Braga Pernah Jadi Saksi Pertempuran Mode

Oleh:Arya Vidya Utama

Braga, sekarang ini dikenal sebagai kawasan wisata kota tua di Bandung, walaupun sebenarnya kondisinya sedikit jauh dari layak. Jalanan yang diganti dari aspal menjadi batu andesit malah membuat jalan menjadi rapuh, pembangunan hotel di bekas Toko Bunga Abudantia membuat semakin parahnya kerusakan jalan, dan beberapa bangunan bersejarah yang terkesan (atau mungkin sengaja) tidak dirawat.

Namun mungkin hanya sedikit yang mengetahui bahwa di awal abad ke-20, kawasan selatan Braga pernah jadi saksi pertempuran fashion antara Prancis dan Belanda.

Di sebelah lahan yang kelak menjadi Bioskop Majestic, berdiri sebuah toko pakaian yang berkiblat ke Prancis, bernama “Au Bon Marche”. Didirikan oleh A. Makkinga pada tahun 1913. Au Bon Marche sendiri mempunyai arti “Belanja Murah Berkualitas”, walaupun sebetulnya harga dari pakaian di toko ini tidaklah murah.

Toko ini pun sangat up-to-date. Begitu ada model pakaian baru yang muncul di Paris, hanya berselang beberapa minggu pakaian tersebut telah muncul di toko ini. Tak heran para borjuis Hindia Belanda sering datang ke toko ini untuk berbelanja. Saking majunya usaha Au Bon Marche, toko ini memperluas bangunannya hingga ke utara.

Beberapa tahun berselang, pada awal tahun 20-an, muncul pula sebuah toko pakaian yang berkiblat ke Belanda, bernama “Onderling Belang”. Onderling Belang sendiri dapat diartikan sebagai “saling perhatian”. Toko milik H.J.M. Koch ini sendiri merupakan cabang dari pusatnya yang ada di Amsterdam.

Toko OB di Bandung ini adalah cabang kedua di Hindia Belanda. Sama seperti Au Bon Marche, koleksi pakaian disini pun up-to-date. Pada masa nasionalisasi oleh Presiden Soekarno, nama toko ini diubah menjadi Sarinah.

Sekarang nasib keduanya pun bersaing, sayangnya persaingan itu terjadi dalam hal kehancuran gedung masing-masing. Gedung utama Au Bon Marche terbengkalai (saat ini bagian atapnya sedang dikupas, entah untuk apa tapi semoga untuk direnovasi), bagian perluasan gedungnya sendiri dihancurkan dan dibangun gedung baru, namun cukup beruntung masih menyisakan 2 blok bentuk aslinya yang digunakan sebagai toko dan cafe. Sedangkan gedung Onderling Belang (Sarinah) sudah 90% hancur, seperti tinggal menunggu waktu untuk runtuh.

Referensi:

https://aleut.wordpress.com/2011/10/14/onderling-belang/

http://dieny-yusuf.com/au-bon-marche-building-jalan-braga-3-bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s