Oleh Irfan Pradana Fear of Missing Out atau orang-orang biasa menyebutnya dengan singkatan FOMO adalah sebuah perasaan takut atau cemas “tertinggal” dalam melakukan aktivitas tertentu. Biasanya perasaan ini timbul karena ketinggalan info atau tren. Mungkin perasaan inilah yang melatarbelakangi kegiatan Momotoran kali ini. Saya, setidaknya, kerap melewatkan momen libur lebaran dari tahun-tahun dengan hanya berdiam … Lanjutkan membaca Momotoran Sumedang 15-04-2024
Momotoran
Kaburnya Candi Bojongemas
Oleh Komunitas Aleut Hari Minggu kemarin, untuk ke sekian kalinya, kami mampir lagi ke lokasi puing-puing Candi Bojongemas yang terletak di tepi Jalan Babakan Patrol, Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Dari foto-foto kunjungan selama ini terlihat kondisi saat candi belum berpagar, kemudian diberi pagar, dan sekarang pagarnya hilang. Plang yang terpasang di depan pun … Lanjutkan membaca Kaburnya Candi Bojongemas
Catatan Momotoran: Dari Pasir Rumbia Sampai Selakaso
Oleh: Aditya WIjaya Penelusuran ini berawal dari satu paragraf catatan kaki dalam buku “Preanger Schetsen” karya P. De Roo De La Faille. Berikut keterangan dalam catatan kaki di buku tersebut: Preanger Schetsen 1895 (halaman 12) “Mungkin representasi ini adalah suatu "keterlibatan yang sangat kontroversial": para pertapa umumnya tinggal di dalam gua. Namun, mengingat bahwa di … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran: Dari Pasir Rumbia Sampai Selakaso
Storymaps Catatan Perjalanan Momotoran Cililin
Oleh Fikri Mubarok Pamungkas Tulisan ini postingan ulang dari aslinya yang berupa storymap di situs online arcgis. Pada hari Minggu, 3 Maret 2024 pagi itu sinar mentari tak menampakan wajahnya. Saya mengikuti kegiatan reguler Aleut yang biasa dilakukan rutin sertiap minggu. Kegiatan kali ini yaitu momotoran menyusuri daerah Cililin Kabupaten Bandung Barat untuk melihat peninggalan … Lanjutkan membaca Storymaps Catatan Perjalanan Momotoran Cililin
Peresmian Jalan Bandung – Kawah Papandayan (Jalan Tertinggi di Insulinde)
Oleh: Aditya Wijaya Titik tertinggi jalan Bandung – Kawah Papandayan (Algemeen Handelsblad) Beberapa waktu lalu seorang rekan di Aleut melontarkan sebuah pertanyaan terkait nama tempat di Gunung Papandayan. Dia menanyakan arti nama Ghober Hoet. Kemudian seorang rekan lainnya mencoba menjawab bahwa Ghober Hoet kemungkinan besar merupakan Bahasa Belanda di masa lalu tetapi cara penulisannya saat … Lanjutkan membaca Peresmian Jalan Bandung – Kawah Papandayan (Jalan Tertinggi di Insulinde)
Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep) Bagian-2
Oleh Irfan Pradana Putra Ini tulisan lanjutan Catatan Momotoran Kertamanah yang bagian pertamanya bisa dibaca di sini. Memasuki jalan raya Pangalengan cuaca malah berubah jadi panas terik, padahal rasanya baru saja kami pakai jas hujan. Terlihat lucu juga, karena hanya kami iring-iringan motor yang mengenakan jas hujan. Walhasil badan pun terasa gerah. Jahil sekali langit … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep) Bagian-2
Catatan Momotoran Ciwidey lewat Perbukitan Soreang: Warung Bi Oon COD
Oleh Irfan Pradana Putra Memasuki libur panjang dengan hari-hari kejepitnya kemarin ini, sudah bisa dipastikan wilayah Bandung Raya akan dipadati oleh banyak orang dan kendaraan. Apalagi di daerah-daerah yang memiliki kawasan wisata yang populer seperti Ciwidey. Kebetulan sejak Kamis lalu kegiatan momotoran minggu ini sudah disepakati akan ke Ciwidey dengan syarat sedapat mungkin tidak melewati … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran Ciwidey lewat Perbukitan Soreang: Warung Bi Oon COD
Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck
Oleh Deuis Raniarti Tak biasanya aku terbangun pagi sekali, aku melongok ke luar. Sudah ramai orang berjalan berbondong-bondong. Hari ini ada memang ada kegiatan besar, penganugrahan Ridder in de Orde van Oranje-Nassau yang akan diterima oleh administratur perkebunan Kertamanah. Aku pun bergegas, ingin segera bergabung dengan orang-orang. Aku berjalan perlahan, tatapanku tak hanya ke depan. … Lanjutkan membaca Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck
Catatan Momotoran; Pabrik Teh Santosa
Oleh: Fikri M Pamungkas Desir angin Pangalengan yang menerpa tubuh pagi ini sungguh terasa menggigit, padahal kali ini saya duduk di belakang, dibonceng oleh Reza, rekan di Komunitas Aleut. Hari ini kami mengadakan perjalanan momotoran ke kawasan Pangalengan untuk mengungjungi beberapa lokasi di sana. Rute yang sudah disusun adalah Cinyiruan/Kertamanah, Talun-Santosa, Sedep, dan Negla. Karena … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran; Pabrik Teh Santosa
Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)
Oleh: Irfan Pradana Putra Pagi itu, 28 Januari 2024, kami memulai perjalanan pukul delapan pagi. Cuaca sedang sangat enak sekali, tidak panas, cenderung mendung. Udara nyaman ini ternyata hanya berlangsung sampai sekitar Banjaran-Arjasari, karena setelah itu hujan mulai turun. Memasuki jalur Cimaung kami harus berbagi jalan dengan iring-iringan bis pariwisata. Entah berapa kali saya harus … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)
Di Sana… di Negla (Bagian 2/2)
Oleh Guriang (Bagian Pertama) Ketika Jerman masuk ke Bloemendal pada bulan September 1944 dan menganggap wilayah itu sebagai daerah Kamp, Carla dan Marga pun harus mengungsi ke Overveen, sementara ibu mereka dirawat di rumah sakit setelah operasi fibroid dan sedang mengidap trombosis paru. Carla kemudian tinggal terpisah walaupun masih tetap di Overveen, kemudian bersama pacarnya, … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 2/2)
Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)
Oleh Guriang “Di sana!” kata Marga, sambil menunjuk ke arah topi yang berada di atas lemari pajangan di ruang tamu rumahnya di Belanda kepada Wijnt van Asselt. “Di sana”adalah di Hindia Belanda, di wilayah pergunungan perbatasan antara Pangalengan dengan Garut. Negla. Para pembaca novel Heeren van de Thee karya Hella S. Haase tentu ingat bagaimana … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)
Di Hujung Sana Tempatmu Bunga Melur
oleh: Aditya Wijaya Kabut merayap datang dari kejauhan. Hujan turun seperti malu-malu bersama hembusan angin dingin yang tak segan menunjukkan dirinya hadir menemani Momotoran kami siang itu. Kami melaju perlahan dari Nyalindung menuju jalanan perkebunan Bunga Melur. Jalannya mulus, tapi naik turun. Tak begitu lama, kami berhenti sebentar di tempat yang bernama Pasir Tulang. Tempatnya … Lanjutkan membaca Di Hujung Sana Tempatmu Bunga Melur
Menyusuri Jalur Jalan Bukanagara – Cisalak, Subang
Oleh: Azura Firdaus Momotoran kali ini sebenarnya merupakan momotoran kedua kami ke Subang (setidaknya untuk kami anggota ADP 2023) melalui jalan yang kurang lebih sama, yaitu jalur Bukanagara-Cisalak. Jalur jalan ini relatif jarang dilalui oleh orang banyak, kecuali penduduk dari kedua tempat itu. Penyusuran jalur ini sebenarnya merupakan bagian dari eksplorasi sebagian wilayah Subang, terutama … Lanjutkan membaca Menyusuri Jalur Jalan Bukanagara – Cisalak, Subang
Coffee Break di Kafe Nyentrik yang Menyuguhkan Pemandangan
Oleh : Fikri M Pamungkas Hari ini, untuk yang kedua kalinya saya bersama Komunitas Aleut dan tim yang tergabung dalam ADP 2023 melakukan perjalanan momotoran ke Kota Nanas alias Subang. Rute perjalanannya sebagian hampir sama dengan perjalanan dua minggu lalu, tapi bukan Aleut namanya jika rute yang sama persis, maka tentunya ada hal yang berbeda. … Lanjutkan membaca Coffee Break di Kafe Nyentrik yang Menyuguhkan Pemandangan