Roti Sumber Hidangan, Roti Legendaris Warisan Bandung

Oleh: Irfan Arfin (@Fan_Fin)

CQXFIcrU8AEOb1f

Sumber Hidangan, atau yang dulu dikenal dengan nama Het Snoephuis, adalah sebuah toko roti legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1929 di Jl. Braga, Kota Bandung. Het Snoephuis sendiri jika diterjemahkan secara bebas memiliki arti ‘rumah manis’, maka tak heran mayoritas makanan yang dijual di sini serba manis. Meskipun terletak di salah satu jalan yang kesohor di Kota Bandung, namun dibutuhkan usaha lebih untuk menemukan toko roti ini karena tidak terdapat plang nama toko yang terpasang di luar. Belum lagi lokasi toko yang terhalang oleh lapak para pelukis jalanan.

DSC_6437Namun tak disangka juga setelah saya masuk ke dalam, toko ini memiliki lahan yang luas dan memiliki display jadul yang cukup besar. Kondisi ini berbeda dengan sebuah toko roti legendaris lainnya, Toko Roti Sidodadi di Jl. Otto Iskandardinata, yang tergolong kecil dan sempit. Sumber Hidangan memiliki koridor jalan yang lebar dan setengah area lainnya yang dapat dipakai menyantap hidangan khas dari toko ini. Meja dan kursi yang tersedia cukup banyak sehingga para wisatawan cukup leluasa berkunjung di sini.

DSC_6436Walaupun toko roti ini terhalang oleh display bertumpuk dari pelukis jalanan Braga, namun ternyata banyak juga turis lokal ataupun mancanegara yang datang kemari karena nama Sumber Hidangan cukup populer di dunia maya. Banyak sekali blog yang membahas mengenai tempat ini, entah postingan saya ini sudah masuk urutan ke berapa di Google. Bahkan sebenarnya saya sendiri yang notabenenya merupakan warga Bandung asli baru mendengar nama toko ini 3 bulan yang lalu dari salah seorang teman saya yang berkunjung dari malang untuk mencari lokasi toko ini.

Daya tarik lain dari toko ini adalah arsitektur dan interior toko yang berkesan vintage karena masih mempertahankan desain dan gaya lama yang sangat jadul. Dekorasi foto hitam putih dan meja kursi yang khas pun tampak menghiasi toko ini.Jarak dari lantai dan langit-langit toko juga terbentang cukup jauh, sehingga kesan luas dari bangunan makin terasa.  Untuk ukuran tempat makan di jaman sekarang yang segala sesuatunya harus selfieable. Artinya, tempat makan tersebut asyik buat selfie dan di-update di media sosial, dan saya rasa Sumber Hidangan sudah masuk kriteria tersebut.

CQXFXQLUYAA-Mq7Sebuah meja kasir besar dan lengkap beserta mesin kasir raksasanya menjadi sesuatu yang cukup ikonik di Sumber Hidangan ini. Pernah nonton film Warkop DKI yang adegannya di sebuah hotel (saya lupa judulnya)? Ya, perabot dan interiornya mengingatkan saya pada film tersebut.

Toko Sumber Hidangan ini memang berniat untuk mempertahankan khas klasiknya. Namun sedikit catatan juga, sebaiknya langit-langit yang terkelupas perlu banyak perbaikan. Jarak dari lantai dan langit-langit toko juga terbentang cukup jauh, sehingga kesan luas dari bangunan makin terasa.

Dan tentunya, hal yang terkenal dari toko roti ini adalah rasa dan bentuk roti tersebut yang tak hanya enak tapi juga unik. Beberapa jenis roti memang cukup familiar seperti croissant, dan roti corong dengan fla, namun saya sendiri baru pertama kali melihat dan mencicipinya kebanyakan roti dan cake di sini. Rasa roti di Sumber Hidangan tak kalah dengan roti-roti yang sekarang banyak dijual di mall. Roti dan kue Sumber Hidangan memiliki rasa manis yang unik yang saya rasa bahkan tidak bisa diciptakan oleh merek-merek roti mall tersebut. Kemasan roti yang menggunakan kertas pun menjadi poin yang memperkuat citra klasik pada roti dan kue Sumber Hidangan.

Di sini juga kita dapat membeli beberapa makanan pendamping yang juga nikmat, salah satunya sorbet, yaitu es yang dibuat dari buah asli. Konon memang bentuk dan rasa yang dibuat di Sumber Hidangan ini masih sangat orisinil mengambil dari resep para bangsa asing yang pernah singgah di Indonesia.

Kabar lain yang beredar, bahwa toko ini akan tutup dalam beberapa tahun ke depan karena tidak dapat mempertahankan omzet dan kalah bersaing dari produk roti modern. Tentunya saya berharap Sumber Hidangan ini akan terus beroperasi, karena resep yang dimiliki toko ini benar-benar the one and only.

CQXFCdUUkAAkFA8

 

Tautan asli: http://ceritamatakata.blogspot.co.id/2015/10/roti-sumber-hidangan-het-snoephuis-roti.html

Nikmatnya Menyantap Lomie Cilie

Oleh: Fathonil Aziz (@aziztony) dan Maya Firmansyah (@Raeki91)

Bandung sebagai kota yang terletak di dataran memiliki hawa yang cukup dingin. Hal ini menimbulkan sensasi rasa luar biasa saat kita menikmati makanan atau minuman hangat di tengah dinginnya hawa Kota Bandung, apalagi ketika Kota Bandung diguyur hujan yang cukup deras di bulan November. Lomie, makanan yang identik dengan makanan khas Negeri Tirai Bambu ini dapat menjadi salah satu pilihan kuliner Kota Kembang.

20151126060315

 

Salah satu tempat yang menjual Lomie di Bandung yang cukup terkenal adalah Lomie Cilie. Nama Cilie merupakan kependekan dari lokasi jualan lomie ini, yaitu di Jalan Ciliwung, tepatnya dekat belokan yang mengarah ke Jalan Supratman. Lomie Cilie ini dijual dengan cara kaki lima, tapi rasa yang ditawarkan bisa bersaing dengan resto bintang lima.

20151126060308

Apa sih sebetulnya lomie itu? Lomie adalah sajian makanan mie berbentuk gepeng yang direbus dan disajikan dengan kuah kental. Kuah kental ini terbuat dari rebusan seafood yang ditambahkan dengan tepung maizena sebagai pengental. Sebagai pelengkap, lomie juga disajikan dengan bakso, pangsit, dan sayuran.

Pak Wahyu, pemilik Lomie Cilie, awalnya bekerja sebagai pegawai di salah satu butik pakaian di Bandung. Namun karena kejenuhan dan keinginan untuk mengubah nasib, akhirnya Pak Wahyu memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memutuskan berjualan Lomie. Beliau belajar membuat Lomie dari salah satu temannya yang sudah terlebih dahulu menekuni pembuatan Lomie.

20151126060825

Pak Wahyu sudah 12 tahun berjualan di Jl. Ciliwung. Dulu usahanya bernama Lomie Cilie 99. Angka 99 menunjukan waktu berjualan lomie ini, yaitu dari pukul 09.00 sampai 21.00 setiap harinya. Namun belakangan ini sudah banyak yang meniru model angka pada nama usaha lomie, seperti Lomie 88 yang berarti buka dari pukul 08.00 sampai 20.00. Untuk membedakan warung lomienya dengan warung lain, Pak Wahyu lantas menghapus angka itu dari nama dagangannya, termasuk mengubah waktu bukanya menjadi 12.00 sampai 19.00 saja.

20151126060324

Menurut Pak Wahyu, setiap penjual lomie mencari keunikannya masing-masing, terutama pada kuah dan rasa pangsitnya. Pak Wahyu membuat dan meracik sendiri pangsit serta bumbu-bumbu untuk kuah lomie jualannya. Hasil olahannya ini ternyata mendapatkan banyak peminat, hampir setiap hari banyak pengunjung yang datang dan lomie jualannya habis terjual.

20151126060836

Obrolan kami terhenti sesaat setelah dua porsi lomie racikan Pak Wahyu tiba di meja. Setelah masing-masing dari kami selesai melahap habis lomie, berikut adalah ulasan tentang Lomie Cilie:

Tony

Rasa seafood dari kuah kental ini cukup kuat, sehingga menimbulkan sensasi rasa lezat pada saat pertama kali menyantapnya. Namun di bagian akhir, entah mengapa menurut saya rasa kuah kental ini malah terasa eneg. Selain itu pada sajian Lomie juga ditambahkan bakso, pangsit, dan udang goreng. Baksonya cukup enak dengan tekstur yang tidak terlalu kenyal dan keras. Pangsitnya cukup lembut dengan isian kulit ayam cincang.

Lomie yang saya santap juga dilengkapi dengan sayur, yaitu rebusan kangkung. Ini berbeda dengan lomie yang pernah saya cicipi ketika berada di Kota Surabaya. Di Surabaya, lomie menggunakan sayuran sawi hijau. Lomie ini juga ditambahkan topping berupa taburan daging ayam dengan jumlah yang cukup banyak, daun bawang cincang, dan bawang goreng.

Secara keseluruhan, lomie ini patut diberi nilai 8,25 dari skala 10.

Maya

Ini adalah pengalaman pertama saya makan lomie di Lomie Cilie. Menurut saya, rasa lomie di sini endess morodos alias sangat enak, terutama untuk kuahnya yang kental. Dalam suapan pertama, rasa lomie ini terkesan manis tapi kemudian disusul dengan sangat terasa gurih dari campuran seafood. Isi lomie ini bermacam-macam, ada pangsit, basko, kangkung, toge, dan tentu saja mie.

Di atasnya ditabur irisan daging ayam dan daun bawang yang segar. Porsi lomie di sini tidak mengecewakan, mangkuknya terisi penuh, apalagi dengan harga yang terhitung cukup murah, Rp.12.000,00 per mangkuk.

Dengan lokasi yang strategis di keteduhan pertigaan Jl. Ciliwung, harga yang terjangkau, dan olahan rasa yang tidak kalah dibanding lomie-lomie lainnya di Kota Bandung, membuat Lomie Cilie mampu bertahan lama dan tetap mendapatkan penggemar. Saya sendiri setelah mencicipi langsung merasa perlu merekomendasikan kepada teman-teman semua untuk ikut mencobanya.

Secara umum saya memberikan nilai 8 untuk rasa lomie di Lomie Cilie.

Sila datang dan menilainya sendiri 🙂