#InfoAleut: Kelas Literasi “Perpustakaan Bagian 2” dan Ngaleut Gunung Hejo

Malam, Aleutians! Mati gaya karena “jaga kandang” di Bandung long weekend ini? Ayo mending gabung di dua acara seru dari kami, karena dijamin ga akan bikin mati gaya 😀

Besok di Kelas Literasi pekan ke-90 kita akan membahas Perpustakaan Bagian 2. Setelah dua minggu sebelumnya adalah bagian mukadimah soal perpustakaan, nah di pekan ini kita bakal juga belajar bareng dan praktek pengelolaan perpustakaan Dijamin seru deh, makanya langsung aja merapat ke Kedai Preanger pukul 13.45 WIB.

Di hari Minggu-nya kita bakal momotoran ke arah barat di Ngaleut Gunung Hejo. Ya seperti biasa, kita ga akan hanya ke satu lokasi saja. Ga jauh dari rest area KM-97 ada bukit yang pohonannya masih terlihat lebat. Bukit ini legendaris karena banyak mitos di baliknya. Nah nanti kita akan lihat juga ada apa sih di balik bukit itu.
Ayo ramaikan, kalau tertarik ikut langsung kontak via teks ke nomor 0896-8095-4394 atau LINE @FLF1345R dan kumpul di KedaiPreanger pukul 07.26 WIB.
Saat konfirmasi cantumkan juga keterangan bermotor atau tidak, dan bagi yang bermotor jangan lupa bawa dua helm ya.
Ayo gabung untuk menghindarkan diri dari mati gaya di long weekend ini. Sampai jumpa 😀
Iklan

“Harta Karun” di Bandung

Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem)

11845230_10205995710866404_5683106335191072412_o

Berdasarkan pendataan pada tahun 1950, kurang lebih setelah kondisi politik nasional mulai stabil, di Bandung setidaknya terdapat 5 perpustakaan yang menyimpan puluhan hingga ratusan ribu buku. Koleksi terbesar dimiliki Perpustakaan Militer dengan 600.000 buku, disusul perpus. Museum Geologi dengan 50.000 buku, dan ITB dengan sekitar 30.000 buku. Sebagian besar koleksi perpustakaan tersebut bisa jadi merupakan limpahan dari perpustakaan pusat di Gouvernements Bedrijven (Gedung Sate).

Harta Karun berupa koleksi buku sebanyak itu (tentunya sebagian besar merupakan buku antik), kemungkinan besar masih tersimpan baik di tempat-tempat tersebut. Walaupun pastinya sebagian sudah berpindah tangan menempati ruangan-ruangan para kolektor.

Nah apabila Bandung mau menjadi “Kota Buku” yang sesungguhnya, tinggal buka saja akses kepada harta karun tersebut. Tentunya dengan pengawasan dan perawatan yang memadai. Buku-buku tua itu pun termasuk Heritage. Namun entah bagaimana nasibnya apabila dibiarkan terongok di tempat-tempat yang tak terjangkau tangan manusia.

#PojokKAA2015: Perpustakaan Baru di Alun-alun

Oleh: Gita Diani Astari (@gitadine)

Ada pemandangan baru di area Alun-alun Bandung: sebuah rangka bangunan di samping hamparan rumput sintetis peningkat indeks kebahagiaan. Saya agak kaget, karena waktu ke Alun-alun Sabtu malam lalu lebih terdistraksi oleh kelap-kelip lampu mainan sehingga tidak menyadari adanya ‘calon’ bangunan itu. Kira-kira apa fungsinya? Apakah target penyelesaian bangunan ini harus sebelum rangkaian KAA dimulai? (By the way, kemarin pagi ternyata sudah dilaksanakan pengibaran 109 bendera negara peserta KAA 2015.)

Karena penasaran, akhirnya saya dan teman saya mengajak salah seorang pekerja yang sedang beristirahat untuk berbincang-bincang soal ini. Namanya Pak Wahyu. Sambil merokok dan sesekali menyeruput kopi, beliau dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Baca lebih lanjut