Jejak Ir. Soekarno di Bandung

Oleh : Ujanx Lukman

Sejalan dengan makin dekatnya hari peringatan HUT RI yang ke – 65, apa sajacerita dan karya  yang telah ditinggalkan proklamator Ir. Soekarno selama tinggal di Bandung . Silahkan dibaca untuk menambah pengetahuan dan ngabuburit yang bermanfaat di bulan Ramadhan ini.

Soekarno dilahirkan menjelang fajar di Lwang Seketeng Surabaya tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan suami isteri Raden Soekemi Sosrodohardji dan Idayu Nyoman Rai. Nama yang diberikan pada sang bayi adalah Koesno dan kemudian diganti menjadi Soekarno yang sering dijuluki sebagai Putra Fajar. Tanggal 24 Maret 1923 menikah dengan Inggit Ganarsih di Bandung.

Tahun 1922 beliau bersekolah di Technisce Hooge School (ITB) dan lulus pada tanggal 25 Mei 1926. dan salah satu dosen beliau adalah C.P Wolff Schoemaker yang banyak mengarsiteki bangunan-bangunan bersejarah di Bandung.

Tanggal 26 Juli 1926 mendirikan Biro Insinyur Soekarno dan Anwari di JL. Dewi Sartika.Tanggal 4 Juli 1927 Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesai (PNI). Tahun 1930 ditangkap pemerintah Hindia Belanda dan ditahan di Penjara Banceuy, tepatnya di sel no. 5 beliau menyusun pidato pembelaan untuk dibacakan di muka sidang pengadilan Hindia Belanda yang berlangsung di gedung Landraad. Pidato pembelaan ini kemudian terkenal dengan judul Indonesia Menggoegat.

Sel no. 5
Gedung Indonesia Menggugat

Tanggal 22 Desember 1930 Ir. Soekarno dijatuhi hukuman penjara empat tahun di Penjara Sukamiskin, tetapi mendapat grasi sehingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931.Ir. Soekarno dan rekannya Ir. Rooseno pernah berencana untuk membangun Mesjid Agung yang megah di Bandung (1925) tetapi dilarang oleh pemerintah Hindia Belanda. Gagasan kembali digulirkan pada tahun 1954 dalam perbaikan Masjid Agung menghadapi Konferensi Asia Afrika (1955), perubahan kubah dari “Bale Nyungcung” ke bentuk “Bawang” mungkin sekali atas usulan Ir. Soekarno yang saat itu menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Masjid Agung dengan kubah “Bawang”

Tahun 1919 Grand Hotel Preanger dibangun ulang berdasarkan rancangan arsitek C.P Schoemaker yang dibantu oleh Soekarno senagai juru gambar (juga ketika merancang Penjara Soelamiskin), saat itu Soekarno tercatat sebagai siswa Technische Hooge School (ITB sekarang).

Sebagai sarjana teknik Ir. Soekarno banyak karya beliau yang dibangun di Bandung diantaranya Bangunan kembar di Jl. Gatotsubroto (depan hotel Papandayan), Masjid yang didirikan pada tahun 1935 dengan menara bergaya Timur Tengah yang terletak di Jl. Perintis kemerdekaan tepat dibawah Viaduct, namun dihancurkan pada tahun 1977 yang sekarang berdiri Masjid Persis, serta rumah-rumah karya Ir. Soekarno mempunyai ciri khas atap susun berbentuk limas dan sungkup diatasnya, terletak di Jl. Kasim, Jl. Mangga dan Jl. Ahmad Yani.

Bangunan kembar di Jl. Gatoto subroto

Gedung Gabungan Koperasi Republik Indonesia yang dibangun berdasarkan rancangan Ir. soekarno dan ir. Roosseno di Jl. Lengkong bergaya arsitektur Art Deco Streamline.

Gedung Gabungan Koperasi Republik Indonesia

Sumber : Bandung kilas peristiwa di mata filatelis sebuah wisata sejarah karya Sudarsono Katam Kartodiwirio

Maaf kalo tidak terlalu lengkap fotonya

Iklan

6 pemikiran pada “Jejak Ir. Soekarno di Bandung

  1. kang ato teh. .boleh minta Peta Bandung kuno ngk? ?
    saya kebetulan lagi meneliti perubahan fungsi bangunan heritage yang ada di bandung. .hatur nuhun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s