Pengalamanku Ikut Ngaleut Gunung Hejo

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Malam mulai larut, jalan pun sudah sepi. Dalam hati aku berteriak kegirangan “Yes, akhirnya bisa juga main jauh dan pulang malam.” Aku baru saja sampai di kosan setelah seharian ini ikut Ngaleut ke Gunung Hejo, Purwakarta, bersama Komunitas Aleut. Langsung saja aku menuju menuju kamar mandi untuk membersihkan badan, lengket sekali rasanya setelah seharian banyak berkeringat dan diguyur hujan pula. Namun begitu masuk di dalam kamar mandi aku malah melamun, otakku membawaku pada kejadian hari ini, mengulang setiap hal yang dialami.

Selama mandi aku terus teringat dan senyum-senyum sendiri ketika sadar bahwa hari ini tidak ada deringan telepon dari ibu. Ya, biasanya tiap hari beliau telepon untuk ngobrol ini itu atau hanya sekedar bertanya “sedang apa?” Seandainya aku ketahuan masih di luar pada jam itu, akan ada rentetan pertanyaan yang wajib dijawab dan kesemuanya itu adalah berdasarkan kekhawatirannya. Tapi entah mengapa pada hari itu aku lupa izin sebelum pergi.

Bunyi notifikasi di handphone menarik perhatianku. “Itu pasti spamming foto dari Ngaleut hari ini” pikirku. Benar saja. Ditinggal sebentar saja sudah ada ratusan chat yang belum dibaca. Baca lebih lanjut