Event #MAPMYDAY, cara beda memperingati Hari Disabilitas Internasional

Event #MAPMYDAY, cara beda memperingati Hari Disabilitas Internasional

Sambutan dari perwakilan penyandang disabilitas netra pada acara pembukaan

Oleh: Erna Sunariyah (@ernasunariyah)

Ada yang sedikit berbeda pada kegiatan ngaleut yang saya ikuti bulan Desember 2017 lalu. Mungkin, ini kali pertama saya mengikuti ngaleut sejarah bersama penyandang disabilitas netra dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 03 Desember lalu. Acara yang diadakan Komunitas Aleut kali ini bekerja sama dengan Komunitas Tune map, salah satu komunitas yang peduli terhadap hak mobilitas tuna netra di Indonesia. Aktivitas utama mereka adalah kampanye dan advokasi terkait trotoar yang aksesibel.

Gedung Wyata Guna yang berada di jalan Padjadjaran jadi titik kumpul ngaleut kali ini. Setelah selesai registrasi ulang, para peserta diarahkan untuk berkumpul di satu titik untuk mendapat briefing awal sebelum acara ngaleut dimulai. Kami dibagi beberapa kelompok bersama 2-3 orang penyandang disabilitas netra tiap kelompoknya. Baca lebih lanjut

Iklan

Map My Day Bandung

Oleh : Hilmi harosilia (@harosilia)

I remember tiptoed a long yellow track on city pavements couples of weeks ago. Unaware that those yellow lined, some with straight embossed pattern and dots on others, are there as an aid. I guess most of you might already knew, but for some who don’t yet, those are guiding line provided for blind and visually impaired pedestrian.

In Indonesia there are around 3.7 million people with disability to see, and the yellow paving is still such a fancy to find at most sidewalks in our city, left alone throughout our country. As for you who often hangout around downtown Bandung, we see that some sidewalk has been installed with guidelines, yet it is discovered as some paths are not really walked-through friendly. Baca lebih lanjut