Tegallega Heurin ku Cangcut Kutang

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip)

tegallega cangcut kutang

Karunya ka urang kidul téh, sok waas nasibna. Contona éta wéh ningan matak aya nu ngarana Konpérénsi Asia-Afrika téh da maranehna kaasup bangsa nu palih kidul. Nagara-nagara nu hirupna malarat, kasiksa ku bangsa nu ti kaler.

Kitu deui kuring nu urang Bandung kidul. Aya rasa timbulu lamun ngabandingkeun jeung Bandung belah kaler téh. Taman Balaikota, Taman Lalu Lintas, Taman Film, Tamansari, Saritem, Derentén, Unpad DU, ITHB, Ciwalk, Dago Tea House, jeung tempat-tempat alus lianna pabalatak di belah kaler. Nu kidul mah ngan panyesaan; Lapang Tegallega.

Duh Gusti, ni peurih cocobi urang kidul teh. Duh Gusti meni kudu Tegallega. Baca lebih lanjut

#PojokKAA2015: Secuil Jalan yang Hanya Dibuka Untuk KAA

Oleh: Hevi Abu Fauzan (@hevifauzan)

CDU99nXUkAA9LX2

Sewaktu penulis kecil, tidak ada pemandangan yang paling aneh di Bandung, kecuali ketika melihat secuil jalan dibebaskan dari kandangnya. Iya, saya besar di Jalan Stasiun Timur, dan secuil jalan yang saya maksud adalah sebuah potongan kecil Jalan Otto Iskandardinata (Otista) yang dilintasi rel kereta api di sebelah timur Stasiun Bandung.

Pembukaan jalan yang saya maksud pada saat itu terlihat sangat mewah. Terang saja, iring-iringan kendaraan mengkilap di selingi sirine polisi dan beberapa panser memang menjadi pemandangan yang tidak akan pernah kita saksikan sehari-hari. Sebuah perayaan yang kemudian penulis tahu sebagai peringatan Konferensi Asia Afrika. Dan Bagi penulis, saat-saat kendaraan melintasi secuil jalan itu adalah salah satu keajaiban dunia saat itu. Baca lebih lanjut

#PojokKAA2015: Sedia Payung Saat KAA

Oleh: M. Taufik Nugraha (@abuacho)

Kalau kata Aa Gym mah:

Konferensi Asia Afrika, KAA, jalan otto iskandar dinata, pasar baru, pasar baru bandung, nasi goreng mafia, braga culinary night, payung di jalan otto iskandar dinata, payung di kawasan pasar baru, kang emil, sterilisasi kawasan pasar baru

(Image Copyright : muslim.or.id)

Untuk mengasah ilmu tingkat tinggi tersebut, bagi kawan-kawan yang berdomisili di Bandung, boleh mencoba berkendara melalui jalur menuju Pasar Baru, terutamanya pada pagi dan sore hari, serta sepanjang hari pas weekend. Disana kita akan belajar bagaimana meredam keinginan buat memencet klakson terhadap kendaraan yang ada di depan kita, mencoba menahan diri dari mengeluarkan berbagai kata yang memuat aneka penghuni kebun binatang pada supir angkot yang ngetem, serta berupaya meminimalisasi ucapan sumpah serapah pada para PKL yang membuat para pejalan kaki harus ikut memenuhi jalanan.

Pelatihan ilmu sabar di kawasan sekitar Pasar Baru kalau berdasarkan level kepedasan dari Nasi Goreng Mafia mungkin sudah berada diantara level merisaukan sampai dengan level mematikan, dimana kalau udah makan nasi goreng dengan level tersebut, kalau ada orang yang rese sama kita, mungkin akan kita bacok tanpa pikir panjang (sangat mematikan). Namun saat ini level-nya sudah turun sampai dengan level menenangkan, karena harga cabe yang sekarang makin mahal adanya gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA). Baca lebih lanjut

#PojokKAA2015: Riasan khas KAA di Jalan Dalem Kaum

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

Dia belok kanan dari Jalan Otto Iskandar dinata. “Ada yang aneh dengan jalan ini,” dalam benaknya. Tidak ada tukang sate dan soto langganan dia. Ada lampu berwarna hitam yang tidak ia kenal. Dia tidak mengenal kembali jalan yang sering ia lewati 60 tahun lalu. Jalan yang ia tidak kenal adalah Jalan Dalem Kaum.

 

Riasan jalan bernama paving block

Jalan Dalem Kaum beberapa bulan lalu agak berantakan. Jika melihat beberapa bulan lalu, Jalan Dalem Kaum masih diisi dengan motor yang memadati sisi jalan. Selain itu, pedagang kaki lima masih berjualan di jalan dengan perasaan cemas ditangkap Satpol PP.C360_2015-04-10-13-20-23-989

Menjelang Konferensi Asia Afrika, Jalan Dalem Kaum mulai dibenahi oleh Pemkot. Pedagang kaki lima yang sering berada di pinggir jalan mulai diberi satu ruang khusus. Motor yang sering membuat macet dilarang parkir di sisi Jalan Dalem Kaum. Baca lebih lanjut