Dongeng Bandung #23d Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-3

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Temuan-temuan Rothpletz Selama penelitiannya, Rothpletz menemukan 38 bilah kapak yang terbuat dari batu hijau padat dan jumlah itu hanya 8 buah yang keadaannya masih utuh. Panjang bilah terbesar 21,7 cm dan yang terkecil 5,8 cm. Lebarnya antara 2,3 cm sampai 7,3 cm. Ketebalannya antara 1,3 cm … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23d Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-3

Dongeng Bandung #23c Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-2

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Von Koenigswald sebelumnya sudah menyatakan bahwa beberapa tempat permukiman tua di perbukitan utara itu, seperti kawasan KQ-380 dan Ciharalang, permukaannya diratakan oleh manusia (bukan alami). Rothpletz menambahkan bahwa selain itu juga di banyak tempat terdapat parit pemisan dan tebing buatan, serta beberapa tempat permukiman diperkuat dengan … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23c Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-2

Dongeng Bandung #23b Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-1

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Alte Siedlungsplatze bei Bandung (Java) und die Entdeckung Bronzezeitlicher Gussformen. Werner Rothpletz — Sonderdruck aus «Südseestudien», Basel 1951 (Museum für Völkerkunde). Situs pemukiman kuno di dekat Bandung dan penemuan cetakan cor Zaman Perunggu. ____________________________________________ Antara tahun 2018-2019 lalu, seorang mahasiswa arkeologi dari Unversitas Indonesia datang ke … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23b Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-1

Dongeng Bandung #23a Riwayat (Sangat) Singkat Werner Rothpletz

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Werner Rothpletz; c. 1933–1947; Koleksi Werner Rothpletz. Reproduksi digital, 2022. Diambil dari artikel “Erdöl und Ethnografika? The Case of Werner Rothpletz” karya Aila Özvegyi. Museum der Kulturen, Basel. Berikut ini adalah terjemahan dari riwayat singkat Werner Rothpletz yang ditulis sebagai obituari oleh rekannya, W. Mohler. Werner … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23a Riwayat (Sangat) Singkat Werner Rothpletz

Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-2)

Oleh Ojel S.Y. Bagian Pertama Tuak, Susu, dan Kejo Di samping jenis-jenis kaolahan, SSKK juga memuat kata tuak, hanaang (haus), nyatu (makan), dan ponyo (lapar). Berikut bunyi teksnya: “Jaga urang héés tamba tunduh, nginum tuak tamba hanaang, nyatu tamba ponyo, ulah kajongjongan teuing”(Hendaknya kita tidur sekadar penghilang kantuk, minum tuak sekadar penghilang haus, makan sekadar … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-2)

Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-1)

Oleh Ojel S.Y. Belasan tahun yang silam, seorang atasan saya pernah berseloroh, katanya “Orang Sunda itu seperti kambing, cukup disimpan di kebon, mereka bisa hidup.” Selorohan atasan saya yang berasal dari Surabaya itu tercetus setelah ia akrab dengan banyak orang Sunda; bahkan istrinya pun dari Bandung. Sebagai orang beretnis Jawa, secara naluriah dan empirik, bos … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-1)

Dongeng Bandung #14 Pemberontakan Raksa Praja 1842

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dalam Dongeng-Bandung edisi #11 yang membicarakan buku Bandung Baheula jilid 1 dan 2 ada disinggung nama-nama ini, R. Anggadikusumah dan Raksa Praja. Buku itu hanya menyinggung kedua nama itu secara sepintas saja tanpa memberikan informasi yang memadai untuk mengetahui siapa saja mereka itu. Pencarian di internet tidak mendapatkan hasil, … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #14 Pemberontakan Raksa Praja 1842

Dongeng Bandung #12 Ngaleut Skena Underground di Bandung

oleh Irfan Pradana, Dongeng Bandung. Pada sekitar tahun 1990-an hingga 2000-an, Kota Bandung menjadi surga bagi perkembangan musik Underground. Kala itu kota ini menjadi ruang bagi anak muda memproduksi segala hal yang berkaitan dengan subculture skena bawah tanah tersebut. Ruang-ruang itu tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung yang kemudian saling berjejaring meskipun jurang perbedaan menganga … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #12 Ngaleut Skena Underground di Bandung

Dongeng Bandung #13 Angle Kiri 1926 (Bagian-1)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Manusia membuat sedjarahnja sendiri, tetapi mereka tak dapat membuat menurut sekehendaknja, mereka tak dapat membuat dibawah sjarat-sjarat jang dipilihnja, tetapi dibawah sjarat-sjarat jang langsung terdapat, disediakan dan diwariskan dari masa silam. Karl Marx Dongeng Bandung edisi ke-13 dibuka dengan cerita ringan mengenai perspektif dan interpretasi dalam … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #13 Angle Kiri 1926 (Bagian-1)

Dongeng Bandung #11 Bandung Baheula Jilid 1 & 2

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh: Dongeng Bandung Sampul buku Bandung Baheula karya R Moech A. Affandie (Guna Utama, Bandung, 1969) Buku Bandung Baheula yang terdiri dari dua jilid ini dikarang oleh R. Moech. A. Affandie dan diterbitkan serta dicetak oleh (penerbit dan)  Pertjetakan Guna Utama, Bandung. Pada bagian “Pihatur ti Pajun” yang ditulis … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #11 Bandung Baheula Jilid 1 & 2

Dongeng Bandung #10 Bandung dalam Roman Karya Yuhana

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh: Dongeng Bandung Yuhana, atau Joehana dalam ejaan lama, adalah salah seorang sastrawan Sunda yang pernah sangat populer di masa sebelum Kemerdekaan RI, terutama periode setelah tahun 1920. Salah satu karyanya, Tjarios Eulis Atjih, pernah dibuat film pada tahun 1927, bahkan bila merujuk pada buku Katalog Film Indonesia 1926-2005 … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #10 Bandung dalam Roman Karya Yuhana

Dongeng Bandung #7: TERAP FEST – Dago, Coblong, Simpang

Dago, Kamis, 13 Juli 2025 Oleh: Dongeng Bandung Tim TERAP dan Komunitas Aleut di halaman rumah Dago 141.Tim TERAP dan Komunitas Aleut di halaman kantor PMI Jawa Barat.Lahan eks Sanatorium Dago.Tim TERAP dan Komunitas Aleut di depan De Locomotieven.Tim TERAP dan Komunitas Aleut di depan De Locomotieven.Tim TERAP di Cika-cika. Foto: Tim TERAP.De Drie Locomotieven. … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #7: TERAP FEST – Dago, Coblong, Simpang

Dongeng Bandung #3: Bandoeng Waktoe Itoe

Oleh: Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku “Rasia Bandoeng”, Minggu, 29 Juni 2025 Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-1Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-2Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-3Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-4Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-5Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe Itoe-6Dongeng Bandung #3 : Bandoeng Waktoe … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #3: Bandoeng Waktoe Itoe

Dongeng Bandung #4: Ngaleut Pendopo

Oleh: Dongeng Bandung Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 28 Juni 2025 Tidak perlu tinggal terlalu lama di Kota Bandung untuk mengalami bagaimana kota ini berubah dengan cepatnya. Yang baru tinggal satu-dua tahun belakangan saja mungkin sudah dapat menyampaikan hal-hal yang hilang, tumbuh, berganti, selama tinggal dalam waktu yang singkat itu. Perubahan pesat seperti ini sudah dimulai … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #4: Ngaleut Pendopo

Dongeng Bandung #2: Riwayat Alun-alun Bandung

Oleh: Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku “Rasia Bandoeng”, Minggu, 22 Juni 2025 Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-1Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-2Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-3Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-4Dongeng Bandung #02 Riwayat Alun-alun-5 Ariyono Wahyu alias Alex Ari alias Alek membuka cerita hari ini dengan beberapa kutipan dari buku legendaris karya Haryoto Kunto, Semerbak … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #2: Riwayat Alun-alun Bandung