#InfoAleut Hari Sabtu ini (13/02/2016) di Kelas Resensi Komunitas Aleut, akan diadakan diskusi dan pembahasan mengenai beberapa pesohor yang dikaitkan dengan Kota Bandung. Beberapa nama sudah pernah ditulis secara ringkas dan dipublish di http://komunitasaleut.com dan http://mooibandoeng.com beberapa waktu yang lalu. Nama para pesohor seperti Abdul Muis, Raden Saleh, Sosrokartono, dan masih banyak lagi, akan dibahas … Lanjutkan membaca #InfoAleut: #KelasResensi Kiprah Para Pesohor di Bandung (13/02/2014)
Penulis: KomunitasAleut!
Rasia Bandoeng dan Ngaleut Tjerita Tjinta jang Benar Terdjadi di Bandoeng Tahon 1900-an
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Katanya jatuh cinta membuatmu jadi orang dungu. Oh baiklah pembaca yang budiman, sebelumnya maaf hanya judulnya yang pakai Bahasa Melayu Pasar, karena saya malas dan tak punya cukup kedunguan untuk menuliskannya dalam bahasa seprimitif itu, apalagi ejaan yang setuwir itu. Entahlah, kalau sekiranya jatuh cinta, mungkin bisa saja, tapi saya tak sedungu … Lanjutkan membaca Rasia Bandoeng dan Ngaleut Tjerita Tjinta jang Benar Terdjadi di Bandoeng Tahon 1900-an
Catatan NgAleut Rasia Bandoeng
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Malam ini malam Imlek. Barudak Aleut sudah terlihat berkumpul di halaman BRI Tower. Banyak di antara mereka - sebagian belum saya kenal - yang mengenakan kaos berwarna coklat dengan tulisan "Komunitas Aleut." Kaos baru. Kawan-kawan ini sedang pada bersiap untuk Ngaleut Rasia Bandoeng. Gerimis mulai turun saat kami berkumpul dalam … Lanjutkan membaca Catatan NgAleut Rasia Bandoeng
Becak
Oleh: Irfan Arfin (@fan_fin) “Tuang jang?” “Mangga.., mangga, Pak” Begitu serunya dengan mulut yang masih dipenuhi makanan, lantang tapi belepotan menawarkan kepada saya nasi kuning yang tengah ia makan sebagai pengganjal perut di pukul sepuluh pagi. Sedangkan saya sendiri menjawab tawarannya sambil asyik di belakang jendela bidik menangkap setiap gerakan dari figur unik yang saya … Lanjutkan membaca Becak
Idjon Djanbi
Oleh @vonkrueger School voor Opleiding van Parachutisten (Sekolah Penerjun Payung) dipindahkan dari Hollandia (Jayapura) ke Bandung pada tahun 1947. Tentu saja kepindahan ini diikuti oleh sang komandan, Letnan Rokus Bernardus Visser, yang pangkatnya dinaikkan menjadi Kapten tidak lama setelah pindah. Kapten Visser memimpin sekolah tersebut sampai tahun 1949. Setelah pengakuan kedaulatan, Kapten Visser yang sudah … Lanjutkan membaca Idjon Djanbi
Kendan, Limbangan, Kareumbi, Bagian 1
Kepada rekan yang terakhir, sekali lagi pria ini berpesan agar kami benar2 berhati2 dalam perjalanan.
#InfoAleut: Ngaleut Rasia Bandoeng (07/02/2016)
#InfoAleut Di malam Tahun Baru Imlek, hari Minggu (07/02/2016), kita akan Ngaleut Rasia Bandoeng. Dalam kegiatan ini, Aleutians akan menyusuri beberapa titik yang diceritakan Chabanneau dalam novel Tionghoa klasik yang berjudul Rasia Bandoeng (1918). Bagi Aleutians yang tertarik untuk bergabung, konfirmasikan kehadiranmu ke nomor 0896-8095-4394 (SMS/WA) dan langsung saja kumpul di depan BRI Tower … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Ngaleut Rasia Bandoeng (07/02/2016)
Stasiun Cikajang +1.530
Di ruang depan kasur tanpa seprai menggeletak begitu saja, kain-kain serta pakaian bertebaran, sebuah lemari sederhana berdiri miring seperti menunggu runtuh.
Payen dan Sang Pangeran Jawa
Pada saat itu sebenarnya Payen bersama Raden Saleh sudah mulai tinggal di Bandung karena fokus perjalanannya kali ini masih di daerah Priangan. Tepatnya dia memusatkan perhatiannya di daerah Priangan sebelah selatan hingga ke pesisir Samudera Hindia.
Abdul Muis
Dari informasi yang terkumpul, Abdul Muis memang pernah tinggal di sebuah rumah kecil di Jl. Pungkur, tak jauh dari persimpangan dengan Jl. Ciateul.
HOS Tjokroaminoto
Oleh @bagusreza Haji Oemar Said Tjokroaminoto, sang Raja Tanpa Mahkota. Ia dilahirkan di Madiun pada 16 Agustus 1882. Menanggalkan gelar kebangsawanan Raden Mas dan menggantinya dengan Haji Oemar Said. Mengundurkan diri sebagai pegawai juru tulis di Madiun yang sangat pro-kolonial dan kemudian melarikan diri ke Semarang menjadi buruh angkut pelabuhan, tempat Ia dapat merasakan penderitaan … Lanjutkan membaca HOS Tjokroaminoto
Achdiat Karta Mihardja
Meskipun “Atheis” bukanlah satu-satunya karya yang Achdiat tulis, namun dari novel inilah ia dikenal luas sebagai sastrawan hingga mendapatkan banyak penghargaan.
Becak
Saya rasa ada peran pemerintah terhadap majunya becak sebagai moda transportasi wisata di Yogyakarta, dapat saya lihat di Jalan Malioboro, aparat hukum berdampingan dengan tukang becak dan delman di samping jalan.
Sosrokartono
Darussalam sering juga digunakan sebagai tempat berkumpul tokoh-tokoh pergerakan seperti Soekarno, dan Abdoel Rachim, kelak akan jadi mertua Mohamad Hatta. Partai Nasional Indonesia dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisastie juga sering menggunakan gedung ini sebagai tempat pertemuan.
Tiga Serangkai di Kota Bandung
Bagi mereka, Bandung bukanlah Garden of Allah, atau Parijs van Java. Bandung bagi mereka bukanlah gemerlap kamar bola dan pusat perbelanjaan, bukan pula bangunan Art-Deco.