Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)

Oleh: Irfan Pradana Putra Pagi itu, 28 Januari 2024, kami memulai perjalanan pukul delapan pagi. Cuaca sedang sangat enak sekali, tidak panas, cenderung mendung. Udara nyaman ini ternyata hanya berlangsung sampai sekitar Banjaran-Arjasari, karena setelah itu hujan mulai turun. Memasuki jalur Cimaung kami harus berbagi jalan dengan iring-iringan bis pariwisata. Entah berapa kali saya harus … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)

Di Sana… di Negla (Bagian 2/2)

Oleh Guriang (Bagian Pertama) Ketika Jerman masuk ke Bloemendal pada bulan September 1944 dan menganggap wilayah itu sebagai daerah Kamp, Carla dan Marga pun harus mengungsi ke Overveen, sementara ibu mereka dirawat di rumah sakit setelah operasi fibroid dan sedang mengidap trombosis paru. Carla kemudian tinggal terpisah walaupun masih tetap di Overveen, kemudian bersama pacarnya, … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 2/2)

Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)

Oleh Guriang “Di sana!” kata Marga, sambil menunjuk ke arah topi yang berada di atas lemari pajangan di ruang tamu rumahnya di Belanda kepada Wijnt van Asselt. “Di sana”adalah di Hindia Belanda, di wilayah pergunungan perbatasan antara Pangalengan dengan Garut. Negla. Para pembaca novel Heeren van de Thee karya Hella S. Haase tentu ingat bagaimana … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)

Ngaleut Ke Pajagalan, Malah Belajar Kerudung

Oleh: Alhta Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan sebuah perjalanan bersama orang-orang yang baru saja saya kenal beberapa hari belakangan. Perjalanan ini dimulai dari Jalan Siti Munigar, lalu mengunjungi sebuah makam yang saya benar-benar tidak tahu ini makam siapa, dan kenapa kita harus kesana. Ketidaktahuan ini mendorong saya untuk bertanya pada rekan jalan saya hari … Lanjutkan membaca Ngaleut Ke Pajagalan, Malah Belajar Kerudung

Di Hujung Sana Tempatmu Bunga Melur

oleh: Aditya Wijaya Kabut merayap datang dari kejauhan. Hujan turun seperti malu-malu bersama hembusan angin dingin yang tak segan menunjukkan dirinya hadir menemani Momotoran kami siang itu. Kami melaju perlahan dari Nyalindung menuju jalanan perkebunan Bunga Melur. Jalannya mulus, tapi naik turun.  Tak begitu lama, kami berhenti sebentar di tempat yang bernama Pasir Tulang. Tempatnya … Lanjutkan membaca Di Hujung Sana Tempatmu Bunga Melur

Mencari Hassan Bandung

Oleh: Reza Khoerul Iman Minggu, 14 Januari 2024, kawasan Cibadak yang menjadi sentra cinderamata dan ATK di Kota Bandung tampak lenggang tak seperti biasanya. Toko-toko yang menjajakan cinderamata, souvernir, kertas, hingga alat tulis, hampir semuanya tutup pada hari itu. Hanya sedikit saja yang tampak membuka pintu tokonya. Pada hari Minggu yang hampir siang itu, saya … Lanjutkan membaca Mencari Hassan Bandung

Ngaleut Jalan Siti Munigar

Oleh: Fikri M Pamungkas Jika akhir pekan tanpa pergi kemana-mana sepertinya terasa hampa. Minggu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan ngaleut ke sekitar Jalan Siti Munigar.  Pagi itu begitu cerah seakan-akan merestui perjalanan ini, dengan rasa penasaran dan ingin tahu saya pun berangkat bersama rekan komunitas aleut. Kami berangkat melewati Jalan Pasir Koja, lalu berbelok kanan, … Lanjutkan membaca Ngaleut Jalan Siti Munigar

Rumah Irama di Siti Munigar

Oleh: Elisa Nur Azizah Hari Minggu 14 Januari 2024, saya mengikuti kegiatan Ngaleut yang berbeda dari sebelumnya. Dalam kegiatan kali ini saya dan rekan-rekan lebih banyak berjalan di gang-gang kecil dan menyapa masyarakat setempat. Perjalanannya dimulai dengan kunjungan ke Makam Ahli Waris H.St Chapsah Durasid. Sebelum masuk, ada sebuah bangunan Kantor RW dengan plakat yang … Lanjutkan membaca Rumah Irama di Siti Munigar

Mashudi dan Siti Munigar

Oleh: Irfan Pradana Putra Kalau saja tidak berjumpa dengan penghuni rumah Irama, kemungkinan besar saya tidak akan tahu kalau bangunan modern di depan rumah Irama dahulunya merupakan rumah yang punya cerita sejarah.  Lokasi rumah tinggal Mashudi bersama kakaknya di Gang Siti Munigar. Bentuk bangunan sudah berubah total. Foto: Komunitas Aleut Siang itu matahari cukup terik, … Lanjutkan membaca Mashudi dan Siti Munigar

Pajagalan; Rumah Potong Hewan Lama di Bandung

 Oleh: Muhammad Naufal Fadilah Perjalanan ngaleut di kawasan Pajagalan menyisakan sebuah cerita yang berkesan. Sudah sejak kecil saya diperkenalkan dengan jalan Pajagalan, namun tidak pernah terbersit sama sekali mengapa jalan ini diberi nama tersebut. Berdasarkan hasil diskusi bersama rekan-rekan Aleut, nama pajagalan besar kemungkinan diambil dari keberadaan rumah potong hewan di salah satu sudut jalan … Lanjutkan membaca Pajagalan; Rumah Potong Hewan Lama di Bandung

Masdoeki dan Himpoenan Soedara

Oleh: Aditya Wijaya Bisingnya suara klakson motor terdengar nyaring di telinga ketika saya dan rekan-rekan Aleut melintas di Kawasan Pasar Astana Anyar. Pagi itu kami hendak Ngaleut ke sekitar Jalan Siti Munigar, dan salah satu tujuannya adalah kompleks Permakaman Keluarga Pasar Baru yang ada di sana. Suara bising di perjalanan tadi berganti senyap setelah berada … Lanjutkan membaca Masdoeki dan Himpoenan Soedara

Sekitar Bandung Lautan Api: Mashudi

Oleh: Komunitas Aleut CIBATU Mashudi dilahirkan di Cibatu, Garut, pada 11 September 1919, sebagai anak keenam dari sebelas bersaudara. Orang tuanya, pasangan Otjin Karnesih dan Masdan Nataatmadja berasal dari Tasikmalaya yang datang ke Cibatu untuk berdagang. Bila diurut ke atas lagi, kakek dari ayah dan ibunya adalah adik-kakak, putra dari Uyut Sar’an. Saudagar batik dari … Lanjutkan membaca Sekitar Bandung Lautan Api: Mashudi

Lagi, tentang Jalan Siti Munigar

Oleh: Komunitas Aleut Ngaleut Siti Munigar, 15 Januari 2024. Foto: Komunitas Aleut. Setelah penulisan di sini, pencarian asal usul nama Gang atau Jalan Siti Munigar masih belum selesai, walaupun tidak berarti juga dikerjakan dengan intensif. Seluangnya waktu saja, atau bila kebetulan menemukan cerita baru, ya dikumpulkan dulu buat ditulis lagi kelak. Walaupun agak ragu, tapi … Lanjutkan membaca Lagi, tentang Jalan Siti Munigar

Cerita Awal Toko Swarha

Oleh: Komunitas Aleut De Preanger-bode edisi 16 Oktober 1959, dari arsip delpher.nl Cukup mengejutkan juga berita yang ditulis oleh Deventer Daglad edisi 16 Oktober 1959 yang sudah diceritakan di sini, disebutkan bahwa pada saat itu SWARHA merupakan gedung perkantoran yang tertinggi di Indonesia. Tidak ada keterangan jelas seberapa tinggi bangunan Gedung SWARHA, hanya disebutkan bahwa … Lanjutkan membaca Cerita Awal Toko Swarha

Sekilas Arsitek F. W. Brinkman

Oleh: Aditya Wijaya Rasanya tidak ada ide yang muncul saat saya ingin menulis arsitek bernama Brinkman ini. Informasi yang beredar pun sedikit sekali hingga nama lengkap dan foto diri saja saya tidak menemukannya. Hanya ada sematan angka tahun di samping namanya, Frederik Brinkman (1878-1944). Sudah ada beberapa tulisan terkait arsitek di Bandung yang saya buat. … Lanjutkan membaca Sekilas Arsitek F. W. Brinkman