Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Kemacetan merupakan problematika yang umum terjadi di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia. Meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah pengguna kendaraan pribadi hanyalah dua dari banyak factor penyebabnya. Berbagai cara dan saran untuk menanggulanginya sudah dilakukan, namun layaknya sinetron Tukang Bubur Naik Haji, permasalahan ini tak kunjung usai. Di dalam kemacetan … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Kemacetan dan Bulan Ramadhan
Ramadhan
#PernikRamadhan: Carvil dan Qaari Pencuri Sandal
Oleh: Hevi Abu Fauzan (@hevifauzan) Cerita ini ingin saya tulis sebagai salah satu kisah lucu sekaligus miris yang pernah penulis alami saat Ramadhan di rumah. Kisah yang heboh ini terjadi di bulan Ramadhan tahun 1996 yang penulis cukup ingat sampai saat ini. Bersama teman-teman lain, Ramadhan di tahun-tahun sekitar itu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang cukup … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Carvil dan Qaari Pencuri Sandal
#PernikRamadhan: Bung, Mari Buka Bersama!
Bukber yuk! Reunian yuk! Akan ada kegiatan musiman yang hanya terjadi di bulan Ramadhan. Kegiatan yang menular baik di kalangan tua atau muda. Kegiatan musiman yang membutuhkan tempat spesial untuk bertemu. Kegiatan yang hanya menjadi kedok inti acara. Kegiatan yang dinanti oleh beberapa orang. Kegiatan itu adalah buka bersama atau bukber. Kegiatan buka bersama tidak mengenal … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Bung, Mari Buka Bersama!
#PernikRamadhan: Pendidikan Menjadi Miskin Ala Ramadhan dan Lebaran
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Kemarin saat melintas di Jl. Braga, persis di depan Bank Indonesia, beberapa orang berjajar di pinggir jalan. Mereka melambai-lambaikan tangannya kepada para pengendara sambil memegang uang baru. Ya, uang baru, masih segar bugar, baru keluar dari cetakan. Mereka tengah “berjualan” uang. Kira-kira begini prakteknya; uang dengan pecahan yang variatif--bisa lima … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Pendidikan Menjadi Miskin Ala Ramadhan dan Lebaran
#PernikRamadhan: Masjid Sepi, Ke Mana Anak-anak?
Oleh: Anggi Aldilla (@anggicau) Siang tadi entah kenapa pengen banget Jum’atan di mesjid Al -Manar yang berada di sekitaran Jalan Puter. Jaman SD dulu, saya sering sholat Jum’at di sini bersama teman-teman sehabis atau saat akan ke sekolah. Bangunannya tidak banyak berubah dibandingkan saat saya TK dan SD (kebetulan TK saya berada satu komplek dengan … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Masjid Sepi, Ke Mana Anak-anak?
#PernikRamadhan: Sebelas atau Dua Tiga?
Oleh: Wisnu Setialengkana (@naminawisnu) Salah satu yang sering terjadi bila kita memasuki bulan Suci Ramadhan adalah sebuah pertanyaan: “Shalat Tarawihnya berapa rakaat? Sebelas atau Dua Tiga?” Iya kan? Bahkan kita sendiri yang terkadang bertanya hal tersebut. “Mesjid kita berapa rakaat shalat Tarawihnya tahun ini? Masih sama kaya tahun lalu? Masih dua tiga rakaat?” Dan setiap tahun … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Sebelas atau Dua Tiga?
#PernikRamadhan: Jika Aku Menjadi Anak Kecil
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Setelah dewasa, fase anak kecil begitu menyenangkan Adalah sebuah kebahagiaan menjadi anak kecil saat bulan Ramadhan tiba. Loh, tapi kalau dipikir – pikir kembali, kebahagiaan dari mana? Saya tidak puasa satu hari penuh karena tidak kuat. Uang jajan saya akan dibatasi oleh orang tua. Lalu, kebahagiaan apa yang akan saya rasakan … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Jika Aku Menjadi Anak Kecil
#PernikRamadhan: Rindu Suara Badia-Badia Batuang
Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi) Desa Pungguang Kasiak 2) yang terletak di Kecamatan Lubuak Aluang3) merupakan tempat yang menyimpan kenangan Ramadhan masa kecil saya. Punggung Kasiak merupakan tanah kelahiran dan tempat ayah saya menghabiskan masa muda. Tak hanya itu, tempat tersebut dipilih beliau sebagai tempat menunggu hari kebangkitan kelak. Menjelang Ramadhan, ke desa itulah saya … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Rindu Suara Badia-Badia Batuang
#PernikRamadhan: Ngabuburit ala Kapitalis
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Duh stasiun London berapa nih?” “Oh itu properti milik Arip Podomoro Group, hmm… bayar 2000 weh” “Jis geuleuh ke cewek mah pake diskon” Meski cashflow sedang hancur, saya tetap istiqomah jadi pebisnis yang murah hati. Apalagi sedang dalam bulan baik bernama Ramadan. Tapi nampaknya permainan Monopoly nggak mengenal yang namanya matematika … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Ngabuburit ala Kapitalis
#PernikRamadhan: Ramadan sebagai “Waktu Publik”
Oleh: Zen RS (@zenrs) …. when holy days and holidays were one and indivisible /1 Seorang Amrikiya berdarah Yahudi, saya berdiskusi santai dengannya saat Ramadan bertahun-tahun lalu, berkali-kali mengucapkan ketidakpercayaannya bahwa muslim di Indonesia sungguh-sungguh menikmati dan bahkan menunggu-nunggu Ramadan. Ia sukar mengerti mengapa “penindasan dan pengekangan” terhadap perut, mata, telinga, kelamin dan hasrat-hasrat duniawi … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Ramadan sebagai “Waktu Publik”
#PernikRamadhan: Berburu Tanda Tangan di Bulan Ramadhan
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Para jamaah bangkit dari sujudnya, memasuki rakaat terakhir dari shalat witir. Hanya satu rakaat lagi dari berakhirnya rangkaian shalat Tarawih malam hari itu. Beberapa anak kecil yang mengikuti jalannya shalat Tarawih sudah terihat tak tenang, seolah ingin segera mengakhiri saja shalat ini. Di rakaat terakhir, imam yang merangkap sebagai penceramah … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Berburu Tanda Tangan di Bulan Ramadhan
#PernikRamadhan: Munggahan dan Puasa Hari Pertama yang Tak Lagi Sama
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Waktu menunjukan pukul 14.00 WIB. Matahari siang itu cukup terik, lebih terik dari sehari sebelumnya. Saya baru saja kembali dari warnet langganan di depan komplek untuk mengunduh materi kuliah yang dikirim oleh dosen. Maklum, saat itu saya belum berlangganan internet karena koneksi melalui HP saja sudah dirasa cukup. Segera saya … Lanjutkan membaca #PernikRamadhan: Munggahan dan Puasa Hari Pertama yang Tak Lagi Sama
Sekilas Mesjid Agung Bandung.
Repost Sekarang bila hendak memastikan jadwal berbuka puasa, tak jarang orang menunggui televisi atau radio untuk mendengarkan kumandang suara adzan. Mesjid dengan speaker yang cukup keras memang banyak di Bandung, tapi seringkali suaranya kalah oleh kebisingan suasana kota. Namun di Bandung tempo dulu yang sunyi, bunyi bedug, tanpa harus menggunakan peralatan pengeras suara, sudah cukup … Lanjutkan membaca Sekilas Mesjid Agung Bandung.