Hanya sepotong bait lagu OST-nya film Soe Hok Gie yang melintas saat saya menaiki Gunung Putri, sebuah bukit di sekitaran Lembang. Sabtu malam, 6 Agustus 2016, setelah kekalahan Persib dari Perseru 1-0.

Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Keantariksaan. Kami, dari Komunitas Aleut, pada awalnya ingin melihat apa yang terjadi di langit malam itu. Apa daya, polusi cahaya Lembang dan Kota Bandung tidak memungkinkan untuk itu. Ditambah lagi, langit tertutup awan, walau tidak sampai hujan.

Sore sebelumnya, saya mengalami kejadian absurd yang gak lucu sama sekali. Sudah puluhan kali saya menjadi admin untuk live tweet pertandingan Persib Bandung. Saya pernah live berdasarkan laporan via voice dan text, apalagi, live tweet berdasarkan pertandingan di TV adalah hal yang biasa. Namun di sore itu, saya buta dengan jalannya pertandingan karena memang tidak disiarkan secara langsung, baik di TV maupun radio. Alhasil, saya mendapat info dari akun official. Baca lebih lanjut