Barangkali, siang hanyalah cara langit menghangatkan sepi. Selepas pagi, berlari dari gelap yang sunyi. Meski nanti akhirnya kembali lagi; pada sepi. -Rohmatikal Maskur Oleh: Qiny Shonia (@inshonia) Sempat bingung dengan apa yang harus diabadikan saat #ngaleutmerekamkota kemarin, perhatian saya tertuju pada Jl. Homan. Jalanan kecil yang sedikit terlihat berbeda dibanding jalan-jalan di sekitar kawasan Asia … Lanjutkan membaca Minggu Berfaedah: Pagi dan Trotoar Jl. Homan
Ngaleut
Kamisan Komunitas Aleut
Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) “Saya ke bumi untuk Jumatan, dari Senin sampai Kamis persiapan, Sabtu Minggu evaluasi.” Jika merujuk pada pernyataan si Surayah itu, hari ini adalah hari terakhir untuk persiapan. Besok sudah mulai Jumatan, dan lusa bersiap untuk evaluasi. Itu kata si Surayah, tapi bagi saya dan beberapa kawan sesama penggiat Komunitas Aleut, … Lanjutkan membaca Kamisan Komunitas Aleut
Sepotong Cerita Ngaleut Rancabali
Oleh: Mariana Putri (@marianaaputri) Hari minggu kemaren aku mengisi waktu bareng Komunitas Aleut dalam kegiatan ngaleut. Judul ngaleut kali ini adalah 'Ngaleut Rancabali". Kami mengunjungi Kampung Rancabali dan kompleks perkebunan teh yang erat kaitan dengan Max I. Salhuteru, salah satu tokoh yang berjasa dalam nasionalisasi perkebunan teh Sperata dan Sinumbra di Ciwidey, tahun 1957. Di … Lanjutkan membaca Sepotong Cerita Ngaleut Rancabali
Ngaleut Kampung Warna Cibunut
Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Beberapa orang meyakini, pertemuan dan ide-ide cemerlang kerap hadir di cafe-cafe di tengah kota. Obrolan ngalor-ngidul untuk menghasilkan sesuatu yang berujung pada satu tujuan yang sama diharapkan akan membuat satu perubahan besar. Lalu, bisakah pertemuan dan ide-ide itu lahir dari obrolan di gang-gang kecil? Saya melihat sekumpulan orang di depan … Lanjutkan membaca Ngaleut Kampung Warna Cibunut
Minggu Berfaedah: Ngaleut KAA Bersama Komunitas Aleut (Part I)
Oleh: Qiny Shonia (@inshonia) Aleut aka. Ngaleut (Sunda) dalam Bahasa Indonesia berarti berjalan beriringan. Mungkin ini yang mendasari komunitas ini berdiri. Seperti Minggu ini, teman-teman dari Komunitas Aleut ini ngaleut dari pagi hingga sebelum dhuhur menyusuri jalanan di Kota Bandung. Karena tema Minggu ini KAA, maka kami ngaleut dari titik 0 Kota Bandung, melalui Jl. … Lanjutkan membaca Minggu Berfaedah: Ngaleut KAA Bersama Komunitas Aleut (Part I)
Jangan Bawa Saya Pergi dari Andir
Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Langitnya yang biru dengan cahaya matahari yang terang benderang, hijaunya taman membikin kupu-kupu bisa terbang dengan bebas tanpa merasa pengap, belum lagi gedung-gedung tinggi serta kemodernan yang diciptakan. Sungguh, inilah hunian yang menawarkan keoptimisan: Meikarta. Arghh... Aku ingin pindah ke Meikarta! Akhir-akhir ini saya sering kali mendengar kata Meikarta. Katanya, … Lanjutkan membaca Jangan Bawa Saya Pergi dari Andir
Pengalamanku Ikut Ngaleut Gunung Hejo
Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Malam mulai larut, jalan pun sudah sepi. Dalam hati aku berteriak kegirangan “Yes, akhirnya bisa juga main jauh dan pulang malam.” Aku baru saja sampai di kosan setelah seharian ini ikut Ngaleut ke Gunung Hejo, Purwakarta, bersama Komunitas Aleut. Langsung saja aku menuju menuju kamar … Lanjutkan membaca Pengalamanku Ikut Ngaleut Gunung Hejo
Berbuatlah Untuk Bumi Kita Yang Tua
Oleh: Rulfhi Pratama (@rulfhi) Bumi yang kita tinggali ini sudah tak muda lagi kan? Dan saya rasa jawaban Anda akan setuju dengan saya. Bumi ini sudah ditinggali ratusan generasi, baik oleh dinosaurus, manusia purba ataupun makhluk lainnya hingga sampai di masa sekarang ditempati oleh manusia kaum milenial. Semakin tua usia maka akan rentang sekali dengan … Lanjutkan membaca Berbuatlah Untuk Bumi Kita Yang Tua
#InfoAleut: Ngaleut Citambur dan Kelas Literasi Pekan Ke-91
Siap-siap yaa... Minggu ini kita ke Citambur, lanjut Sindangbarang, Cidaun, Naringgul, dan Ciwidey. Akan berlangsung juga Kelas Literasi Pekan Ke-91 dengan tema "Priangan" di sana. Konfirmasi dan informasi silakan langsung kontak nomor 0896-8095-4394 atau LINE @FLF1345R.
#InfoAleut: Kelas Literasi “Perpustakaan Bagian 2” dan Ngaleut Gunung Hejo
Malam, Aleutians! Mati gaya karena "jaga kandang" di Bandung long weekend ini? Ayo mending gabung di dua acara seru dari kami, karena dijamin ga akan bikin mati gaya 😀 Besok di Kelas Literasi pekan ke-90 kita akan membahas Perpustakaan Bagian 2. Setelah dua minggu sebelumnya adalah bagian mukadimah soal perpustakaan, nah di pekan ini kita … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Perpustakaan Bagian 2” dan Ngaleut Gunung Hejo
Ngaleut Rasia Bandoeng, Tentang Skandal di Bandung Tahun 1914
Oleh: Nurul Ulu (@bandungdiary) Tahun 1917 bulan Desember di kota Bandung terbit sebuah novel berjudul Rasia Bandoeng. Novel ini berkisah tentang sepasang muda mudi Tionghoa yang jatuh hati dan kawin lari. Karena keduanya berasal dari marga yang sama, maka cinta mereka terhalang tradisi. FYI, kisah dalam novel ini merupakan kisah nyata. Menambah nilai bonus bagi … Lanjutkan membaca Ngaleut Rasia Bandoeng, Tentang Skandal di Bandung Tahun 1914
Catatan Perjalanan: Ngaleut Cikapundung Kolot
Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Kami mulai berjalan beriringan menuju Cikapundung Kolot Saya tak mengenal betul nama-nama sungai di kawasan Bandung, hanya beberapa saja. Sungai Citarum dan Cikapundung salah duanya. Sungai Ci Tarum tentu saja saya kenal ketika guru (entah SD atau SMP) yang menyebutkan sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat. Kedua, Sungai Ci Kapundung, … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Cikapundung Kolot
Rasia Bandoeng
RASIA BANDOENG atawa Satu percinta-an yang melanggar peradatan “Bangsa Tiong Hoa” satu cerita yang benar terjadi di kota Bandung dan berakhir pada tahon 1917. Diceritaken oleh Chabanneau ******* Diterbitkan pertama kali oleh Gouw Kim Liong, tahun 1918 Dicetak oleh Drukkerij Kho Tjeng Bie & Co., Batavia Diterbitkan ulang dengan penambahan oleh Ultimus Disalin dan diberi … Lanjutkan membaca Rasia Bandoeng
Catatan Ngaleut Museum Biofarma
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Berikan satu kata yang tepat dan jujur tentang museum? Tentu saja, kata tersebut adalah membosankan. Kata membosankan menjadi pas saat kita memasuki ruangan museum dengan penerangan yang kurang. Lalu, kita sebagai pengunjung hanya bisa melihat barang – barang jadul dan foto-foto hitam putih saja, tanpa papan informasi. Sungguh membosankan bukan? Tapi … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Museum Biofarma
Kartini atau Dewi Sartika?
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Aku juga berjuang,” bela Kartini, “ikut melawan tirani budaya yang feodalistis, tiranik dan hegemonis. Sama sepertimu.” “Ya, ya, aku tak hendak mencibirmu atau apa. Maksudku-” “Oke, jujur saja, tak perlu berputar-putar. Kau iri kan?” “Hey!” Muka Dewi Sartika mendadak merah padam. Seakan ada sejuta sumpah serapah tercekat di kerongkongannya, memaksa ingin … Lanjutkan membaca Kartini atau Dewi Sartika?