Catatan Momotoran: Dari Pasir Rumbia Sampai Selakaso

Oleh: Aditya WIjaya Penelusuran ini berawal dari satu paragraf catatan kaki dalam buku “Preanger Schetsen” karya P. De Roo De La Faille. Berikut keterangan dalam catatan kaki di buku tersebut: Preanger Schetsen 1895 (halaman 12) “Mungkin representasi ini adalah suatu "keterlibatan yang sangat kontroversial": para pertapa umumnya tinggal di dalam gua. Namun, mengingat bahwa di … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran: Dari Pasir Rumbia Sampai Selakaso

Storymaps Catatan Perjalanan Momotoran Cililin

Oleh Fikri Mubarok Pamungkas Tulisan ini postingan ulang dari aslinya yang berupa storymap di situs online arcgis. Pada hari Minggu, 3 Maret 2024 pagi itu sinar mentari tak menampakan wajahnya. Saya mengikuti kegiatan reguler Aleut yang biasa dilakukan rutin sertiap minggu. Kegiatan kali ini yaitu momotoran menyusuri daerah Cililin Kabupaten Bandung Barat untuk melihat peninggalan … Lanjutkan membaca Storymaps Catatan Perjalanan Momotoran Cililin

Rumah Potong Hewan di Kota Bandung

Salinan tulisan G. Hendriks oleh Komunitas Aleut Berikut ini adalah artikel dari Gerrit Hendriks (1890-1945) tentang Rumah Potong Hewan di Jalan Arjuna, Bandung, yang kami terjemahkan dari majalah Locale Techniek, volume 5 Tahun 1936. Gerrit Hendriks bekerja sebagai arsitek untuk biro pembangunan Gemeente Bandoeng sepanjang tahun 1929-1942. Ia terlibat dalam perancangan dan pembangunan beberapa bangunan … Lanjutkan membaca Rumah Potong Hewan di Kota Bandung

Peresmian Jalan Bandung – Kawah Papandayan (Jalan Tertinggi di Insulinde)

Oleh: Aditya Wijaya Titik tertinggi jalan Bandung – Kawah Papandayan (Algemeen Handelsblad) Beberapa waktu lalu seorang rekan di Aleut melontarkan sebuah pertanyaan terkait nama tempat di Gunung Papandayan. Dia menanyakan arti nama Ghober Hoet. Kemudian seorang rekan lainnya mencoba menjawab bahwa Ghober Hoet kemungkinan besar merupakan Bahasa Belanda di masa lalu tetapi cara penulisannya saat … Lanjutkan membaca Peresmian Jalan Bandung – Kawah Papandayan (Jalan Tertinggi di Insulinde)

Pernah Ada Hassan Bandung dan M. Natsir di Jalan Belakang Pakgade

oleh Insan Bagus Raharja/Komunitas Aleut Minggu, 14 Januari 2024 saya berkesempatan menjadi bagian dari ekpedisi Komunitas Aleut untuk menelusuri jejak sejarah di sekitaran Tegallega, Bandung. Dari sekian banyak tempat yang kami telusuri, Jalan Belakang Pakgede menjadi tempat yang paling memantik rasa penasaran saya. Meski ukuran jalannya sama saja dengan gang-gang lain di komplek kebanyakan, tapi tempat … Lanjutkan membaca Pernah Ada Hassan Bandung dan M. Natsir di Jalan Belakang Pakgade

Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck

Oleh Deuis Raniarti Tak biasanya aku terbangun pagi sekali, aku melongok ke luar. Sudah ramai orang berjalan berbondong-bondong. Hari ini ada memang ada kegiatan besar, penganugrahan Ridder in de Orde van Oranje-Nassau yang akan diterima oleh administratur perkebunan Kertamanah. Aku pun bergegas, ingin segera bergabung dengan orang-orang. Aku berjalan perlahan, tatapanku tak hanya ke depan. … Lanjutkan membaca Sampai bertemu lagi, Willem Gerard Jongkindt Coninck

Catatan Momotoran; Pabrik Teh Santosa

Oleh: Fikri M Pamungkas Desir angin Pangalengan yang menerpa tubuh pagi ini sungguh terasa menggigit, padahal kali ini saya duduk di belakang, dibonceng oleh Reza, rekan di Komunitas Aleut. Hari ini kami mengadakan perjalanan momotoran ke kawasan Pangalengan untuk mengungjungi beberapa lokasi di sana. Rute yang sudah disusun adalah Cinyiruan/Kertamanah, Talun-Santosa, Sedep, dan Negla. Karena … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran; Pabrik Teh Santosa

Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)

Oleh: Irfan Pradana Putra Pagi itu, 28 Januari 2024, kami memulai perjalanan pukul delapan pagi. Cuaca sedang sangat enak sekali, tidak panas, cenderung mendung. Udara nyaman ini ternyata hanya berlangsung sampai sekitar Banjaran-Arjasari, karena setelah itu hujan mulai turun. Memasuki jalur Cimaung kami harus berbagi jalan dengan iring-iringan bis pariwisata. Entah berapa kali saya harus … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Momotoran Kertamanah (– Sedep)

Di Sana… di Negla (Bagian 2/2)

Oleh Guriang (Bagian Pertama) Ketika Jerman masuk ke Bloemendal pada bulan September 1944 dan menganggap wilayah itu sebagai daerah Kamp, Carla dan Marga pun harus mengungsi ke Overveen, sementara ibu mereka dirawat di rumah sakit setelah operasi fibroid dan sedang mengidap trombosis paru. Carla kemudian tinggal terpisah walaupun masih tetap di Overveen, kemudian bersama pacarnya, … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 2/2)

Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)

Oleh Guriang “Di sana!” kata Marga, sambil menunjuk ke arah topi yang berada di atas lemari pajangan di ruang tamu rumahnya di Belanda kepada Wijnt van Asselt. “Di sana”adalah di Hindia Belanda, di wilayah pergunungan perbatasan antara Pangalengan dengan Garut. Negla. Para pembaca novel Heeren van de Thee karya Hella S. Haase tentu ingat bagaimana … Lanjutkan membaca Di Sana… di Negla (Bagian 1/2)

Ngaleut Ke Pajagalan, Malah Belajar Kerudung

Oleh: Alhta Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan sebuah perjalanan bersama orang-orang yang baru saja saya kenal beberapa hari belakangan. Perjalanan ini dimulai dari Jalan Siti Munigar, lalu mengunjungi sebuah makam yang saya benar-benar tidak tahu ini makam siapa, dan kenapa kita harus kesana. Ketidaktahuan ini mendorong saya untuk bertanya pada rekan jalan saya hari … Lanjutkan membaca Ngaleut Ke Pajagalan, Malah Belajar Kerudung

Mencari Hassan Bandung

Oleh: Reza Khoerul Iman Minggu, 14 Januari 2024, kawasan Cibadak yang menjadi sentra cinderamata dan ATK di Kota Bandung tampak lenggang tak seperti biasanya. Toko-toko yang menjajakan cinderamata, souvernir, kertas, hingga alat tulis, hampir semuanya tutup pada hari itu. Hanya sedikit saja yang tampak membuka pintu tokonya. Pada hari Minggu yang hampir siang itu, saya … Lanjutkan membaca Mencari Hassan Bandung

Ngaleut Jalan Siti Munigar

Oleh: Fikri M Pamungkas Jika akhir pekan tanpa pergi kemana-mana sepertinya terasa hampa. Minggu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan ngaleut ke sekitar Jalan Siti Munigar.  Pagi itu begitu cerah seakan-akan merestui perjalanan ini, dengan rasa penasaran dan ingin tahu saya pun berangkat bersama rekan komunitas aleut. Kami berangkat melewati Jalan Pasir Koja, lalu berbelok kanan, … Lanjutkan membaca Ngaleut Jalan Siti Munigar

Rumah Irama di Siti Munigar

Oleh: Elisa Nur Azizah Hari Minggu 14 Januari 2024, saya mengikuti kegiatan Ngaleut yang berbeda dari sebelumnya. Dalam kegiatan kali ini saya dan rekan-rekan lebih banyak berjalan di gang-gang kecil dan menyapa masyarakat setempat. Perjalanannya dimulai dengan kunjungan ke Makam Ahli Waris H.St Chapsah Durasid. Sebelum masuk, ada sebuah bangunan Kantor RW dengan plakat yang … Lanjutkan membaca Rumah Irama di Siti Munigar

Mashudi dan Siti Munigar

Oleh: Irfan Pradana Putra Kalau saja tidak berjumpa dengan penghuni rumah Irama, kemungkinan besar saya tidak akan tahu kalau bangunan modern di depan rumah Irama dahulunya merupakan rumah yang punya cerita sejarah.  Lokasi rumah tinggal Mashudi bersama kakaknya di Gang Siti Munigar. Bentuk bangunan sudah berubah total. Foto: Komunitas Aleut Siang itu matahari cukup terik, … Lanjutkan membaca Mashudi dan Siti Munigar