#PojokKAA2015: Wajah Baru Kelakuan Lama

Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot)

Kemeriahan menjelang Konferensi Asia-Afrika di Bandung sangat terasa bukan hanya karena Bandung sebagai tuan rumah dan tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pertama pada tahun 1955. Kemeriahan ini ditandai dengan perombakan secara besar-besaran terhadap kawasan di sekitar Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia-Afrika. Salah satunya adalah Jalan Cikapundung Timur yang dulunya merupakan jalan menuju Jalan Naripan.

Sekarang, jalan tersebut telah mempunyai wajah baru yang sangat berbeda dari sebelumnya, walaupun pembangunannya masih terus berjalan sampai sekarang. Jalan ini nantinya tidak lagi digunakan sebagai jalan raya namun sebagai jalan untuk pejalan kaki. Kendaraan roda dua atau empat dilarang melintas di jalan ini.

Suasana Malam di Jalan Cikapundung Timur

Suasana Malam di Jalan Cikapundung Timur

Wajah baru jalan ini tidak dibarengi dengan tingkah laku yang baru oleh masyarakat yang sedang menikmati suasana di kawasan ini. Ditemukan beberapa gelas-gelas dan botol-botol plastik bekas minuman serta teman-temannya tergeletak begitu saja ditinggalkan oleh para penikmatnya. Terlihat pedagang minuman, baik itu minuman kemasan maupun kopi seduh. Baca lebih lanjut

#PojokKAA2015: Masih “Permak Wajah” Asia Afrika

Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot)

Jumat pagi kawasan Jalan asia afrika terlihat lengang namun menjelang jam 10.00 WIB, kepadatan kendaraan mulai terlihat bahkan cenderung macet apalagi di Jalan Cikapundung Barat yang sekarang menjadi ramai karena menjadi perputaran jalur untuk menuju ke Jalan Naripan yang awal nya berada di jalan cikapundung timur. Pembangunan memang memliki dua sisi, yaitu positif dan negatif. Mungkin kemacetan yang terjadi adalah salah satu sisi negatif nya yang mudah-mudahan bersifat sementara.

yudha1

Suasana di Jl.Cikapundung Barat

Peringatan Bersejarah Konferensi Asia Afrika tahun 2015 yang menginjak usia 60 tahun yang dihelat tanggal 19 April 2015 sampai 24 April 2015 di Jakarta dan Bandung. Persiapan besar-besaran terjadi di Kota Bandung terutama di kawasan Jalan Asia Afrika. Mulai dari penataan trotoar, panambahan bunga-bunga di titik-titik tertentu, pengadaan bangku-bangku dan lampu-lampu jalan yang bercita rasa masa lalu serta adanya bola-bola batu diatas trotoar. Apabila belum pernah lagi menginjakkan kaki di kawasan ini, jangan kaget jika suasana nya begitu berbeda dari sebelumnya. Pengerjaan infrastruktur yang tadi disebutkan sebelumnya masih ada beberapa yang terus dikerjakan sampai sekarang (Jumat, 10 April 2015). Seperti mengecat lampu jalan raya nya dan trotoar serta memotong-motong batu granit yang menjadi alas untuk pejalan kaki diatas trotoar. Penempatan kursi-kursi nya pun sudah mencapai gedung N.I ESCOMTO MIJ Bank (Gedung Bank Mandiri) dan Gedung Jiwasraya namun belum dipermanenkan. Baca lebih lanjut

#PojokKAA2015: Suasana Baru di Asia-Afrika

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho)

Sampai dua seminggu yang lalu, pusat keramaian di tengah Kota Bandung terpusat di daerah Alun-alun. Saking kekiniannya untuk menginjakan kaki di Alun-alun, muncul sebuah anekdot seperti ini di Bandung:

“Di Bandung nuju usum naon, euy?

“Ayeuna mah nuju usum popotoan di Alun-alun”

Tak percaya? Cobalah ubek-ubek lini masa Twitter atau Instagram dalam 3 bulan terakhir. ratusan foto Alun-alun diunggah setiap harinya ke berbagai media sosial. Malas untuk mengeceknya? Maka percaya sajalah dengan apa yang saya tulis 🙂

De Vries kini bersinar terang

De Vries kini bersinar terang

Namun, semalam saya menemukan sebuah fenomena baru. Sejak perbaikan infrastruktur di Jl. Asia-Afrika hampir rampung, kini keramaian mulai bergeser ke arah timur Alun-alun. Tepatnya di sekitar Museum Konferensi Asia-Afrika.

Pemasangan kursi, perbaikan trotoar, dan penempatan pot bunga yang ditujukan untuk mempercantik Bandung menjelang perayaan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Bandung. Banyak warga yang sengaja keluar malam untuk menikmati pemandangan baru di Jalan Asia-Afrika. Jalanan yang biasanya sepi dan cukup gelap di malam hari kini ramai dan terlihat terang.

Masih tak percaya juga? Cobalah datang ke sekitar Museum Konferensi Asia-Afrika malam ini, dan lihatlah apa yang saya foto secara langsung 🙂

Mereka yang duduk dan berfoto di dekat Jl. Cikapundung Timur

Mereka yang duduk dan berfoto di dekat Jl. Cikapundung Timur