Kawasan Cihapit pernah memiliki masa-masa kelam, tepatnya ketika kawasan tersebut difungsikan sebagai salah satu lokasi Interniran terbesar di Bandung. Dikenal juga sebagai kamp Bunsho II, Kamp Tjiapit ditujukan untuk menampung tawanan wanita, orang-orang tua dan anak-anak Belanda. Pada saat dibuka pada 17 November 1942 penghuninya sekitar 14.000 orang, dan ketika ditutup pada Desember 1944 penghuninya … Lanjutkan membaca Kamp Interniran Cihapit
Catatan Perjalanan
Gedung Konperensi Asia-Afrika Bandung, Kisahnya di Masa Lalu
Oleh : Arya Vidya Utama Kemarin, atau tepatnya hari minggu kemarin, saya dapet tugas (halah) buat memandu beberapa orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk lebih mengenal bagaimana Bandung di masa lalu. Berhubung materinya masih nempel di kepala, mending dituang disini aja, sekalian berbagi. Di postingan ini, saya menjelaskan mengenai awal mula bangunan yang … Lanjutkan membaca Gedung Konperensi Asia-Afrika Bandung, Kisahnya di Masa Lalu
Video Ngaleut! Braga-Gg.Apandi-Lembong-Braga
Video oleh : Nanang Cahyana Al Majalayi (Jantjeu)
SMAK Dago/Lyceum, Riwayatmu Dulu
SMAK Dago atau lebih dikenal sebagai Lyceum, pada awalnya merupakan villa milik seorang pengusaha Cina. Setelah beralih fungsi menjadi sekolah Christelijk Lyceum di awal abad 20, bangunan kemudian direnovasi oleh arsitek Y.S. Deyvis (1939) dan terakhir oleh A.W. Gmelig Meijling (40'an).. Lyceum diakuisisi Jepang pada tanggal 30 September 1945. Oleh mereka bangunan tersebut diubah menjadi … Lanjutkan membaca SMAK Dago/Lyceum, Riwayatmu Dulu
Sketsa Borobudur Maclaine Pont
Sejauh yang saya tahu, tidak ada arsitek Nusantara selain Maclaine Pont yang benar-benar menaruh perhatian tinggi terhadap kekayaan budaya Nusantara. Beliau memang tidak banyak mendirikan bangunan, namun sumbangan terbesarnya adalah usahanya dalam menemukan jati diri arsitektur indis. Salah satu mahakaryanya yang didirikan di Bandung adalah bangunan Aula Barat Timur di Komplek ITB. Sketsa Borobudur di … Lanjutkan membaca Sketsa Borobudur Maclaine Pont
Gatot Mangkoepradja
Oleh : R.Indra Pratama Ketika pagi saya tadi ziarah ke makam Mbah Kakung dan Mbah Putri serta Mbah Buyut di TPU Sirnaraga, saya melewati makam ini. Saya inget2 namanya kok familiar.. ternyata inilah salah satu dari empat sekawan aktivis PNI yang diperkarakan. Yang kelak atas perkara inilah Soekarno menyampaikan pembelaan menggegerkan Indonesia Menggugat. Gatot Mangkoepradja … Lanjutkan membaca Gatot Mangkoepradja
Riwayat Hidup R.A.A. Wiranatakoesoemah V (Dalem Haji)
Riwayat Hidup R.A.A. Wiranatakoesoemah.Lahir di Bandung tanggal 23 November 1888. Setelah pada tahun 1910, beliau keluar dari kelas tertinggi di H.B.S. Jakarta, kemudian diangkat menjadi Jurutulis Kewadanan Tanjungsari (Sumedang). Tahun 1911 diangkat menjadi mantri polisi di Kota Tasikmalaya Tahun 1912 diangkat menjadi Wedana Cibereum (Tasikmalaya) Tahun 1913 diangkat menjadi Bupati Cianjur Tahun 1918 dipindahkan menjadi … Lanjutkan membaca Riwayat Hidup R.A.A. Wiranatakoesoemah V (Dalem Haji)
Napak Tilas Konperensi Asia-Afrika ::: Sebuah petite histoire :::
Oleh : M.Ryzki Wiryawan Bismillah, Goodspeed ! Ungkapan semangat tersebut kerap terlontar dari mulut kang Adew, sang tour leader dalam acara Napak Tilas Konperensi Asia Afrika yang diadakan tanggal 13 Juli kemarin. Suatu perjalanan yang sangat mengesankan dengan harga yang sangat terjangkau. Beruntung sekali saya bisa ikut serta dalam kesempatan langka tersebut, dan sebagai seorang … Lanjutkan membaca Napak Tilas Konperensi Asia-Afrika ::: Sebuah petite histoire :::
Volksraad sebagai Corong Perjuangan menuju Kemerdekaan
Oleh : Indra Pratama Bandung, 21 Juni 1916, Nationaal Congres pertama dari Centrale Sarekat Islam dibuka oleh Tjokroaminoto. Dari rangkaian kata yang disusun, lembek, tiada kesan revolusioner terdengar, yang bisa memerahkan telinga para polisi di luar. Namun bagi para peserta kongres, kata-kata beliau menyiratkan sebuah hal sebuah harapan besar : pemerintahan sendiri. “Tidak sekali-kali kita … Lanjutkan membaca Volksraad sebagai Corong Perjuangan menuju Kemerdekaan
Peratoeran Boeat Aleuteurs!
Oleh : M.Ryzki Wiryawan Kita selaku Aleuteurs sekaliannja berhak memakai djalan, oleh sebab itoe perloe diadakan atoeran-atoeran soepaja terhindar dari bahaja didjalan itoe. Beikoet adalah atoeran-atoeran jang berlakoe bagi segenap Aleuteurs... 1. Teroetama bagi para Aleuteurs, berlakoe atoeran jang kita soedah ketahoei bersama, ja'ni : Djalan kiri! Pada gambar dibawah terlihat beberapa orang … Lanjutkan membaca Peratoeran Boeat Aleuteurs!
Foto : Buah Kacapi
Diposting oleh : Pia Zakiyah Kacapi yang satu ini engga bisa dipetik dan engga bisa ngeluarin bunyi. Cara ngebukanya? Dibaledogkeun ke batu atau lantai, niscaya langsung merekah dan engga perlu pake pisau 🙂
Sedikit Pencerahan Mengenai Wisata Kota Tua
Oleh : Arya Vidya Utama Sejarah Kota Tua Pelabuhan Sunda Kelapa diserang oleh tentara Demak pada 1526, yang dipimpin oleh Fatahillah, dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527, kota tersebut luasnya tidak lebih dari 15 hektar dengan pola tata kota tradisional Indonesia. Kota Jayakarta hancur diserang VOC Belanda pada tahun … Lanjutkan membaca Sedikit Pencerahan Mengenai Wisata Kota Tua
Asal Mula “Ragunan”
Oleh : Nanang Cahyana Al-Majalayi Siapa yang tak kenal nama Ragunan. Setiap hari libur, jalan raya yang berada di sekitar Ragunan atau lebih tepatnya di sekitar Kebun Binatang Ragunan, pasti mengalami kepadatan lalu lintas. Karena Kebun Binatang Ragunan sudah menjadi objek wisata keluarga ketika hari libur tiba. Selain harga tiketnya terjangkau (*sabar ya jika ngantri … Lanjutkan membaca Asal Mula “Ragunan”
Jika Bandung Lupa Sungai
Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan Menyamakan Bandung dengan Paris akan membuat sungai Seine kecewa bila di bandingkan dengan Cikapundung (Richard & Sheila Bannet) Richard dan Sheila Bannet, yang sempat tinggal di kota Bandung sekitar tahun 1980 memberikan sebuah kesan berupa bentuk kecintaan sekaligus keprihatinan akan sungai Cikapundung,pasangan dari Inggris tersebut melalui bukunya Bandung&Beyond menuliskan … Lanjutkan membaca Jika Bandung Lupa Sungai
Mapay Cikapundung
Oleh : Nia Janiar Kali pertama saya dan Neni gabung di Komunitas Aleut, kami langsung basah-basahan dan sakit kaki karena jadwal ngaleut saat itu adalah menyusuri Sungai Cikapundung dari Sumur Bandung hingga Curug Dago. Kami bergaya ala Ninja Hatorri: Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir ke samudra. Bersama teman berpetualang! Teknis menyusuri sungai adalah begini: … Lanjutkan membaca Mapay Cikapundung