Ini catatan ringkas saja tentang perjalanan ngaleut kemarin bersama @KomunitasAleut. Untuk ngaleut hari ini sudah dirancang sebuah rute pendek dengan beberapa objek berbeda yang berada di jalur jalan kampung antara Kolam Pakar dengan kompleks PLTA Bengkok di Dago. Peta dan rute perjalanan ngaleut kemarin. Rekaman rute oleh @adam_taufik. Kegiatan dimulai dengan pembagian … Lanjutkan membaca Ngaleut dan Piknik di PLTA Bengkok, Minggu, 26 Mei 2013
Catatan Seputar Penemuan Gunung Padang, Cianjur
Pada bagian Pendahuluan dalam buku Peninggalan Tradisi Megalitik di Daerah Cianjur, Jawa Barat {1}, susunan Haris Sukendar, tertulis seperti ini: “Penemuan kembali bangunan berundak oleh para petani Endi, Soma, dan Abidin di Gunung Padang yang dilaporkan kepada Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Cianjur R. Adang Suwanda pada tahun 1979 telah menggugah para arkeolog untuk mengadakan penelitian. … Lanjutkan membaca Catatan Seputar Penemuan Gunung Padang, Cianjur
Tangkuban Perahu dan Kopi di Priangan
Konon pendakian pertama Gn. Tangkuban Parahu dilakukan oleh Abraham van Riebeeck pada tahun 1713. Pendakian ini merupakan misi pencarian belerang sebagai bahan campuran pembuatan bubuk mesiu untuk meriam dan bedil. Saat itu tentu saja belum ada jalur jalan seperti sekarang, sehingga pendakian ke puncak gunung dengan ketinggian 2.076 mdpl itu bisa sangat melelahkan. Akibatnya memang fatal bagi van Riebeeck, … Lanjutkan membaca Tangkuban Perahu dan Kopi di Priangan
Beberapa Tinggalan Sejarah di Sekitar Majalaya
Di Kampung Kadatuan, Desa Bojong, ada gundukan batuan di tepi jalan yang tidak terlalu diperhatikan orang. Dari cerita mulut ke mulut, batuan itu dipercaya sebagai bekas lokasi pusat Kerajaan Sawung Galah. Di jalur jalan Sapan-Bojongemas, Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, di tepi Ci Tarum ditemukan tumpukan batuan yang dipercaya sebagai reruntuhan sebuah candi. Di dekatnya, di … Lanjutkan membaca Beberapa Tinggalan Sejarah di Sekitar Majalaya
Terowongan Lampegan 1879-1882
Antara tahun 1881 sampai 1884, perusahaan Staatspoorwegen Westerlijnen menyelesaikan pembangunan jalur lintasan kereta api mulai dari Bogor melalui Sukabumi sampai Bandung dan Cicalengka sepanjang 184 kilometer. Jalur kereta ini mencapai Bandung pada tanggal 17 Mei 1884 dan peresmian stasiunnya dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 1884. Pada lintasan Sukabumi-Cianjur sepanjang 39 kilometer terdapat sebuah terowongan yang dibuat dengan membobol badan Bukit Kancana … Lanjutkan membaca Terowongan Lampegan 1879-1882
Kampung Apandi, Braga
Repost Ruas Jl. Braga di Bandung tentulah sudah dikenal baik oleh masyarakat, baik sebagai objek wisata berwawasan sejarah atau arsitektur. Sejumlah bangunan tua di Jl. Braga belakangan ini menjadi lebih populer sebagai tempat berfoto-ria yang dilakukan baik oleh kalangan wisatawan atau pun para pelajar dan remaja Kota Bandung. Belakangan Jl. Braga agak mengundang kegaduhan dalam … Lanjutkan membaca Kampung Apandi, Braga
Prof. Kemal Charles Prosper Wolff Schoemaker
Repost Para peminat sejarah kolonialisme di Hindia Belanda dan terutama Bandung, tentunya tak asing dengan nama Wolff Schoemaker. Beliau adalah arsitek yang banyak merancang gedung-gedung monumental di Bandung. Dapat disebutkan beberapa karyanya yang terkemuka seperti Villa Isola, Hotel Preanger, Gedung Merdeka, Peneropongan Bintang Bosscha, Bioskop Majestic, Landmark Building, Gedung Jaarbeurs, Penjara Sukamiskin, Gereja Bethel, Katedral St. Petrus, Mesjid Raya Cipaganti, … Lanjutkan membaca Prof. Kemal Charles Prosper Wolff Schoemaker
Sekilas Geusan Ulun (1558-1601)
Repost Gara2 diingatkan pengalaman beberapa waktu lalu berkunjung ke situs makam Dayeuhluhur di Sumedang, jadi ingat postingan ini. Pada publikasi lama cerita ini pernah diprotes oleh mereka yang punya versi cerita berbeda. Tapi saya memang tidak mempunyai pendapat apa pun dan tidak menambahkan apa pun dalam/tentang cerita ini, sepenuhnya hanya mencoba mengenalkan ulang satu tokoh … Lanjutkan membaca Sekilas Geusan Ulun (1558-1601)
P.F. Dahler dan Oeroesan Peranakan
Oleh : R. Indra Pratama Kepada gundukan tanah baru di Pemakaman Mrican, Jogjakarta itu, Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara berucap, “Walau masih banyak kekurangan, tetapi jangan hendaknya saudara berkecil hati meninggalkan kita, karena kita tentu akan menyelesaikan usaha yang masih belum sudah ini, dan percayalah saudara bahwa kita tentu akan dapat mencapai apa yang … Lanjutkan membaca P.F. Dahler dan Oeroesan Peranakan
Dick Tamimi, Di Udara Dia Jaya!.
Oleh : R. Indra Pratama Manusia sering mengidentikkan udara sebagai tempat yang melambangkan kebebasan. Keinginan untuk lepas dari represi dan kontrol mendorong imaji manusia begitu jauh untuk berjalan di udara, meninggalkan batasan-batasan yang terdapat di darat. Jika tidak percaya silahkan anda berandai bertanya pada Orville dan Wilbur Wright, atau kepada Guglielmo Marconi dan Alexander Graham … Lanjutkan membaca Dick Tamimi, Di Udara Dia Jaya!.
Kawasan Jalan Kedokteran di Bandung
Di Bandung terdapat satu kawasan yang nama jalanannya menggunakan nama2 dokter, baik nasional maupun internasional. Kawasan ini terletak di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Bio Farma. Kadang2 orang menyebutnya kawasan Cipaganti berdasarkankan nama jalan utama di situ. Nah, siapa saja dokter yang namanya (pernah) dijadikan nama-nama jalan itu? Ini cerita-cerita ringkasnya. Beberapa nama dokter … Lanjutkan membaca Kawasan Jalan Kedokteran di Bandung
Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah
Hari ini melalui twitter saya bikin permainan mengumpulkan nama-nama tumbuhan yang dijadikan nama kawasan atau nama jalan di Kota Bandung. Ya selain bentukan alam seperti bojong, ranca, leuwi, dll, ada banyak juga nama tumbuhan yang saat ini sangat populer sebagai nama tempat sehingga asal nama aslinya yang berupa tumbuhan sudah kurang dikenali lagi. Sebagai pembuka … Lanjutkan membaca Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah
Poster tema ngaleut 5 Mei 2013: Kawasan Cipaganti.
Ngaleut Cipaganti
Poster tema ngaleut tanggal 28 April 2013: Semerbak Bunga di Bandung Raya.
Ngaleut Semerbak Bunga di Bandung Raya
Lacak Jejak Inggit Garnasih, Minggu, 14 April 2013
13 April adalah tanggal wafatnya Ibu Inggit Garnasih, seorang tokoh perempuan dari Bandung yang ikut mewarnai sejarah nasional mendampingi suaminya, Ir. Sukarno, yang kelak menjadi presiden pertama Republik Indonesia.Inggit Garnasih berada di samping Sukarno sejak Sukarno masih menjadi mahasiswa di THS (ITB) di Bandung, membantu membiayai perkuliahannya, mengikuti setiap langkah perjuangannya mencapai kemerdekaan Indonesia, mendampingi … Lanjutkan membaca Lacak Jejak Inggit Garnasih, Minggu, 14 April 2013