Douwes Dekker

Oleh : M.Ryzki Wiryawan

 

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1952) atau lebih dikenal dengan nama Dr. Danu Dirjo Setya Budhi, lahir di Pasuruan dan meninggal di Bandung tanggal 28 Agustus 1952.
Douwes Dekker adalah cucu dari adik Eduard Douwes Dekker, yang dikenal sebagai Multatuli, pengarang buku Max Havelaar. Sifat kakak kakeknya yang membela kemanusiaan ternyata menurun kepadanya.
Douwes Dekker dijuluki “International Scoudrel” atau penjahat internasional karena secara terang-terangan menunjukan kebenciannya terhadap agresi-agresi yang dilakukan bangsa Barat terhadap Asia. Dalam Perang Dunia ke-II, beliau memihak Jepang alih-alih Belanda dan sekutunya.

Walaupun dilahirkan dan dibesarkan sebagai seorang Kristen, tetapi pada akhir hayatnya beliau memeluk agama Islam dan menikah untuk ketiga kalinya secara Islam pula. Ia berpendapat bahwa ajaran Islam sesuai benar dengan kehidupan manusia secara nyata.

Selama tinggal di Bandung, Tahun 1912 DD mendirikan “Indische Partij” bersama Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. DD juga sempat mendirikan sekolah Kesatriaan Institute yang sekarang menjadi SMP 1 Bandung. Menurut buku telefon tahun 1936, beliau beralamat di Lembangweg Paal 4½.

Di tahun-tahun terakhir kehidupannya beliau menjabat sebagai menteri negara dalam Kabinet Syahrir, dan pegawai tinggi di Departemen Penerangan dan anggota DPA. Beliau juga menyusun buku “Tanah Air Kita” yang sangat indah. DD dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bandun

Iklan

2 pemikiran pada “Douwes Dekker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s