Ketika Seribu Cerita Dirangkai Menjadi Satu

Oleh : Ujanx Lukman

 

Malem minggu aye pergi ke bioskop

Bergandengan ame pacar nonton koboi

Beli karcis tau tau keabisan

Jage gengsi kepakse beli catutan

 

Lagu yang dinyanyikan oleh almarhum Benyamin S menggambarkan kisah ngAleut kali ini, bagai dibawa kembali pada masa-masa dimana Bandung pernah menjadi “Kota Bioskop”, karena hampir disetiap sudut kota dipenuhi oleh gedung pemutaran Film dari kelas executive, menengah sampai rendah. Dari yang  bergedung sampai beratap langit dari yang bertiket masuk ribuan rupiah (jaman dulu ya jangan disamakan dengan sekarang) sampai hanya sebatang rokok, semua tempat mempunyai kisah dan kenangan…

 

Dari tempat yang biasa kita lalui dan lihat yaitu Panti Karya sebuah gedung bioskop yang sering memutar film-film keluarga pada jamannya, kisah ngAleut ini pun dimulai dengan background Gedung tua tersebut seluruh Aluetians mencoba memasuki dimensi lain yang penuh cerita.

 

film pertama “Loeteong Kasaroeng”
Sumber Googling

 

Film “Loetoeng Kasaroeng” merupakan film cerita pertama yang diproduksi di Hindia Belanda dan ditayangkan perdana pad atanggal 31 Desember 1926 di bioskop Elita yang dinyatakan sebagai persembahan kepada Gubernur Jendral Hindia Belanda. Judul film ini berdasarkan masukan dari R.A.A Wiranatakoesoema V (Dalem Haji) yang sedang giat mengembangkan budaya sunda. Tidak hanya sampai disitu,  beliau juga mengijinkan para keponakannya yang cantik-cantik untuk bermain di film tersebut, padahal pada masa itu anak-anak menak sangat dijaga kehormatannya sehingga sulit untuk menyaksikan  mereka secara langsung… Jadi inget wacana yang digulirkan oleh wagub Dede Yusuf tentang mem-film-kan cerita ‘”Perang Bubat” sudah sampai mana ya??

 

Keangkuhan melawan Kebanggaan..
Foto Pia by Yandhi

 

Kita tinggalkan dulu wacana tersebut nampaknya banyak pihak yang menyangsikan terwujudnya film “Perang Bubat”, kita turun dulu dari langit imajinasi dan melihat fenomena film “Eat Pray Love” salah satu film yang membuat bangga bagi kita karena ada satu scene menggambarkan keindahan panorama alam Bali.. Ada yang aneh dengan budaya masyarakat kita terutama kaum muda mereka lebih bangga dengan barang atau sesuatu yang berbau luar negeri, entah apa yang menyebabkan hal itu padahal barang-barang tersebut berasal dari Cibaduyut atau Garut namun diimpor terlebih dahulu lalu oleh mereka diberi label dan dijual lagi menjadi nama yang “aneh”. Mungkin kalau nanti es goyobot diganti nama menjadi Ice Goyobodts mungkin akan lebih laku, atau Croquettes de Mais (ayo tebak naon artina… ) untuk menggantikan nama perkedel jagung..

dan juga seharusnya film Julia Roberts tersebut diganti menjadi “cuci tangan dan berdoa sebelum makan”

 

Termakan …??

 

Ehh tak terasa imajinasi membawa seluruh rombongan ke jalan Braga, sebuah jalan yang pernah menjadi jantung nya Parijs Van Java, bangunan-bangunan kokoh yang  menggoda setiap mata untuk membawa terbang angan ke tempat tak bertuan (ahhh… rada melow sakedik). Sepanjang jalan ini dulu berdiri Bioskop yang bernama President, Pop,  dan Majestic. Namun hanya Majestic yang masih eksis dan dipugar kembali sehingga namanya berubah menjadi “New Majestic”, untuk tempat lainnya ‘sorry.. sorry .. deh’ terhapus dari ingatan karena kebijakan dan korban peraturan….

 

Bioskop Dian sekarang

 

“Kenangan itu masih ada” ketika melihat suasana Bioskop Dian (Radio City), salah satu bioskop yang beralih fungsi menjadi lapangan futsal. Tak banyak yang bisa dilihat hanya sebuah ruang besar yang membisu menyimpan aneka cerita dan kenangan. Mungkin perjalan ngAleut ini pantas disebut sebagai “Nostalgia terindah se-Nusantara” karena semua diajak berimajinasi menembus ruang dan waktu kembali pada masa yang tak teralami yang hanya bisa didapat dari cerita generasi terdahulu…..

 

Ku ingin melangkah, melompat berlari dan terbang bersama kenangan

Melewati awan imaji menuju kisah tak tergambar

Semua bercerita indah dan bahagia

Bagai ditraktir makan sampai diantar pulang…

 

Semoga membuat kita sadar bahwa mendokumentasikan sesuatu baik tulisan maupun gambar akan berguna bagi generasi mendatang…….

 

 

Sumber tambahan : Bandung kilas peristiwa dimata filatelis sebuah wisata sejarah, Pa Katam

2 pemikiran pada “Ketika Seribu Cerita Dirangkai Menjadi Satu

  1. “dan juga seharusnya film Julia Roberts tersebut diganti menjadi “cuci tangan dan berdoa sebelum makan”
    Hihi 😀 bener banget… Eat Pray Love…cuci tangan sebelum makan.. 😀

    Postingnya bagus banget..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s