Alhta Ainayah Rumah Administratur Perkebunan Sedep yang dibangun tahun 1940-1941 berdasarkan rancangan arsitek Gmelig Meyling. Het Nieuwe Instituut. Rumah administratur Perkebunan Sedep sekarang (Komunitas Aleut). Dari pabrik, kami semua berjalan mengikuti langkah seorang staf perkebunan menuju rumah administratur. Dan inilah moment yang kutunggu. Ingin segera berada di dalamnya. Beberapa staf dari Agrowisata juga turut dalam … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Potongan Ingatan tentang Suzuki di Perkebunan Sedep (Bagian-2)
Kolonial
Catatan Perjalanan: Potongan Ingatan tentang Suzuki di Perkebunan Sedep (Bagian-1)
Alhta Ainayah Catatan perjalanan ini akan saya mulai dengan menceritakan sebuah fragmen perjalanan yang pernah dibukukan pada tahun 1915. Penulis dan pejalan itu adalah van Wulfften Palthe van Hengelo. ____________________ Kamis, 26 Februari 1914. Pukul 7 pagi, D.W. van Wulfften Palthe berangkat menuju Perkebunan Sedep. Ia mendapatkan undangan untuk menginap dan menikmati suasana di perkebunan … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Potongan Ingatan tentang Suzuki di Perkebunan Sedep (Bagian-1)
Dongeng Bandung #13 Angle Kiri Bandung 1926 (Bagian-2)
Oleh Dongeng Bandung Tulisan bagian pertama sudah membicarakan secara ringkas latar belakang terjadinya Pemberontakan November 1926, mulai dari Revolusi Industri di Eropa, lalu terjadinya kelas-kelas ekonomi dalam masyarakat, efek-efeknya di wilayah Hindia Belanda yang berlanjut dengan kemunculan gerakan-gerakan perlawanan, sampai Konferensi Prambanan dengan keputusan untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bagian kedua ini … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #13 Angle Kiri Bandung 1926 (Bagian-2)
Dongeng Bandung #13 Angle Kiri 1926 (Bagian-1)
Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Manusia membuat sedjarahnja sendiri, tetapi mereka tak dapat membuat menurut sekehendaknja, mereka tak dapat membuat dibawah sjarat-sjarat jang dipilihnja, tetapi dibawah sjarat-sjarat jang langsung terdapat, disediakan dan diwariskan dari masa silam. Karl Marx Dongeng Bandung edisi ke-13 dibuka dengan cerita ringan mengenai perspektif dan interpretasi dalam … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #13 Angle Kiri 1926 (Bagian-1)
Pendirian Lembaga untuk Orang Buta di Bandung (Het Blinden-Instituut/Wyata Guna)
Oleh: Aditya Wijaya Tulisan ini untuk melengkapi apa yang sudah pernah ditulis oleh rekan-rekan saya terdahulu di Komunitas Aleut. Dapat dibaca di sini dan di sini. Vereeniging tot verbetering van het Lot der Blinden in Nederland en zijne Koloniën Jauh sebelum tahun 1900 di Amsterdam, Belanda, sudah ada sebuah perkumpulan yang hirau pada keadaan orang … Lanjutkan membaca Pendirian Lembaga untuk Orang Buta di Bandung (Het Blinden-Instituut/Wyata Guna)
Gra Rueb, Perempuan Pematung Verbraak
Berikut ini tulisan Audya Amalia, rekan saya di @KomunitasAleut. Sudah dipost juga di beberapa website lain. Apa yang biasanya dikisahkan setiap kita membahas tentang patung pastor di sudut Taman Maluku Bandung? Cerita yang selama ini berkembang di masyarakat selalu saja berhubungan dengan urban legend yang mengisahkan bahwa patung tersebut dapat bergerak dan berubah posisi. Setiap mendengar kisah … Lanjutkan membaca Gra Rueb, Perempuan Pematung Verbraak
Tiga Serangkai di Kota Bandung
Bagi mereka, Bandung bukanlah Garden of Allah, atau Parijs van Java. Bandung bagi mereka bukanlah gemerlap kamar bola dan pusat perbelanjaan, bukan pula bangunan Art-Deco.
A Cup of Java
Bayangkan saja apa yang mereka rasakan saat itu, rasa tenang saat cangkir-cangkir kopi yang masih mengepul menghampiri hidung, mata pejam dan kening sedikit berkerut karena berkonsentrasi, lalu menghirup aroma dalam-dalam. Tentu takkan lama, karena segera setelah tegukan pertama, rasa bergairah hadir dengan kuat.
Mengenal Riwayat Preangerplanters
Nah, ini kegiatan @mooibandoeng terbaru. Lengkapnya sebetulnya ada 4 mata acara, 2 kali Ngaleut Jejak Preangerplanters di Bandung yang sudah terlaksana pada hari Minggu tanggal 3 dan 10 Januari 2016 yang lalu dan 2 kegiatan lain pada akhir pekan ini. Masing-masing adalah: 1) hari Sabtu tanggal 16 Januari 2016 berupa Bedah Buku Preangerplanters yang diadakan … Lanjutkan membaca Mengenal Riwayat Preangerplanters
Tan Sin Hok: Ahli Mikropaleontologi Dunia dari Cianjur
Selama tinggal di Bandung, beberapa kali keluarga Tan Sin Hok berpindah rumah. Salah satu alamat tempat tinggal yang didiami pada periode 1938-1943 adalah di Van Hoytemaweg (Jalan Sumur Bandung di Kota Bandung sekarang).
Penelusuran Belum Usai (5)
Lanjutan kisah Roman Rasia Bandoeng oleh Lina Nursanty. SATU per satu tokoh dalam novel roman Rasia Bandoeng terungkap. Setelah hampir satu abad sejak pertama kali novel itu diterbitkan pada awal abad 20, cucu dan cicit para tokoh bermunculan. Mereka mencari asal usul leluhurnya melalui kepingan cerita dalam novel. Dendam lama yang diceritakan dalam novel pun … Lanjutkan membaca Penelusuran Belum Usai (5)
Gunung Cai Gg. Kina
Gunung Cai Gg. Kina Hari ini saya berkesempatan mengunjungi dan memeriksa suatu jaringan air peninggalan Hindia Belanda yang terletak di belakang Pabrik Kina. Informasi ini saya dapatkan dari rekan instagram, @dienzfight yang kebetulan berkantor di dekat lokasi jaringan. Ternyata @dienzfight berteman baik dengan Yanti @adetotat yang belakangan ini cukup aktif di Komunitas Aleut. Jadi tadi … Lanjutkan membaca Gunung Cai Gg. Kina
Gedung Merdeka
Pada penutupan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955, Presiden Sukarno memberikan nama baru bagi gedung Societeit Concordia, yaitu Gedung Merdeka. Sudah satu minggu sejak tanggal 18 April, Societeit Concordia dijadikan tempat konferensi negara-negara Asia-Afrika. Semangat menuju kemerdekaan bangsa-bangsa adalah hasil utama konferensi ini yang dituangkan dalam The Final Communique of the Asian-African Conference, salah … Lanjutkan membaca Gedung Merdeka
Tan Sim Tjong (3)
Bagian ketiga: Pencarian Makam Tan Sim Tjong SEMASA hidupnya, Tan Sim Tjong dikenal sebagai saudagar kaya yang memiliki tanah luas yang tersebar di antara Cibadak, Jalan Raya Barat (Jenderal Sudirman sekarang, RED), dan sekitar Kali Citepus. Selain sebuah rumah gedong besar, keluarga Tan Sim Tjong juga memiliki kebun yang ditanami pohon bambu Cina dan pohon … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (3)
Tan Sim Tjong (2)
Bagian kedua: Gang Simcong dan SD Simcong DI dalam roman Rasia Bandoeng, Tan Shio Tjhie digambarkan sebagai sosok yang progresif karena tidak menentang kehendak anaknya, Tan Tjin Hiauw, untuk menjalin hubungan asmara dengan Tan Gong Nio. Padahal, dalam adat budaya Tionghoa saat itu, perkawinan satu marga (she) adalah hal tabu dan terlarang. Tan Shio Tjhie … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (2)