Oleh Dongeng Bandung Tulisan bagian pertama sudah membicarakan secara ringkas latar belakang terjadinya Pemberontakan November 1926, mulai dari Revolusi Industri di Eropa, lalu terjadinya kelas-kelas ekonomi dalam masyarakat, efek-efeknya di wilayah Hindia Belanda yang berlanjut dengan kemunculan gerakan-gerakan perlawanan, sampai Konferensi Prambanan dengan keputusan untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bagian kedua ini … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #13 Angle Kiri Bandung 1926 (Bagian-2)
Kota Bandung
Dongeng Bandung #12 Ngaleut Skena Underground di Bandung
oleh Irfan Pradana, Dongeng Bandung. Pada sekitar tahun 1990-an hingga 2000-an, Kota Bandung menjadi surga bagi perkembangan musik Underground. Kala itu kota ini menjadi ruang bagi anak muda memproduksi segala hal yang berkaitan dengan subculture skena bawah tanah tersebut. Ruang-ruang itu tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung yang kemudian saling berjejaring meskipun jurang perbedaan menganga … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #12 Ngaleut Skena Underground di Bandung
Dongeng Bandung #11 Bandung Baheula Jilid 1 & 2
Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh: Dongeng Bandung Sampul buku Bandung Baheula karya R Moech A. Affandie (Guna Utama, Bandung, 1969) Buku Bandung Baheula yang terdiri dari dua jilid ini dikarang oleh R. Moech. A. Affandie dan diterbitkan serta dicetak oleh (penerbit dan) Pertjetakan Guna Utama, Bandung. Pada bagian “Pihatur ti Pajun” yang ditulis … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #11 Bandung Baheula Jilid 1 & 2
Dongeng Bandung #10 Bandung dalam Roman Karya Yuhana
Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh: Dongeng Bandung Yuhana, atau Joehana dalam ejaan lama, adalah salah seorang sastrawan Sunda yang pernah sangat populer di masa sebelum Kemerdekaan RI, terutama periode setelah tahun 1920. Salah satu karyanya, Tjarios Eulis Atjih, pernah dibuat film pada tahun 1927, bahkan bila merujuk pada buku Katalog Film Indonesia 1926-2005 … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #10 Bandung dalam Roman Karya Yuhana
Dongeng Bandung: Ngaleut Tempo Doeloe bersama Walikota S.A. Reitsma
Oleh Dongeng Bandung Dongeng Bandung kali ini akan menceritakan ulang sebuah kegiatan Ngaleut yang dilakukan seratus tahun lalu. Kegiatan ini tidak seratus persen dilakukan dengan berjalan kaki karena beberapa lokasi jaraknya terlalu berjauhan untuk ditempuh dengan jalan kaki, sehingga sebagian dilakukan dengan kendaraan mobil. Inisiatif kegiatannya datang dari walikota Bandung waktu itu, Steven Anne Reitsma … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Ngaleut Tempo Doeloe bersama Walikota S.A. Reitsma
Dongeng Bandung #8 (1): Industriewijk Kiaracondong
Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Aditya Wijaya, atau lebih sering disingkat sebagai Adit, bergabung di Komunitas Aleut sejak tahun 2020 dan menjadi salah satu penulis reguler dan perancang beberapa program, terutama untuk pembuatan rute dan materi momotoran yang biasanya sudah lengkap dengan bahan literasinya. Hari ini, dalam kegiatan Dongeng Bandung, Adit kebagian … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #8 (1): Industriewijk Kiaracondong
Gmelig Meyling dan Biro Arsitek IBIV
Aditya Wijaya Beberapa waktu lalu rekan-rekan dari Komunitas Aleut berkunjung ke daerah perkebunan di Bandung Selatan. Jauh di selatan tempat hamparan kebun teh tumbuh subur, kami menemukan jejak dari seorang arsitek bernama Gmelig Meyling. Rasanya pamor arsitek ini kurang terlihat dibandingkan arsitek-arsitek lainnya yang berkarya di Kota Bandung. Hanya sedikit tulisan yang dapat saya temukan … Lanjutkan membaca Gmelig Meyling dan Biro Arsitek IBIV
Dongeng Bandung #7: TERAP FEST – Dago, Coblong, Simpang
Dago, Kamis, 13 Juli 2025 Oleh: Dongeng Bandung Tim TERAP dan Komunitas Aleut di halaman rumah Dago 141.Tim TERAP dan Komunitas Aleut di halaman kantor PMI Jawa Barat.Lahan eks Sanatorium Dago.Tim TERAP dan Komunitas Aleut di depan De Locomotieven.Tim TERAP dan Komunitas Aleut di depan De Locomotieven.Tim TERAP di Cika-cika. Foto: Tim TERAP.De Drie Locomotieven. … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #7: TERAP FEST – Dago, Coblong, Simpang
Dongeng Bandung #3: Bandoeng Waktoe Itoe
Oleh: Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku “Rasia Bandoeng”, Minggu, 29 Juni 2025 Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-1Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-2Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-3Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-4Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-5Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-6Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #3: Bandoeng Waktoe Itoe
Dongeng Bandung #4: Ngaleut Pendopo
Oleh: Dongeng Bandung Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 28 Juni 2025 Tidak perlu tinggal terlalu lama di Kota Bandung untuk mengalami bagaimana kota ini berubah dengan cepatnya. Yang baru tinggal satu-dua tahun belakangan saja mungkin sudah dapat menyampaikan hal-hal yang hilang, tumbuh, berganti, selama tinggal dalam waktu yang singkat itu. Perubahan pesat seperti ini sudah dimulai … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #4: Ngaleut Pendopo
Dongeng Bandung #2: Riwayat Alun-alun Bandung
Oleh: Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku “Rasia Bandoeng”, Minggu, 22 Juni 2025 Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-1Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-2Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-3Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-4Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-5 Ariyono Wahyu alias Alex Ari alias Alek membuka cerita hari ini dengan beberapa kutipan dari buku legendaris karya Haryoto Kunto, Semerbak … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #2: Riwayat Alun-alun Bandung
Pendirian Lembaga untuk Orang Buta di Bandung (Het Blinden-Instituut/Wyata Guna)
Oleh: Aditya Wijaya Tulisan ini untuk melengkapi apa yang sudah pernah ditulis oleh rekan-rekan saya terdahulu di Komunitas Aleut. Dapat dibaca di sini dan di sini. Vereeniging tot verbetering van het Lot der Blinden in Nederland en zijne Koloniën Jauh sebelum tahun 1900 di Amsterdam, Belanda, sudah ada sebuah perkumpulan yang hirau pada keadaan orang … Lanjutkan membaca Pendirian Lembaga untuk Orang Buta di Bandung (Het Blinden-Instituut/Wyata Guna)
Dari Eldert Verschooff ke Francois Soesman
Aditya Wijaya. Komunitas Aleut. Ada dua tulisan belakangan ini yang baru saja kami sadari ternyata memiliki keterkaitan. Yang pertama tentang seorang tokoh Bandung, F.J.H. Soesman yang ditulis oleh Aditya Wijaya dan yang kedua tentang Apotek Preanger ditulis oleh Irfan Pradana. Dalam tulisan tentang Apotek Preanger, sudah diceritakan bahwa seorang apoteker dalam dinas militer bernama Eldert … Lanjutkan membaca Dari Eldert Verschooff ke Francois Soesman
Bandoengsche Kunstkring, Bagian-4: Rabindranath Tagore
Oleh Irfan Pradana Rabindranath Tagore (Les Prix Nobel 1913) Kedatangannya kala itu menjadi perbincangan luas, khususnya di kalangan para Nasionalis. Perjumpaannya dengan Ki Hajar Dewantara disebut-sebut sebagai momen bersejarah bagi perkembangan pendidikan di Hindia Belanda. Ia adalah Rabindranath Tagore, pemenang penghargaan Nobel di bidang sastra tahun 1913. Tagore mengunjungi Hindia Belanda di tahun 1927 atas … Lanjutkan membaca Bandoengsche Kunstkring, Bagian-4: Rabindranath Tagore
Bandoengsche Kunstkring, Bagian-3: Anna Pavlova, The Dying Swan
Irfan Pradana Terlalu ceroboh jika melewatkan nama ini dalam riwayat perjalanan Bandoengsche Kunstkring. Kebesaran namanya kala itu menjadi incaran berbagai negara. Tiket pertunjukannya di Eropa selalu habis meskipun dibandrol dengan harga mahal. Anna Pavlova adalah sosok yang namanya begitu melekat dalam dunia balet, seorang legenda yang mengubah wajah seni tari di zaman modern. Dalam catatan … Lanjutkan membaca Bandoengsche Kunstkring, Bagian-3: Anna Pavlova, The Dying Swan