Kereta Api Maut

Oleh : M.Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Hanya tertawaan dari luar yang terdengar. Beberapa orang mendekati lobang di sisi gerbong itu untuk menghisap hawa yang masih segar. Mereka mulai berdesak-desakan. Makin lama lobang itu semakin menjadi rebutan. Di sana sini mulai terdengat orang saling memaki. Beberapa orang berteriak minta air. Menjerit-jerit agar pintu dibuka. Dinding seng dipukul-pukul, … Lanjutkan membaca Kereta Api Maut

Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Oleh : Atria Sartika (@atriasartika) Pada tanggal 21 April orang Indonesia memperingat Hari Kartini yang dianggap sebagai simbol bagi perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, hal yang selama ini dikenal dengan emansipasi perempuan. Sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan tentang kepahlawanan. Salah satu nama pahlawan nasional yang paling diingat adalah Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai pelopor pendidikan bagi … Lanjutkan membaca Dewi Sartika, Simbol Perjuangan Emansipasi Wanita

Hinloopen Labberton, Peran Seorang Teosof dalam Pergerakan Nasional

Oleh : R.Indra Pratama (@omindrapratama) Dirk van Hinloopen Labberton (Doesburg 24-9-1874 - Ojai (California, Amerika Serikat) 3-9-1961) adalah seorang guru, elitis, teosof, dan yang paling penting, adalah pengaping bagi para pemula gerakan nasionalisme Indonesia. Putra dari Richard Hinloopen Labberton, seorang penjual buku, and Regina Henke ini datang ke Hindia Belanda tahun 1894, setahun setelah lulus … Lanjutkan membaca Hinloopen Labberton, Peran Seorang Teosof dalam Pergerakan Nasional

Apresiasi Film “Le Grand Voyage”

Oleh : Atria Sartika (@atriasartika)  Siang ini Aleutians nggak jalan-jalan menyusuri Kota Bandung. Kali ini kita menyusuri kehidupan (tsaaahh) melalui apresiasi film. Ya, Le Grand Voyage adalah film yang dipilih untuk menghabiskan waktu sambil menunggu info adzan Maghrib di timeline Twitter (ha..ha.. generasi zaman sekarang..) Berikut profil singkat Le Grand Voyage Directed by Ismaël Ferroukhi … Lanjutkan membaca Apresiasi Film “Le Grand Voyage”

Harumi, Pendamping Sang Ksatria

Diupload oleh : M.Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Wanita muda yang selalu mendampingi Douwes Dekker (DD) itu bernama Nelly Alberta Kruymel. Wanita Indo kelahiran Sumatera Utara, dari ayah seorang Belanda dan Ibu seorang Banten yang tidak pernah ditemuinya. Kisah pertemuannya dengan DD diawali ketika dirinya bertugas sebagai Perawat di Belanda. Ketika itu ia ditawari oleh rekannya untuk … Lanjutkan membaca Harumi, Pendamping Sang Ksatria

Foto diunggah oleh : M.Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Wiranatakusumah V (Dalem Haji), Bupati Bandung Periode Periode 1920 - 1931 dan Periode 1935 - 1945. Beliau juga pernah menjabat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 1945.

Wiranatakusumah V dalam Foto

Jalan-jalan ke Bogor

Re: Tour de Buitenzorg BAGIAN 1 Catatan berikut ini saya sarikan dari tulisan tentang kunjungan sehari penuh ke Bogor bersama sejumlah teman beberapa waktu lalu. Beberapa lokasi tujuan sudah kami tentukan sebelumnya, sisanya kami kunjungi secara spontan karena kebetulan terlewati dalam perjalanan. Ini bukan tulisan lengkap tentang sejarah Bogor ataupun objek-objek wisata di Bogor, namun … Lanjutkan membaca Jalan-jalan ke Bogor

Prasasti Kawali – Situs Astana Gede

Buat yang mau jalan-jalan ke Ciamis, atau kebetulan lewat kota itu, coba mampir ke Situs Astana Gede di Kawali. Letak persisnya di kaki Gunung Sawal di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, sekitar 27 km di utara ibukota Kabupaten Ciamis. Dalam kompleks situs seluas 5 hektar ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah berupa punden berundak, menhir, prasasti, dan … Lanjutkan membaca Prasasti Kawali – Situs Astana Gede

Ledeng

Ledeng... Sebagai nama kawasan, Ledeng sudah sangat akrab dengan warga Bandung, karena terdapat sebuah terminal untuk akses transportasi ke wilayah di sebelah utara kota Bandung. Selain itu juga di kawasan ini terletak salah satu kampus penting di Bandung, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tapi bagaimana ceritanya sehingga kawasan ini dinamai Ledeng? Sampai tahun 1920-an daerah … Lanjutkan membaca Ledeng

Pemboman Radio Malabar

J.C. Bijkerk dalam bukunya “Vaarwel tot Betere Tijd” menulis bahwa pada tanggal 6 Maret 1942 para pembesar Pemerintah Hindia Belanda (Jend. Ter Poorten, G.G. Tjarda, Maj. Bakkers, dan Gubernur Jabar Hogewind) mengadakan suatu pertemuan di rumah Residen Bandung, Tacoma. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan menjadikan Bandung sebagai kota terbuka dengan maksud agar Jepang dapat masuk Bandung … Lanjutkan membaca Pemboman Radio Malabar

Beberapa Toko Buku Tempo Dulu di Bandung

1.     N.V.G.C.T. van Dorp & Co. Toko buku van Dorp dibangun tahun 1922 dengan arsitektur bergaya indo-europeeschen architectuur stijl hasil rancangan arsitek Ir. C.P. Wolff Schoemaker. Dua buah kepala kala menghiasi bagian atas gedung van Dorp seperti yang juga terdapat di gedung bioskop Majestic di Bragaweg. Hiasan kepala kala dapat dikatakan sebagai tanda-tangannya Schoemaker. Bangunan … Lanjutkan membaca Beberapa Toko Buku Tempo Dulu di Bandung

Karl Albert Rudolf Bosscha

Perkebunan Teh Malabar sudah dibuka sejak tahun 1890 oleh Preangerplanter bernama Kerkhoven yang sebelumnya sudah membuka perkebunan teh di daerah Gambung, Ciwidey. Namun popularitas kawasan Kebun Teh Malabar berkembang dan memuncak setelah Kerkhoven mengangkat sepupunya, Bosscha, untuk menjadi administratur perkebunan ini pada tahun 1896. Selain perkebunan, sejumlah jejak Bosscha lainnya masih tersebar di kawasan ini. … Lanjutkan membaca Karl Albert Rudolf Bosscha

Stasiun Radio Malabar-Gunung Puntang

Kawasan wisata Gunung Puntang yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Malabar, terletak di desa dan kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Kawasan ini sempat pusat perhatian dunia pada tahun 1923 karena saat itu pemerintah Hindia Belanda berhasil mendirikan stasiun radio pemancar yang pertama dan terbesar di Asia. Untuk memancarkan gelombang radio digunakan bentangan antena sepanjang 2 km … Lanjutkan membaca Stasiun Radio Malabar-Gunung Puntang

Jalan-jalan ke Kampung Naga

Repost: Lupa dulu di tulis untuk siapa.. Pagi itu cuaca cukup cerah, walaupun matahari di langit tidak tampak dengan jelas. Sinar kehangatan yang dipancarkan tidak terlalu terasa menembus kulit. Mungkin karena saat ini cahayanya terhalang bukit dan material alam lainnya. Jalur perjalanan antara Garut – Tasikmalaya masih terhitung hijau dan asri. Setelah menempuh perjalanan sekitar … Lanjutkan membaca Jalan-jalan ke Kampung Naga