10 Hal yang Diingat dari Aleut

Oleh: Candra Asmara (@candrasmarafaka) Ada beberapa hal yang saya ingat tentang Aleut. Saya batasi sampai 10 saja, biar sama dengan angka ulang tahun Aleut. Berikut 10 hal yang diingat dari Aleut versi on the brot: 1. Aceng Bukan nama pegiat ataupun nama pemain Persib. Aceng adalah nama asbak berbentuk kura-kura milik mantan kordinator Aleut, M. … Lanjutkan membaca 10 Hal yang Diingat dari Aleut

Stadion Persib

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) Stadion Persib, lebih populer dengan nama Stadion Sidolig, merupakan cikal bakal lahirnya SSB Sidolig. Sidolig sendiri merupakan sebuah singkatan dari "Sport in de Openlucht is Gezond" yang artinya "berolahraga di tempat terbuka itu sehat". Saat ini Stadion Persib dikenal juga sebagai lokasi mess para pemain serta salah satu stadion yang sering … Lanjutkan membaca Stadion Persib

Pabrik Teh Sedep

Oleh: Mooibandoeng (@mooibandoeng) Pabrik Teh Sedep di lingkungan pergunungan yang bener-bener sedep. Selain pabrik, bangunan-bangunan sekitarnya yang selalu menggoda itu, akhirnya dapat terkunjungi juga. Di dalam rumah Hoofdadministrateur ada plakat yang menyebutkan angka tahun 1930 untuk pabriknya, tetapi cap pada barang-barang rumah tangga menyebutkan angka tahun 1929. Sedangkan palakat khusus untuk hoofdaministrateur menyebut angka tahun … Lanjutkan membaca Pabrik Teh Sedep

Gereja Katholik Bebas Santo Albanus

Bangunan ini merupakan karya Ghijsels yang desainnya rampung tahun 1918, dan dibangun tahun 1919-1920. Walau mengambil nama Katholik, gereja ini tidak memiliki afiliasi dengan Roma. Setidaknya sejak tahun 2000-an, gereja ini dikenal warga Bandung sebagai tempat kursus Bahasa Belanda. Cerita lebih lengkap mengenai gereja ini bisa dibaca di https://komunitasaleut.com/2010/02/05/bandungs-lost-symbol/.

Pintu Air di Cicendo

Warga sekitar menyebut tempat ini dengan nama Bong. Padahal, arti dari bong sendiri adalah pemakaman Tionghoa. Kok bisa? Hehe, soalnya wilayah pemukiman padat di dekat pintu air ini dulunya memang pemakaman Tionghoa. Entah bagaimana di kemudian hari warga sekitar mengenal bong sebagai pintu air. Ngomong-ngomong, apakah Aleutians tau nama sungai yang ada di foto ini? … Lanjutkan membaca Pintu Air di Cicendo

Petilasan Ki Ageng Mangir

Oleh: Nurul Fatimah (@nurulf90) Adalah Mangir, sebuah desa yang diyakini menjadi desa tertua di Kabupaten Bantul. Desa ini tidak bisa lepas dari sejarah tokoh Ki Ageng Mangir yang dikenal karena perseteruannya dengan Panembahan Senopati, Raja Mataram.

Monumen Bandung Lautan Api

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) 24 Maret 1946, langit Bandung tak secerah hari ini. Kepulan asap hitam dan jilatan api merah membara mewarnai jengkal udara di kota ini. Ratusan ribu warga kota Bandung membakar bangunan dan tempat tinggalnya untuk melindungi Kota Bandung dari penjajah. 70 tahun berselang, Kota Bandung telah lahir kembali dengan membawa banyak perubahan … Lanjutkan membaca Monumen Bandung Lautan Api

M.I. Prawirawinata

Di lokasi ini pernah berdiri sebuah Toko Buku dan Percetakan M.I. Prawirawinata, toko buku dan percetakan pertama yang dimiliki oleh seorang pribumi. Setelah berhenti beroperasi pada pertengahan 1930-an, bangunan yang berada di ruas Jl. Lembong ini beralih fungsi menjadi hotel.

Bangunan Swarha

Bangunan ini berada di Jl. Asia-Afrika, beroperasi sebagai hotel sekitar awal 1950-an. Pada saat perhelatan Konferensi Asia-Afrika 1955, gedung ini digunakan sebagai tempat menginap para kuli tinta. Setelah sekitar satu dekade beroperasi, hotel ini kemudian tutup. Lantai dasar bangunan ini masih digunakan untuk berjualan kain, sedangkan 4 lantai ke atasnya dibiarkan kosong begitu saja. Sempat … Lanjutkan membaca Bangunan Swarha

Di Balik Layar #Ngaleut Toko Buku dan Percetakan

Hari Sabtu (12/03/2016), beberapa Aleutians sedang melakukan survey lokasi untuk #Ngaleut Toko Buku dan Percetakan Tempo dulu yang berlangsung hari Minggu kemarin. Kegiatan semacam ini rutin dilakukan setiap minggunya untuk memastikan lancarnya keberlangsungan #Ngaleut.

Gedung Indonesia Menggugat

Gedung Indonesia Menggugat, dulunya berfungsi sebagai pengadilan. Nama gedung diambil dari judul pledoi Sukarno dengan judul sama yang ia tulis selama mendekam di Penjara Banceuy. Nah, lokasi ini merupakan titik kumpul kegiatan Ngaleut Toko Buku dan Percetakan Tempo Dulu hari Minggu besok. Sudahkah Aleutians memastikan diri bergabung? Foto: Arya Vidya Utama (@aryawasho)

Rumah Tan Shio Tjhie dalam Roman Rasia Bandoeng

Dalam roman Rasia Bandoeng, Chabanneau menggambarkan rumah Tan Shio Tjhie sebagai rumah gedong besar di pinggir Groote Postweg (sekarang Jl. Jendral Sudirman), berhadapan dengan Gang Kapitan (sekarang Gang Wangsa) dan di sebelah timur rumah tersebut mengalir Kali Citepus. Sosok Tan Shio Tjhie digambarkan sebagai sosok yang progresif karena tidak menentang kehendak anaknya, Tan Tjin Hiaw, … Lanjutkan membaca Rumah Tan Shio Tjhie dalam Roman Rasia Bandoeng

Wawancara Komunitas Aleut dengan TVRI (Bagian II)

Perekaman paket kedua bersama TVRI Pusat dilakukan pada hari Jumat kemarin di situs Gua Pawon, Padalarang. Kali ini bersama @aryawasho dan @tiarahmi sebagai pengisi materi.

Wawancara Komunitas Aleut dengan TVRI (Bagian I)

Bung @irfanteguh dari Komunitas Aleut saat persiapan rekaman untuk salah satu program TVRI pusat pada hari Kamis minggu lalu. Bahasan paket televisi ini seputar keberadaan dan nasib situs Candi Bojongmenje di Cicalengka, termasuk bagaimana komunitas-komunitas muda di Bandung mengapresiasinya.

Villa Isola

Villa Isola dulu dikenal dengan nama Villa Beretty. Dominic Willem Beretty, pemilik awal villa ini, adalah seorang miliuner berkebangsaan Italia pendiri Kantor Berita Aneta. Villa ini merupakan rancangan C.P. Wolff Schoemaker yang bergaya art deco. Villa ini selesai dibangun pada tahun 1933. Pada tahun 1936, villa ini dibeli oleh Hotel Savoy Homann dan namanya diganti … Lanjutkan membaca Villa Isola