Arief Budiman : Setia Melawan “Bebas Nilai”

Arief Budiman

Arief Budiman. Photo Credit by Youtube

Oleh : Indra Pratama 

Ilmu sosial di Indonesia bersifat ahistoris, karena ia mengabaikan konteks kesejarahan di mana masyarakat Indonesia hidup. Para ilmuwan sosial kita cenderung mengimpor begitu saja teori-teori sosial yang mereka dapat dari Barat tanpa mempertanyakan keabsahannya ketika diterapkan dalam konteks lokal. Padahal, “ilmu-ilmu sosial tidak bebas nilai” dan “ilmu sosial itu sebelumnya merupakan satu ideologi imperialisme ekonomi.

Pernyataan tersebut sampai sekarang masih terdengar kurang nyaman bagi para akademisi ilmu sosial. Bukankah jauh lebih mudah membaca kebijakan Jokowi melalui kacamata Simon Kuznet, atau mengimajinasikan negara persis seperti apa yang dipaparkan Taqiyuddin Al-Nabhani?. Mengapa harus mempersulit diri dengan menambahkan pengetahuan struktur sejarah, politik, budaya, dan ekonomi lokal Indonesia yang minim sumber dan data yang rawan terdistorsi? Baca lebih lanjut