Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 2

Baca: Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 1

Starr_080606-7010_Eretmochelys_imbricata

Karena malam semakin gelap, seperempat panjang pantai hampir tak kelihatan. Tetapi sejauh kami masih bisa kenali benda, tampak empat badan gelap, gemuk merayap di atas pantai. Bunyi gemercakpun tak sampai ke telinga kecuali deruan sayup-sayup redam empasan laut. Tiba-tiba terdengar cipatran air di bawah tempat kami: sebuah Baca lebih lanjut

Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 1

 

Kata pengantar

Dalam abad ke-19, Junghuhn menjalajahi Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Sesuai kebiasaan ilmuwan, ia mencatat secara detail jenis tumbuhan, gunung, tanah, batu-batuan yang ia jumpai selama penjelajahannya. Bahkan, dengan liris ia menjelaskan perawakan sebuah pohon atau keadaan hutan. Kata “schoon” yang pada dasarnya Baca lebih lanjut

Sejarah Singkat Pabrik Kina

Pabrik Kina

Bandoengsche Kinine Fabriek N.V. Foto Tropen Museum

Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi)

Pada pertengahan abad ke-19, tersebar sebuah penyakit yang memakan banyak orang Eropa di Batavia. Saking banyaknya, Batavia sempat dijuluki Het Graf van Het Oosten atau kuburan di negeri timur. Penyakit yang memakan banyak korban itu bernama malaria.

Saat itu, obat malaria yang ampuh berasal dari pohon Kina. Bagian yang diambil yaitu kulit pohonnya.

Melihat hal itu, pada tahun 1851, Ch. F. Pahud yang menjabat sebagai Menteri Jajahan Seberang Lautan Belanda mengusulkan Junghuhn untuk membudidayakan kina di Jawa. Di tahun yang sama, Prof. de Vriese mendapatkan biji Kina paling baik dari Perancis dan mulai menanam di Kebun Raya Bogor. Baca lebih lanjut

Franz Willem Junghuhn

Oleh: Tegar Sukma Aji Bestari (@teg_art)

junghuhn-portrait

Bagi orang yang tinggal di wilayah Bandung Raya, sebagian pernah mendengar nama Junghuhn setidaknya sebagai nama suatu wilayah rekreasi di wilayah Lembang. Di dalam wilayah yang dikenal dengan nama Taman Junghuhn ini terdapat prasasti yang menandakan pertamakali nya penanaman kina di wilayah Lembang.

Junghuhn yang lahir pada 26 Oktober 1809 di Mansfeld, Jerman ini dikenal sebagai pelopor penanaman kina di Indonesia, bukan itu saja bahkan Junghuhn adalah orang yang pertama kali menggambarkan topografi pulau Jawa yang sangat detail beserta varitas tumbuhannya dan meneliti secara rinci peradaban di wilayah Batak Selatan yang akhirnya membuka wawasan orang Belanda untuk bisa masuk ke wilayah Sumatra Utara.

Setibanya Junghuhn di Batavia pada tanggal 13 Oktober 1835, ia bekerja sebagai dokter di rumah sakit tentara di Weltervreden. Walaupun bekerja sebagai dokter, Junghuhn sangat tertarik kepada tanaman terutama pada jamur. Ketertarikannya pada tamanan membuat geologis bernama Dr. E. A. Fritze mengankatnya menjadi seorang botanis. Ketika menjadi botanis ini lah Junghuhn mulai berkeliling ke banyak gunung khususnya di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Baca lebih lanjut