Irfan Pradana Kira-kira setahun lalu, di beranda X saya muncul sebuah video ospek mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Dalam video itu nampak barisan mahasiswa sedang mengikuti seruan dari orang di atas panggung. Mereka mengangkat tangan seperti gestur “Roman Salute” sambil meneriakkan kalimat “Salam Ganesha”. Roman salute adalah gerakan mengangkat tangan kanan lurus ke depan dengan telapak … Lanjutkan membaca Harmen Westra: Eks Guru Besar THS yang menjadi Seorang Fasis
Tokoh
Bandoengsche Kunstkring dan Pentas Tribute Jaman Baheula
Irfan Pradana Selama tiga tahun belakangan, saya kerap diminta tampil dalam pertunjukan tahunan musik tribute band internasional. Saya ditugasi mengisi gitar untuk memainkan lagu-lagu band asal Amerika Serikat, The Strokes. Acara yang saya ikuti biasanya menampilkan tribute untuk beberapa band sekaligus, misalnya Arctic Monkeys, Blur, atau Oasis. Kebanyakan band yang tenar di era 90-an. Pertunjukan … Lanjutkan membaca Bandoengsche Kunstkring dan Pentas Tribute Jaman Baheula
M.A.J. Kelling dan Rumah Wijde Blik di Kromhoutweg
Oleh: Aditya Wijaya Rumah Wijde Blik (Arsip Komunitas Aleut, 2001) Rumah dalam foto di atas ini terletak di sudut antara Jalan Dayang Sumbi dan Taman Sari, Kota Bandung. Rumah ini ada di pertigaan dan dapat terlihat jelas jika sedang berkendara karena lokasinya yang strategis. Jika kita melihat foto lama rumah, di atas pintu masuk tertulis … Lanjutkan membaca M.A.J. Kelling dan Rumah Wijde Blik di Kromhoutweg
Pembunuhan J.F.W. de Kort, Juragan Bioskop di Bandung
Oleh: Irfan Pradana Foto: Lim Yap Collectables Siapa yang hobinya menonton film di bioskop? Rasanya selalu menyenangkan menatap gambar bergerak di layar raksasa dilengkapi dengan tata suara yang menggelegar. Saat ini umumnya fasilitas bioskop berada satu gedung dengan pusat perbelanjaan. Di masa lalu kondisinya tidak begitu. Dulu bioskop memiliki gedung sendiri dan dikhususkan untuk memutar … Lanjutkan membaca Pembunuhan J.F.W. de Kort, Juragan Bioskop di Bandung
Kisah Jan Bouwer yang Luput dari Interniran Jepang
Oleh Irfan Pradana Jan Bouwer, Nederlands Dagblad, 17 Desember 1988 (delpher.nl) Di tengah kekejaman perang, terdapat banyak catatan menarik tentang cara orang untuk bertahan hidup. Salah satu yang paling dikenal adalah kisah Anne Frank yang bersembunyi di sebuah ruangan (Het Achterhuis) di dalam rumahnya di Amsterdam pada masa pendudukan Belanda oleh tentara Nazi. Selama dua … Lanjutkan membaca Kisah Jan Bouwer yang Luput dari Interniran Jepang
Catatan Momotoran Sumedang: Dari Cijeruk sampai Gunung Puyuh. 13-04-2024.
Oleh Irfan Pradana Putra Hari ini, Sabtu, 13 April 2024, kami melakukan kegiatan momotoran pendek saja ke daerah Sumedang. Salah satu tujuan awalnya adalah ingin melihat keramaian suasana arus balik setelah lebaran, tapi ternyata sejak berangkat dari Bandung, sama sekali tidak terlihat kepadatan kendaraan di jalur utama Bandung-Sumedang. Hanya di Cibiru saja ada sedikit kepadatan, … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran Sumedang: Dari Cijeruk sampai Gunung Puyuh. 13-04-2024.
Momotoran Sumedang 15-04-2024
Oleh Irfan Pradana Fear of Missing Out atau orang-orang biasa menyebutnya dengan singkatan FOMO adalah sebuah perasaan takut atau cemas “tertinggal” dalam melakukan aktivitas tertentu. Biasanya perasaan ini timbul karena ketinggalan info atau tren. Mungkin perasaan inilah yang melatarbelakangi kegiatan Momotoran kali ini. Saya, setidaknya, kerap melewatkan momen libur lebaran dari tahun-tahun dengan hanya berdiam … Lanjutkan membaca Momotoran Sumedang 15-04-2024
Sekitar Bandung Lautan Api: “R.O. Abrurakhman Natakusumah
Oleh Komunitas Aleut Operatie Kraai (Operasi Gagak) yang lebih kita kenal sebagai peristiwa Agresi Militer Belanda II ditandai dengan serangan dan pendaratan udara di pangkalan udara Maguwo, Yogyakarta, yang saat itu merupakan pusat pemerintahan Republik Indonesia. Para pemimpin RI, Sukarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan AG Pringgodigdo ditangkap diasingkan ke Sumatra. Jatuhnya … Lanjutkan membaca Sekitar Bandung Lautan Api: “R.O. Abrurakhman Natakusumah
Sekitar Bandung Lautan Api: “Kompi Istimewa Hutagalung”
Oleh: Komunitas Aleut Dari sebuah buku berjudul Kereta Terakhir; Memoar Gadis Djoang yang ditulis oleh Oetari (Gramedia, Jakarta, 2015), saya menemukan satu nama yang selama ini jarang disebut dalam kisah-kisah masa Revolusi Kemerdekaan RI di Bandung. Dalam buku ini namanya disebut sebagai Kapten Hoetagaloeng. Kapten adalah pangkatnya dalam kemiliteran, sedangkan Hoetagaloeng atau menurut ejaan baru, … Lanjutkan membaca Sekitar Bandung Lautan Api: “Kompi Istimewa Hutagalung”
Peresmian Jalan Bandung – Kawah Papandayan (Jalan Tertinggi di Insulinde)
Oleh: Aditya Wijaya Titik tertinggi jalan Bandung – Kawah Papandayan (Algemeen Handelsblad) Beberapa waktu lalu seorang rekan di Aleut melontarkan sebuah pertanyaan terkait nama tempat di Gunung Papandayan. Dia menanyakan arti nama Ghober Hoet. Kemudian seorang rekan lainnya mencoba menjawab bahwa Ghober Hoet kemungkinan besar merupakan Bahasa Belanda di masa lalu tetapi cara penulisannya saat … Lanjutkan membaca Peresmian Jalan Bandung – Kawah Papandayan (Jalan Tertinggi di Insulinde)
Pernah Ada Hassan Bandung dan M. Natsir di Jalan Belakang Pakgade
oleh Insan Bagus Raharja/Komunitas Aleut Minggu, 14 Januari 2024 saya berkesempatan menjadi bagian dari ekpedisi Komunitas Aleut untuk menelusuri jejak sejarah di sekitaran Tegallega, Bandung. Dari sekian banyak tempat yang kami telusuri, Jalan Belakang Pakgede menjadi tempat yang paling memantik rasa penasaran saya. Meski ukuran jalannya sama saja dengan gang-gang lain di komplek kebanyakan, tapi tempat … Lanjutkan membaca Pernah Ada Hassan Bandung dan M. Natsir di Jalan Belakang Pakgade
Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck
Oleh Deuis Raniarti Tak biasanya aku terbangun pagi sekali, aku melongok ke luar. Sudah ramai orang berjalan berbondong-bondong. Hari ini ada memang ada kegiatan besar, penganugrahan Ridder in de Orde van Oranje-Nassau yang akan diterima oleh administratur perkebunan Kertamanah. Aku pun bergegas, ingin segera bergabung dengan orang-orang. Aku berjalan perlahan, tatapanku tak hanya ke depan. … Lanjutkan membaca Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck
Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)
Oleh: Irfan Pradana Putra Pagi itu, 28 Januari 2024, kami memulai perjalanan pukul delapan pagi. Cuaca sedang sangat enak sekali, tidak panas, cenderung mendung. Udara nyaman ini ternyata hanya berlangsung sampai sekitar Banjaran-Arjasari, karena setelah itu hujan mulai turun. Memasuki jalur Cimaung kami harus berbagi jalan dengan iring-iringan bis pariwisata. Entah berapa kali saya harus … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)
Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)
Oleh Guriang “Di sana!” kata Marga, sambil menunjuk ke arah topi yang berada di atas lemari pajangan di ruang tamu rumahnya di Belanda kepada Wijnt van Asselt. “Di sana”adalah di Hindia Belanda, di wilayah pergunungan perbatasan antara Pangalengan dengan Garut. Negla. Para pembaca novel Heeren van de Thee karya Hella S. Haase tentu ingat bagaimana … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)
Ngaleut Ke Pajagalan, Malah Belajar Kerudung
Oleh: Alhta Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan sebuah perjalanan bersama orang-orang yang baru saja saya kenal beberapa hari belakangan. Perjalanan ini dimulai dari Jalan Siti Munigar, lalu mengunjungi sebuah makam yang saya benar-benar tidak tahu ini makam siapa, dan kenapa kita harus kesana. Ketidaktahuan ini mendorong saya untuk bertanya pada rekan jalan saya hari … Lanjutkan membaca Ngaleut Ke Pajagalan, Malah Belajar Kerudung