Dongeng Bandung #23d Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-3

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Temuan-temuan Rothpletz Selama penelitiannya, Rothpletz menemukan 38 bilah kapak yang terbuat dari batu hijau padat dan jumlah itu hanya 8 buah yang keadaannya masih utuh. Panjang bilah terbesar 21,7 cm dan yang terkecil 5,8 cm. Lebarnya antara 2,3 cm sampai 7,3 cm. Ketebalannya antara 1,3 cm … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23d Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-3

Catatan Momotoran Sumedang: Dari Cijeruk sampai Gunung Puyuh. 13-04-2024.

Oleh Irfan Pradana Putra Hari ini, Sabtu, 13 April 2024, kami melakukan kegiatan momotoran pendek saja ke daerah Sumedang. Salah satu tujuan awalnya adalah ingin melihat keramaian suasana arus balik setelah lebaran, tapi ternyata sejak berangkat dari Bandung, sama sekali tidak terlihat kepadatan kendaraan di jalur utama Bandung-Sumedang. Hanya di Cibiru saja ada sedikit kepadatan, … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran Sumedang: Dari Cijeruk sampai Gunung Puyuh. 13-04-2024.

Momotoran Sumedang 15-04-2024

Oleh Irfan Pradana Fear of Missing Out atau orang-orang biasa menyebutnya dengan singkatan FOMO adalah sebuah perasaan takut atau cemas “tertinggal” dalam melakukan aktivitas tertentu. Biasanya perasaan ini timbul karena ketinggalan info atau tren. Mungkin perasaan inilah yang melatarbelakangi kegiatan Momotoran kali ini. Saya, setidaknya, kerap melewatkan momen libur lebaran dari tahun-tahun dengan hanya berdiam … Lanjutkan membaca Momotoran Sumedang 15-04-2024

Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck

Oleh Deuis Raniarti Tak biasanya aku terbangun pagi sekali, aku melongok ke luar. Sudah ramai orang berjalan berbondong-bondong. Hari ini ada memang ada kegiatan besar, penganugrahan Ridder in de Orde van Oranje-Nassau yang akan diterima oleh administratur perkebunan Kertamanah. Aku pun bergegas, ingin segera bergabung dengan orang-orang. Aku berjalan perlahan, tatapanku tak hanya ke depan. … Lanjutkan membaca Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck

Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)

Oleh: Irfan Pradana Putra Pagi itu, 28 Januari 2024, kami memulai perjalanan pukul delapan pagi. Cuaca sedang sangat enak sekali, tidak panas, cenderung mendung. Udara nyaman ini ternyata hanya berlangsung sampai sekitar Banjaran-Arjasari, karena setelah itu hujan mulai turun. Memasuki jalur Cimaung kami harus berbagi jalan dengan iring-iringan bis pariwisata. Entah berapa kali saya harus … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)

Ngaleut Jalan Siti Munigar

Oleh: Fikri M Pamungkas Jika akhir pekan tanpa pergi kemana-mana sepertinya terasa hampa. Minggu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan ngaleut ke sekitar Jalan Siti Munigar.  Pagi itu begitu cerah seakan-akan merestui perjalanan ini, dengan rasa penasaran dan ingin tahu saya pun berangkat bersama rekan komunitas aleut. Kami berangkat melewati Jalan Pasir Koja, lalu berbelok kanan, … Lanjutkan membaca Ngaleut Jalan Siti Munigar

Rumah Irama di Siti Munigar

Oleh: Elisa Nur Azizah Hari Minggu 14 Januari 2024, saya mengikuti kegiatan Ngaleut yang berbeda dari sebelumnya. Dalam kegiatan kali ini saya dan rekan-rekan lebih banyak berjalan di gang-gang kecil dan menyapa masyarakat setempat. Perjalanannya dimulai dengan kunjungan ke Makam Ahli Waris H.St Chapsah Durasid. Sebelum masuk, ada sebuah bangunan Kantor RW dengan plakat yang … Lanjutkan membaca Rumah Irama di Siti Munigar

Selintas Jalan Siti Munigar Bandung

Oleh: Komunitas Aleut Di sebrang Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Jalan Ibu Inggit Garnasih No.8, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, ada sebuah jalan kecil yang mungkin lebih cocok disebut gang, namanya Jalan Siti Munigar. Jalan ini  berujung di sebelah utara dan bertemu dengan jalan besar Pasirkoja. Panjangnya sekitar 400-500 meter saja. Gang Siti Munigar dilihat … Lanjutkan membaca Selintas Jalan Siti Munigar Bandung

Membersihkan Makam Dick de Hoog, 6 Januari 2024

Oleh: Komunitas Aleut Tentang Dick de Hoog bisa dibaca di sini https://komunitasaleut.com/2023/07/22/makam-dick-de-hoog-yang-terlupakan/ Setelah hari Selasa, 2 Januari 2024 lalu kami mengunjungi makam Raymond Kennedy, hari ini 6 Januari 2024, kami kembali lagi ke Makam Pandu, tapi khusus untuk menengok (lagi) makam Dick de Hoog. Dalam kunjungan tanggal 2 itu sebenarnya sebelum pulang kami juga mampir … Lanjutkan membaca Membersihkan Makam Dick de Hoog, 6 Januari 2024

In Memory of Raymond Kennedy 1906-1950

Oleh: Komunitas Aleut Untuk suatu keperluan kegiatan, belakangan ini kami cukup sering bolak balik ke kompleks makam Pandu, memeriksa sejumlah makam orang Belanda atau Eropa, termasuk ke Ereveld. Setiap ke sana selalu ambil jalur jalan setapak yang berbeda, bisa lewat mana saja, asal tidak terlalu banyak mengulang, agar bisa melihat dan menemui hal-hal yang berbeda. … Lanjutkan membaca In Memory of Raymond Kennedy 1906-1950

Makam Pandu atau Makam Eropa Baru (De Nieuwe Europeesche Begraafplaats) di Bandung

Oleh: Aditya Wijaya Pintu masuk Makam Pandu, terlihat relief dan tiang tinggi dengan lentera kaca di atasnya (Locale Techniek) Belakangan ini saya sering sekali mengunjungi Makam Pandu, kunjungan ini dalam rangka melakukan inventarisasi makam-makam tua di sana. Satu demi satu makam saya coba arsipkan baik foto, inskripsi, serta lokasinya. Inventarisasi ini mengharuskan saya untuk berkeliling … Lanjutkan membaca Makam Pandu atau Makam Eropa Baru (De Nieuwe Europeesche Begraafplaats) di Bandung

Titim Fatimah, Cahya Sumirat dari Jalancagak, Subang

Oleh: Komunitas Aleut Jumat sore itu, 22 Desember 2023, saya berjalan di belakang mengikuti kawan-kawan yang sudah duluan melewati gerbang utama dan memasuki area permakaman umum Istuning di daerah Jalancagak, Subang. Tujuannya adalah mengunjungi makam seorang tokoh seni, seorang sinden, yang pernah besar namanya pada tahun 1960-1970-an lalu: Titim Fatimah. Kompleks makam yang cukup padat … Lanjutkan membaca Titim Fatimah, Cahya Sumirat dari Jalancagak, Subang

Raden Rangga Martayuda, Jalan Pedati, dan Kademangan Batusirap

Tim ADP 2023 Ini tulisan loncat-loncat, alurnya seingetnya saja. Dalam beberapa perjalanan Komunitas Aleut melalui daerah Bukanagara, kami selalu mampir ke sebuah tugu “Jalan Pedati’ yang terletak di sisi lapangan di sebrang Pabrik Teh Bukanagara. Begitu juga dengan momotoran pada hari Jumat, 22 Desember 2023 lalu, walaupun jaraknya hanya selisih dua minggu dengan kunjungan sebelumnya, … Lanjutkan membaca Raden Rangga Martayuda, Jalan Pedati, dan Kademangan Batusirap

Senyum Terkembang di Subang: Sebuah Catatan Perjalanan (Bagian 1)

Oleh: Irfan Pradana Putra Pagi ini bener-bener telat bangun, padahal harusnya saya sudah berada di sekretariat Komunitas Aleut untuk mengikuti kegiatan Momotoran ke wilayah Subang. Dengan kecepatan turbo saya mandi oray, mengontak kawan-kawan menanyakan posisi untuk segera saya susul. Dengan kecepatan yang lebih tinggi saya memacu motor mengejar kawan-kawan yang sudah berada di daerah Dago, … Lanjutkan membaca Senyum Terkembang di Subang: Sebuah Catatan Perjalanan (Bagian 1)

Jagarnaek, Tenger Agoeng, dan Makam Tenger Agoeng

Oleh: Aditya Wijaya Tengger Agoeng dalam peta karya Junghuhn 1855. Wikicommons. Hari Minggu, 27 Agustus 2023. Keramaian kota perlahan menghilang berganti kesunyian dan ketenangan setelah kami melewati Kampung Jagarnaek. Dua sepeda motor perlahan melaju ke utara, melewati jalanan berbatu kerikil dengan tanah merah yang gersang. Di saat seperti itu, saya serasa mengendarai motor dalam kompetisi … Lanjutkan membaca Jagarnaek, Tenger Agoeng, dan Makam Tenger Agoeng